Posts Tagged ‘Fesyen’

Just For Your Info…

Friday, May 1st, 2009

Tahukah kamu bahwa arti kata bergeming adalah diam, tidak bergerak dan arti kata acuh adalah peduli?
*Sumber Kamus Besar Bahasa Indonesia*

Tahukah kamu bahwa apotek, praktik dan silakan adalah penulisan yang benar menurut ejaan yang disempurnakan dalam Bahasa Indonesia?
*Sumber Kamus Besar Bahasa Indonesia*

Tahukah kamu bahwa jaringan DNA babi sama dengan DNA manusia?
*Sumber film seri Crime Scene Investigation: Love, Lies and Larva*

Tahukah kamu saat kamu bersin, jantungmu berhenti berdetak 1 detik? Oleh sebab itu sering kali orang mengatakan “blessed you” setelah seseorang bersin, karena itu adalah ucapan syukur bahwa kamu masih diberi kehidupan setelah bersin.
*Sumber dari majalah yang saya lupa namanya.*

Tahukah kamu bahwa penglihatan bukanlah indera utama anjing, melainkan penciuman dan disusul oleh pendengaran? Oleh sebab itu, jika anjing mengalami kebutaan total, ia masih bisa hidup normal.
*Sumber dari internet yang terus terang saya lupa namanya*

Tahukah kamu bahwa anjing ras kecil berumur lebih panjang (bahkan bisa mencapai usia 16 tahun) daripada anjing ras besar?
*Sumber buku tentang anjing, yang saya lupa judulnya*

Tahukah kamu bahwa usia anjing itu adalah 7 kalinya usia manusia?
*Sumber buku tentang anjing, yang saya juga lupa judulnya*

Tahukah kamu bahwa menyimpan kebaya berbahan brokat, apalagi berpayet tidak boleh digantung, karena akan menyebabkan bahannya kendur?
*Pengalaman pribadi dan dari sumber majalah yang saya lupa namanya*

Tahukah kamu bahwa menjahitkan kain untuk mempermudah pemakaiannya, tak perlu dipotong, sehingga saat terjadi perubahan bentuk dan ukuran tubuh, kamu hanya perlu membawanya ke tukang jahit kembali untuk penyesuaian ukurannya?
*Pengalaman pribadi*

Ayo Belanja…

Sunday, April 12th, 2009

Dulu, jika aku menginginkan sebuah barang, sering kali aku tak berpikir panjang sebelum mengambil barang itu dan membawanya ke kasir, apalagi awal-awal aku sudah memiliki gaji sendiri. Namun dengan berjalannya waktu, dan semakin merasakan susahnya mencari uang, kebiasaan itu pun sudah bisa aku kurangi. Berpikir panjang sebelum membeli barang, memang penting. Tidak terlalu sulit ternyata untuk meninggalkan toko tanpa membawa pulang barang yang diinginkan, pada saat itu juga, detik itu juga.

Cukup lama memang aku baru dapat menemukan strategi-strategi untuk hunting barang belanjaan. Dan inilah strategi yang cukup ampuh (setidaknya bagiku) untuk mencegah agar kita tidak menyesali barang yang kita beli.

Marreee…

1. Sebaiknya sebelum kita pergi ke pusat perbelanjaan, kita sudah harus tahu barang belanjaan yang kita ingin beli. Klise memang, tapi ada benarnya. Pasti kita tidak ingin menghamburkan uang dengan percuma dan penuh penyesalan ‘kan?

2. Dalam pusat perbelanjaan tentu tidak hanya ada satu atau dua toko yang menjajakan barang jualan yang sejenis. Jangan malas untuk melakukan perbandingan. Coba pakaian hanya jika modelnya kira-kira sesuai dengan bentuk tubuh, tidak semata-mata karena tampilan warna atau motif yang menarik, hal ini dapat menghemat waktu kita berbelanja.

Ada satu strategi sedikit licik, yang cukup sering aku lakukan. Apabila ada satu barang yang kamu sudah suka sekali, sudah cocok baik model dan ukurannya, takut barang itu diambil orang lain, apalagi kalau stoknya tinggal sedikit, tapi kamu ingin melakukan perbandingan di toko/butik lain, titipkan barang tersebut pada kasir, lalu kamu bilang pada petugasnya, kalau kamu ingin ke toilet atau ke ATM. Pergi ke toilet atau ATM itulah sebagai alasan kamu untuk mencari di toko/butik lain untuk membandingkan barang yang kamu inginkan.

