Posts Tagged ‘Surat Cinta’

Saat Itu…

Thursday, November 11th, 2010

Please, don’t look at me like that…

Terus terang, gue ga kuat sama tatapan mata loe waktu itu…
Gue GR…
Meleleh…
Salting…
Ga karuan…
Anjrriitt…

Why you have to be so cute, it’s impossible to ignore you…

Elo itu kelemahan gue…
Saat itu…
Saat jari-jari elo menari di tubuhnya…

I can not take my eyes off of you…

Dari pertama kali elo ada di depan gue…
Dengan dirinya…
Bermain dengannya…

Please stop it…

Eh, jangan deh, gue ga mau elo berhenti…
Mainin lagi dounks untuk gue…

And please let me hear it once again…

Walaupun gue harus mengunci mulut gue, tak bernada…

Because, You, are my song…

Walaupun cuma saat itu…

*Elo, Dia, Lagu Gue, Saat Itu, Di Sana, Di Tahun 2010*

tumblr_kwae571mtg1qan5z6o1_500

picture was taken from PoundingHeartBeat

Tak Lagi Mau Mencintamu…

Tuesday, October 5th, 2010

Terus terang, awalnya saya tak cinta sama kamu, Mas…
Tapi dengan segala tatap mata kamu yang menyebalkan itu…
Kamu luluhkan seribu tembok, plus pagar besi, berkawat duri, hanya dalam hitungan hari…

Saya akhirnya jatuh…
Ke dalam cumbu rayu kamu…
Ke dalam pelukan kamu…
Yang akhirnya mempertemukan kedua bibir kita yang tak lagi sanggup keluarkan kata-kata…
Saya jatuh untuk mencinta cintamu…

Akhirnya saya mau untuk mencintai kamu…
Dan tak lagi pedulikan waktu…

Sekian waktu saya habiskan dengan kamu…
Dengan sekian jumlah cinta yang kamu punya untuk saya…
Dan dengan tenaga saya yang rasanya tak pernah habis untuk mencintamu…
Saat itu…

Hingga kita berdua sampai ada di titik itu…
Berjuta upaya untuk terus kita mencinta…
Tapi kamu tak temukan segores pun yang tersisa…
Saya? Sudah kehabisan tenaga untuk berjuang mempertahankan cinta untuk kamu…
Karena kamu sudah tidak mau berada di sisi saya…

Dan saya…memutuskan tak mau lagi mencintamu…
Karena saya…sanggup untuk kembali sendiri…

courtesy video: YouTube

Satu Kesalahan…

Thursday, September 16th, 2010

Sumpah ya…berurusan sama elo itu adalah satu kesalahan besar dalam idup gue.

Termasuk juga kalo gue ga berurusan sama elo. Itu kesalahan besar. Karena gue ga akan pernah tau mencinta gaya elo. Karena gue ga akan pernah tau gimana gue harus membenci sekaligus mencinta. Karena gue ga akan pernah tau gimana caranya menjadi orang tangguh yang harus bisa berdiri, berjalan dan berlari setelah gue terlena oleh elo, dan langsung pun dibuang dari langit. Karena gue ga akan pernah tau gimana menjadi manusia dingin yang harus bisa kebal dengan perih plus luka.

Dan terutama, kalo gue ga pernah berurusan sama elo, gue gak akan pernah tau berharganya perubahan hati dari detik ke detik, hingga akhirnya ia terisi oleh rasa itu.

Cinta. Benci. Dan ketidakpedulian.

Saya, Cinta…

Thursday, February 25th, 2010

Perkenalkan, nama saya Cinta…

Saya makhluk tak berwujud yang paling berkuasa setelah Tuhan…

Duniamu ada di tangan saya…
Karena saya bisa mengubahnya…

Membuatmu menangis…
Lalu tertawa…
Saat ada ataupun tak ada orang lain di sekitarmu…
Semua, hanya dengan satu jentikkan jari…

Saya bisa membuatmu mencintai saya…
Saya yang ada di dirinya…
Karena saya membiarkanmu mencintanya…

Dalam hitungan detik, saya bisa membuatmu membenci dia…
Yang sudah membencimu…
Atau bahkan yang masih mencintamu…
Dengan sebuah, seribu atau tanpa alasan sama sekali…

