Posts Tagged ‘Puisi’

Kita…

Tuesday, December 20th, 2011

Kenapa Dia membuat kaki ini melangkah temukanmu…
Temukan langkahmu yang terhenti karenaku…

Kenapa Dia menghadirkan lucunya tatap matamu untukku…
Izinkan empat mata ini bercengkrama dalam binar…

Kenapa Dia memberiku hati untuk merasa…
Untuk berdegup kencang saat kau meraihku dan membawaku ke pelukmu…

Kenapa Dia mengirimkan sejuta tangkai mawar kepadaku…
Yang mampukan hati ini berbunga saat rindu kau ungkap untukku…

Kenapa Dia memberiku cinta…
Yang mampukanku membekukan sekujur tubuh ini, merelakan logika terserak, saat kau kecup bibirku, utarakan cinta dalam diam…

Kenapa Dia memberikanmu dalam hidup…
Menjadikan seribu tanda tanya, dalam jejak langkah…

Kita!

*Never Regret|Lesson Learned|Feel Blessed, Just Now in 2011*

May I Kiss You?…

Saturday, October 8th, 2011

Sekilas melihat jejak langkah…
Saat dia mulai mengisi hari-hari…
Yang dalam hitungan purnama, memutar kaki ini lagi…
Melangkahi tapak demi tapak hari demi hari…
Masing-masing dan sendiri…

Hingga dalam tapak ke sekian, kaki ini temukanmu…
Saat empat mata ini bertaut…
Bercerita hati…
Kamu dan aku…

Seribu sangkal bahwa aku tak terjatuh…
Sejuta hindar agar aku berpaling…

Tapi rasa itu berkata lain…
Membuatku jatuh di pelukmu…
Berlomba dengan detik yang memacu detak jantung berdegup mengencang…
Berhias desah napas yang membawa hasrat bercampur cinta…

Saat semua sangkal berhambur dan terserak…

Saat hati terpaku sudah di sana…
Kamu!

*May I Kiss You? Airport, Minggu, 28 Agustus 2011*

Tapi Seluruhku…(Puisi Singkat #33)

Monday, July 18th, 2011

Aku Ingin Mencintamu Hanya Dengan Separuhku..
Tapi Tak Dayaku Melawan Energi Rasa Yang Meruntuhkanku..
Tak Hanya Separuh..
Tapi Seluruhku..
Karenamu…

*Antara Kesel-Bingung-MauMarahGakBisa-Pasrah-Terserah-BodokhAmat!! Gak Mau Tau Kapan, 2011*

Tak Di Sana…

Tuesday, February 15th, 2011

Ku beranikan diri melangkah…
Menembus langit yang sedang berair mata…
Di tengah dingin mencekam, dan sepinya malam…

Ku tengadahkan kepala…
Mencari titik cahya di atasku…
Mencari bintangku…
Mencarimu…

Kembali ku memandang jalanan yang kuharap siap menerima jejakku…
Jejak yang tersapu kapyukkan air…

Ku pandang ujung jalan itu…
Entah untuk keberapakalinya…
Mencari sebuah sosok…
Sosokmu…
Walau hanya bayangan…

Tapi…kamu pun juga tak ada di sana…

Dan tetap biarkan aku sendiri…

124951922618264

Kangen|Kamu|Banget!!!…(Puisi Singkat #32)

Tuesday, February 8th, 2011

Aku ingin bungkam kata…

Kata yang tak ada kamu…
Bukan karenamu…
Tidak merindumu…
Karena rasa hadirmu…

Barang satu buah saja…

*Kangen. Kamu. Banget. Gak Sadar-sadar Lagi Loh. Demmm!! 8 Februari 2011*

Lagi…(Puisi Singkat #31)

Monday, January 17th, 2011

Mencintamu dengan lara hati.
Sembuh.
Tapi hanya sesaat.
Karena mencintamu berarti kembali ku dapatkan lara itu.
Lagi!

*Lagi pengen galau, Minggu 16 Januari 2011*

Sirna Tanpa Jejak…(Puisi Singkat #30)

Sunday, January 16th, 2011

Merindu badai hati yang dulu selalu kau berikan untukku mencintamu.
Berdegup.
Menyesak.
Jadikan kosong.
Hampa.
Dan sirna tanpa jejak.

*Hujan, bikin mellow, 15 Januari 2011*

Sekian Detik…(Puisi Singkat #29)

Monday, October 25th, 2010

Biarkan aku melihat matanya lagi, Tuan…
Adopsi seribu cahaya bintang…

Biarkan aku rasakan sentuh tangannya lagi, Cinta…
Yang mampukanku jatuh walau hanya sekian detik…

Biarkan aku nikmati rekahan senyum itu lagi, Sayang…
Dan biarkanku terbuai…

*Ketinggalan, 23 Oktober 2010*

Blenderan Empat Rasa…(Puisi Singkat #28)

Saturday, October 2nd, 2010

Kerinduan itu terbersit…
Kerinduan dia yang pernah mengisi hidup…
Kerinduan akan hari-hari penuh keajaiban…
Kerinduan akan campur aduk kamuflase benci, kemunafikkan dan dusta…

Lagi-lagi yang dulu terbungkus rapi oleh satu rasa, yang katanya…
CINTA…

Gara-Gara Surat-Suratan, 1 Oktober 2010

*Sigh*…

Tuesday, September 7th, 2010

Akhirnya kamu izinkanku melihat pelangi itu lagi…
Pelangi sekaligus api…
Yang ternyata masih saja mendiami kedua matamu…
Jadikan mereka tetap menyala, bersinar…
Penuh misteri…

Aku dengar kamu memanggilku ’sayang’…
Dengan nada yang tak bisa didefinisikan…
Juga segala persepsi yang tak kunjung menjelma jadi satu makna…
Tak jadikan satu rasa itu kembali terlihat…
Tetap sebuah misteri…

Ingat katamu dulu, bahwa hatimu ada milikku…
Terbayang ia yang saat itu terluka olehku…
Terlihat ringkuk tubuhku tutupi wajah penuh derai air mata…
Memendam sakit, perih karenamu…
Dan jadikanmu, aku, menjauh…
Dan menyimpan seribu misteri…

Hingga hari itu…
Sekian jam aku berada di dekatmu…
Sekian jam pula kamu kembali berada di ruang yang sama denganku…
Sekian jam pula dayaku…
Cari hati yang penuh cinta…
Seperti katamu dulu…

Hingga detik itu…
Ku putuskan berhenti…
Kembali kutinggalkan…
Kamu, aku dan semua misteri…
Yang masih terbungkus oleh kata…

Cinta…