Terus terang dengan cara seperti ini, aku pernah menemukan satu kemeja putih lengan pendek, dengan kelas dan kualitas merek yang sama, tapi lebih murah. Kamu tahu dua merek produk busana asal Spanyol yang menjadi favoritku itu ‘kan? Namun agar hati tidak terlalu merasa bersalah, aku akan kembali ke toko sebelumnya, mencobanya lagi, dan bilang ke petugasnya bahwa aku tak jadi mengambil barang itu, karena setelah dipikir-pikir masih kurang cocok. Tentu, ketika kembali ke toko sebelumnya, aku belum membawa tas belanjaan baru ya, atau setidaknya aku simpan di tasku yang mirip kantong Doraemon.

Perbandingan satu barang dengan barang yang lain ini, juga berguna ketika kamu sedang berjalan-jalan dan mendadak baru ingat atau ingin membeli barang yang tidak direncanakan sebelum pergi berbelanja.

3. Apabila hasrat hati benar-benar tak terbendung untuk membawa belanjaan sepulang dari pusat perbelanjaan, carilah barang yang pasti berguna, istilahnya must have item.

4. Jika sedang jalan-jalan ke luar negeri, cari barang yang tidak dijual di Indonesia. Bisa mereknya yang tidak masuk ke Indonesia, atau modelnya. Jangan lupa untuk menghitung kurs harian, karena bisa jadi barangnya menjadi lebih mahal dari pada harga di Indonesia, jika memang barangnya dijual di sini. Lain soal, jika hasrat hati untuk membeli tidak dapat ditahan lagi, tutup mata serapat-rapatnya untuk urusan kurs mata uang negara setempat terhadap Rupiah.

5. Sebelum membayar, periksa kembali kondisi barang yang akan dibeli, apakah ada yang cacat atau tidak, apalagi untuk barang yang didiskon.

6. Selalu minta barang yang baru, bukan barang yang dipajang. Aku pribadi memilih untuk membatalkan membeli barang tersebut jika tidak ada stok selain yang dipajang. Biasanya kondisi barang yang dipajang sudah tidak terlalu bagus.

Namun ada baiknya kamu memeriksanya kembali, jika masih benar-benar bagus dan bersih, tak ada salahnya kamu membeli barang yang dipajang tersebut. Khusus untuk sepatu, teliti kembali dengan seksama, apakah kulitnya sudah terdapat banyak lipatan bekas pakai atau tidak. Dan untuk pakaian, jangan membeli pakaian yang sudah terkena noda kosmetik orang yang mencoba sebelumnya atau noda apapun, karena ada resiko noda tersebut tidak bisa dihilangkan. Untuk menghindari terkenanya noda pada pakaian, serta untuk kepentingan diri sendiri juga orang lain, ada baiknya jika kamu ingin mencoba pakaian, jangan mencoba yang warna terang, apalagi putih. Cari model yang diinginkan dan ukuran sesuai, dengan warna yang gelap. Apabila kamu ingin membeli yang warna putih, baru kamu cari warna tersebut, ukuran yang sama, dan langsung bawa ke kasir.

5. Tanyakan petugasnya, apakah barang tersebut bisa ditukar atau tidak setelah kita membeli, dan juga syarat-syarat penukarannya, kalau-kalau ada cacat yang tidak terlihat saat kita membelinya. Simpan baik-baik bukti pembayarannya untuk beberapa hari.

6. Membeli barang di toko atau butik langganan mempunyai kelebihan tersendiri, yaitu kamu sudah tahu ukuran yang biasa kamu kenakan untuk merek tersebut. Hal ini sangat berguna saat-saat masa diskon digelar, karena pada masa inilah toko atau butik pasti lebih ramai dikunjungi orang, dan bisa dipastikan urusan mengantri mencobanya pun juga lebih panjang. Bahkan ada toko atau butik yang tidak memperbolehkan pembelinya untuk mencoba pada saat diskon berlangsung. Jadi jika sudah tahu ukuran yang biasanya, akan lebih menghemat waktu, serta tidak akan kehilangan barang yang disenangi hanya karena tidak tahu ukurannya dan tidak boleh mencobanya.