Saya bisa menjadikanmu apa saja…
Malaikat cantik tak bersayap…
Seribu dewa pemaaf…
Kerbau dicucuk hidung…
Atau dedemit bertanduk, lengkap dengan garpu berduri…

Kehidupanmu ada di tangan saya…
Dengan menjadikan harimu penuh semangat…
Harapan dan citamu tergantung di atas surga ke tujuh…
Setinggi gambaran fana dirinya yang tergantung di sana…
Yang ternyata perlu keajaiban tersendiri, untukmu meraihnya…

Jika saya sedang jahil, saya bisa mendatangkan kematian untukmu…
Saat saya bisikkan padanya, bahwa ada saya, Cinta, yang lain di seberang sana…
Saat saya sodorkan seonggok saya, Cinta, yang berbalut daging penuh napsu di hadapannya…
Saat saya membuatnya berbalik arah meninggalkan kamu…
Tanpa alasan…
Tanpa satu gelembung buih liur yang dihasilkan dari rentetan kata yang keluar dari mulutnya…

Saya bisa membuatmu berada di antara sebuah kehidupan dan kematian…
Saat kamu saya butakan dengan dosis saya yang berlebihan…
Saat kamu tak sanggup saksikan dirinya memilih saya, Cinta, yang merasuki orang lain…
Hingga kamu hunuskan belati padanya…
Lalu padamu sendiri…
Yang tak juga mengakhiri hidupmu, apalagi hidupnya…
Jeruji besi hati pun siap terbentang lebar menanti untuk mengurungmu…

Lara, saat fisikmu berada di peluknya, yang kamu miliki…
Tapi saya, Cinta, yang ada di dirimu, adalah milik dia yang tak kamu miliki…

Merana, saat seribu sesal, yang coba kamu hapus…
Tak mengembalikan saya, Cinta, yang terbuang dari hatinya…

Tapi saya, Cinta, akan selalu menjadikanmu dewasa…
Walaupun saya, Cinta, akan selalu merangkul benci dan pahit, untuk ditawarkan padamu…

Dan atas nama saya, Cinta…
Saya akan selalu menghantuimu…
Bersamamu…
Bahkan di hari kematianmu…

…Cinta…

Setahun Kemarin…

Thursday, December 3rd, 2009

Sayang, ini aku…tolong kali ini kamu dengerin aku ngomong…

Aku ga tau gimana caranya kamu tiba-tiba dateng dan muncul di lembar hidupku, November tahun lalu. Di saat yang tepat, kala hatiku tercabik ga keruan. Sumpah aku ga tau, apakah itu kebetulan, atau emang Yang Punya Semesta lagi kurang kerjaan, nemuin dua orang yang kewarasannya selalu dipertanyakan ini. Padahal aku yakin Dia itu ‘dah tau persis kamu n aku kayak apa, dan kalo ketemu juga bakal kayak apa…

Dari sekian banyak perempuan yang dateng ke kamu, yang menawarkan semua atribut cinta, kamu malah milih aku, yang ga bawa apa-apa, bahkan hatiku masih tertinggal di suatu tempat…

Bukan aku tak punya pilihan. Aku bisa memilih untuk ga sama kamu, dan ga sama siapa pun juga. Tapi tak tahu kenapa aku memilih untuk sambut genggaman tangan kamu, saat sisa hujan di bulan November tahun lalu masih tercium ketika aku memasuki mobilmu Jumat malam itu…

Degup jantung ini berdetak keras, seketika mata ini kembali melihatmu…

Hingga akhirnya hati ini pun tak bisa terbendung untuk mencintamu. Mencinta segala kelaknatan definisi mencinta dan dicinta dengan caramu…

Dan kita berdua sepakat untuk memulai jalan panjang kita, di awal Desember…

Walau hati ini harus kembali teriris, tersayat, oleh segala pendewasaan pilihan kehidupan yang sudah aku pilih untuk aku jalani…bareng kamu…

Dan sampai detik ini…belum bisa aku pilih untuk aku akhiri…karena semua ini begitu menakjubkan untuk diakhiri walau begitu tragis untuk dilanjutkan…

Terima kasih untuk setahun yang begitu menakjubkan dan begitu tragis…

Remembering November Rain on 21st November 2008 & YM Dawn Chatting on 3rd December 2008

*published at the dawn of 3rd December 2009*