7. Apabila kamu sedang ingin berhemat, jauhkan ruang coba pakaian, karena jika kamu sudah mencoba pakaian, dan dirasa cocok, kemungkinan besar kamu akan membelinya walaupun ternyata kamu tidak memerlukannya. Selain itu, tinggalkan kartu kredit yang sudah kosong atau kartu debit yang masih penuh di rumah dan bawa uang tunai secukupnya, walau aku yakin pasti sulit.

8. Sebaiknya jika kamu ingin membeli sepatu, jangan pada saat-saat awal kamu mulai berbelanja. Lakukan itu setelah kaki-kakimu berjalan untuk beberapa lama, karena kaki akan lebih mengembang, sehingga kamu akan tahu ukuran dan bentuk kakimu yang sebenar-benarnya, ketika memilih sepatu. Saat kamu ingin membeli high heels, ada baiknya kamu menanyakan ada sol tambahannya atau tidak, beberapa merek menyediakannya termasuk kantong penyimpanan tambahan. Dan untuk sepatu pada umumnya, lihat lagi bahan yang dipakai, apakah mudah dibersihkan atau tidak. Untuk cara membersihkan sepatu, bisa dibaca di tulisanku sebelumnya (dalam kategori label informasi fesyen).

9. Saat kamu membeli pakaian, terutama yang berkancing, periksa kembali jahitan kancing-kancing tersebut, dan apakah ada kancing cadangan yang disediakan atau tidak. Ada baiknya sesampainya di rumah, kencangkan sendiri jahitan kancing-kancing tersebut. Selain itu periksa juga washing instruction yang biasanya tertera di bagian dalam pakaian, terutama untuk kamu yang malas membawa pakaian ke jasa binatu, karena ada pakaian yang hanya bisa dicuci kering atau dicuci dengan bahan-bahan kimia tertentu.

10. Satu hal penting saat kamu ingin berbelanja, pakailah pakaian dan terutama sepatu yang sangat nyaman. Jangan sampai pakaian dan sepatumu mengganggu kenikmatan kamu berbelanja. Aku tidak menyarankan untuk memakai sepatu berhak tinggi sangat berbelanja, bahkan aku selalu menghindari menggunakan sepatu jenis ini ketika berburu belanjaan.

Selain strategi berbelanja di atas, aku juga ingin membagi must have item ala diriku sendiri. Siapa tahu berguna juga untuk kamu.

1. Atasan (baik kemeja lengan panjang, pendek, atau kaos) berwarna putih polos. Tentu pilih dengan model, jenis kain, sulur kain yang berbeda-beda.

2. Bawahan (rok atau celana panjang) berwarna hitam polos. Pilih yang berwarna hitam pekat, dan tentu hati-hati dalam menyetrika pakaian agar tidak berbekas.

3. Sack dress hitam, karena bisa dipakai di hampir setiap acara, baik siang maupun malam, apalagi kalau sedang bingung mau pakai baju apa.

4. Sepatu model apapun berwarna hitam atau putih, karena bisa disesuaikan dengan pakaian warna apapun.

5. Travel bag atau suitcase dengan ukuran kabin pesawat. Usahakan warna gelap, agar tidak terlalu terlihat jika kotor. Dan percaya benda ini pasti berguna, walaupun kamu belum merencanakan bepergian, jadi sediakan benda ini, setidaknya satu di rumah. Lagi pula kalau membelinya tidak mendadak tentu kamu bisa memilih model sesuai keinginanmu dan bisa tetap modis saat bepergian ‘kan? Oh ya, kenapa ukuran kabin? Menghemat waktu, karena koper tidak perlu dimasukkan ke bagasi pesawat, cukup dibawa di kabin, dan kalau kamu bepergian tidak dengan pesawat, ukuran koper juga tidak akan banyak memakan tempat.

6. Tote bag warna netral. Tas ini dapat memuat barang yang cukup banyak, setidaknya tidak hanya dompet dan ponsel, bahkan bisa dijadikan semacam kantong Doraemon.

7. Celana jeans berwarna gelap. Dengan paduan kemeja putih dan jeans gelap, kamu sudah bisa datang ke acara-acara non formal, bahkan aku pernah datang ke pesta perkawinan yang diadakan siang hari dengan padu padan seperti itu.

8. Cardigan. Mempunyai cardigan berbagai macam warna dan lebih dari satu tidak akan percuma, apalagi untuk mereka yang tidak kuat dengan hawa dingin AC.

9. Winter stocking, untuk mereka yang sudah bekerja, stocking ini akan menambah kesan tersendiri dalam berpakaian. Bahan winter stocking juga lebih kuat daripada stocking biasa, jadi kamu tidak perlu sering-sering membeli stocking baru karena robek. Selain itu, winter stocking ini berbahan tebal, yang bisa menahan dingin saat kamu di kantor, tapi kalau sedang keluar kantor, jangan terlalu banyak gerak ya, bisa-bisa kamu kepanasan nanti.

Kira-kira, itulah strategi berbelanja berdasarkan pengalamanku sendiri, semoga berguna, kalau ada yang ingin menambahkan, dengan senang hati aku terima.

“Hmmmm…musim diskon sebentar lagi ‘kan? Jadi, belanja kita? Shop till you drop, Gurls!

Sepatu Bersih, Sepatu Cantik…

Wednesday, July 16th, 2008

Musim diskon sudah hampir berakhir, seperti SOGO yang sempat aku datangi hari Minggu, 13 Juli 2008 lalu, menurut pramuniaganya bahwa hari itu adalah hari terakhir mereka memberikan potongan harga. Namun jangan takut, hingga saat ini masih ada toko yang memberikan potongan harga. Tengok saja Mango dan Zara yang masih menggelar diskon, walaupun keduanya juga mulai memasang new arrival untuk musim mendatang, di gerai-gerai mereka. 

Pertanyaan pertama yang ada di pikiranku adalah, coba dilihat lagi ada beberapa barang belanjaan yang berhasil dibeli? Ada penyesalan membeli barang-barang itu, atau bahagia karena mendapatkan barang yang selama ini diincar? Ada yang mulai khawatir menanti datangnya tagihan kartu kredit bulan ini? Semoga semuanya sudah diperhitungkan sebelumnya ya.

Kalau berdasarkan pengalaman aku sendiri, belanjaan yang paling sering diincar saat musim potongan harga adalah sepatu. Pasti ada ‘kan yang baru saja belanja sepatu baru? Apalagi model yang diberikan potongan harga itu adalah model yang sudah lama diincar, pasti tanpa pikir panjang lebar langsung minta ke pramuniaga untuk dicarikan ukuran yang sesuai, dan langsung bayar ke kasir. “Lah Cha, kadang ga ada diskon pun, ga pake acara mikir panjang. Kalo suka, pas, keren di kaki, langsung dech bayar.”

Lalu, kira-kira para pembeli sepatu ini, sudah tahu belum ya cara merawat sepatu kesayangan? Sayang ‘kan sepatu yang dibeli dengan mahal, dengan penantian panjang itu hanya bertahan sebentar, karena tidak tahu cara merawatnya. Kali ini aku akan merangkum beberapa tips merawat sepatu. Ada yang aku ambil dari artikel di internet, maupun berdasarkan pengalamanku sendiri. 

Sepatu Berbahan Suede

Sepatu berbahan suede ini, memang termasuk sulit dalam hal perawatannya. Sikat khusus sepatu untuk berbahan suede ini tersedia di toko-toko sepatu, walaupun sedikit sekali yang menjualnya.

Untuk membersihkan kotoran di sepatu berbahan suede ini, kamu bisa menyikatnya secara lembut dengan menggunakan sikat khusus itu. Namun pastikan sepatu kamu dalam keadaan kering. Sikatlah sepatu ke satu arah, jangan menyikat kedua arah yang berlawanan, untuk mengangkat kotoran yang menempel.

Untuk menghilangkan lecet yang terlihat jelas pada sepatu, sikatlah sepatu dengan sikat khusus itu ke dua arah yang berlawanan. Untuk lecet yang membandal, coba gosokkan area yang lecet dengan penghapus pensil.

Semprotkan dengan semprotan pelindung sepatu berbahan suede sejak pertama kali sepatu itu kamu beli, dan setiap kali setelah sepatu itu dibersihkan. Untuk sepatu yang tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama, simpanlah sepatu di dalam kotak sepatu, dan dibungkus dengan kertas pembungkus (yang biasanya juga sudah ada di dalam kotak, saat kita membeli sepatu). Pastikan tempat penyimpanannya jauh dari udara lembab, dan akses sinar matahari.

Informasi ini diambil dari artikel yang ditulis oleh Joy di http://www.answers.yahoo.com, dengan kata kunci cleaning suede shoes. Begitu pula dengan informasi selengkapnya mengenai penanganan secara tepat sepatu berbahan suede ini, bisa dilihat di halaman situs tersebut. 

Sepatu Berbahan Patent Leather

Membersihkan sepatu berbahan ini cukup mudah, tapi tidak dengan mencegahnya dari goresan. Sepatu berbahan ini mudah tergores, apalagi jika si pemakai tidak berjalan dengan hati-hati. 

Pembersih sepatu berbahan ini sudah banyak di jual di toko sepatu. Namun lebih mudahnya, kamu bisa juga menggunakan petroleum jelly yang banyak dijual di toko kecantikan atau apotek. Caranya adalah gosokkan petroleum jelly itu ke bagian yang kotor atau lecet hingga hilang. Lalu lanjutkan dengan menggosokkan ke seluruh bagian sepatu hingga mengkilat. Untuk lecet membandal pada sepatu patent leather warna hitammu, tutulkan marker berwarna hitam di atas kain setengah basah, lalu gosokkan pada bagian sepatu yang lecet, hingga lecetnya hilang.

Informasi ini diambil dari http://www.goodhousekeeping.com dengan kata kunci cleaning patent leather shoes

Sepatu Berbahan Kulit

Membersihkan sepatu berbahan ini sepertinya sudah sering kita lakukan. Semir-semir dan pembersih sepatu berbahan kulit, sangat mudah ditemukan di toko, bahkan tidak perlu datang ke toko khusus sepatu. Namun pastikan bahwa sebelum menyemirnya, kamu sudah menghilangkan kotoran dan debu yang menempel pada sepatu. 

Sepatu Berbahan Satin

Sepatu berbahan ini memang tampak indah dan elegan, tapi cukup sulit dalam perawatannya, apalagi untuk sepatu yang berwarna terang. Cara terbaik untuk membersihkan sepatu berbahan ini adalah dengan membawanya ke binatu khusus. Mungkin binatu yang bisa aku sarankan adalah binatu seperti Jeeves, yang memang spesialis pencucian baju-baju mewah dan yang berbahan sulit, juga sepatu dan tas, walaupun harga yang dipatok tidak seperti binatu lainnya. Pastinya jauh lebih mahal. 

Namun apa pun akan dilakukan bukan untuk barang kesayangan, termasuk sepatu satinmu? Daripada sepatu itu dicuci sendiri dan meninggalkan bekas air juga detergen yang masih menempel, lebih baik membawanya ke yang ahli, atau jika merasa tak sanggup merawatnya, lebih baik dipikirkan dua kali sebelum membeli sepatu satin ini, walaupun indah terlihat. 

Pemilihan, Pemakaian dan Perawatan Sepatu Secara Umum

Yang pasti bersihkan sepatu setelah dipakai. Untuk sepatu yang sering dipakai, simpanlah di tempat yang mudah diraih, sehingga jika kita terburu-buru, kita mudah mencarinya.

Sepatu harian, misalnya seperti sepatu sekolah, kuliah ataupun sepatu kantor, jangan hanya mempunyai satu pasang saja. Sediakan beberapa pasang sepatu, untuk dipakai berganti-ganti. Hal ini bukan hanya untuk fesyen, tapi juga untuk kesehatan. Dengan demikian sepatu tidak menjadi lembab, dan terhindar dari jamur yang dapat menyebabkan kaki berbau atau bahkan terkena penyakit kulit. 

Untuk para perempuan, tak perlu takut menggunakan sepatu hak tinggi andalan, sempatkanlah untuk  mengistirahatkan atau olahragakan kaki sejenak di tengah kesibukan kantor. Misalnya buka sepatu saat kamu duduk, dan putar-putar pergelangan kaki sebentar. Setibanya di rumah, kamu bisa rendam kakimu dengan air hangat dan juga garam mandi yang banyak dijual di toko perlengkapan aromaterapi atau spa. Jangan lupa saat di tempat tidur, dengan posisi badan terlentang, naikkan kedua kakimu sedemikian rupa sehingga posisi kaki lebih tinggi dari posisi badanmu. Hal ini agar aliran darah dapat kembali lancar. Namun ada baiknya juga tidak menggunakan sepatu tinggi setiap hari, atau setidaknya tinggi haknya tidak selalu sama.

Jika ingin membeli sepatu pesta, atau sepatu yang akan jarang dipakai, sebaiknya cari harga yang tidak terlalu mahal, atau cari sepatu mahal yang sudah mendapat potongan harga (ini akan jauh lebih baik). Pertama karena sepatu itu jarang dipakai, orang lain juga akan jarang melihat kita memakai sepatu itu. Kedua, sepatu yang harganya mahal biasanya juga didukung dengan kualitas sepatu yang kuat dan tahan banting. Sepatu kantor harian rasanya harus cukup kuat untuk mendukung aktivitas dan mobilitas kita selama di kantor. Bayangkan jika satu hari ada dua atau tiga klien yang harus didatangi, jika sepatu yang kita pakai tidak nyaman, tentu malah akan mengganggu kerja bukan?

Untuk sepatu yang depannya tertutup, jika sedang tidak dipakai usahakan selalu mengganjal bagian depannya itu dengan alat khusus yang terbuat dari plastik, seperti tongkat kecil berbentuk huruf L (beberapa merek sepatu, kadang menyertakannya saat kita membeli sepatu) yang menghubungkan ujung bagian depan dan bagian tumit sepatu itu. Namun jika alat itu tidak ada, ganjal bagian depan dengan kertas bekas yang diremas dan kemudian dimasukkan ke bagian depan sepatu. Hal ini agar menjaga bagian depan sepatu tidak melengkung ke dalam.

Sepatu yang jarang dipakai bisa disimpan di dalam kotak khusus sepatu. Setahuku di toko perkakas seperti Ace Hardware menjual kotak itu, dari kisaran harga Rp.20.000an-Rp.100.000an. Untuk yang harga Rp.20.000, hanya satu ukuran. Dapat menyimpan sepatu high heels andalanmu dengan posisi berdiri atau sepatu olahraga dengan posisi tidur. Kotak ini terdiri dari 2 warna, biru dan putih transparan, yang akan memudahkan kita untuk mengambil sepatu saat ingin digunakan. Untuk harga yang lebih mahal ada berbagai ukuran tergantung sepatu yang ingin disimpan di dalamnya, bahkan kotak sepatu untuk pria dan wanita juga dibedakan. Jangan lupa ya, jika menyimpan sepatu dalam kotak, pastikan sebelum menyimpannya, sepatu dalam keadaan bersih, dan tambahkan silica gel atau kapur barus di dalam kotak itu, untuk menghindari jamur. 

Seperti biasa, pesanku untuk yang membaca tulisan ini, jika kamu tahu informasi tambahan mengenai perawatan sepatu, silakan tuliskan komentar tambahan. Apalagi jika kamu mendapati kesalahan informasi tentang perawatan sepatu yang aku tulis di atas, aku akan senang menerima kritikan atau saran dari kamu, karena beberapa informasi di atas memang hasil terjemahanku sendiri.

Pemilihan artikel asli yang aku terjemahkan, berdasarkan hasil suara dan komentar para pengunjung situs tersebut dan juga hasil mereka yang sudah mencoba cara-cara yang disarankan dalam artikel tersebut. Tak ketinggalan, dari kredibilitas situs penyedia artikel-artikel tersebut.

Oh ya, satu lagi, jika kurang percaya dengan informasiku di sini, silakan berkunjung ke situs aslinya. Dijamin aku tak akan tersinggung.

Semoga berguna. 

Tak Perlu Berburu Sampai Ke Singapura…

Sunday, June 29th, 2008

Ajang Singapore Great Sale mungkin sudah tak asing terdengar oleh telinga kita. Namun, apakah telinga kamu masih asing mendengar Jakarta Great Sale?

Mungkin sedikit terdengar meniru Singapura, namun pesta diskon yang diselenggarakan di Jakarta tak kalah menarik dengan Singapura, ya walaupun aku baru sekali bertandang ke Singapura saat Singapore Great Sale ini diselenggarakan.

Juni, bertepatan dengan ulang tahun kota Jakarta, PemDa Jakarta berusaha untuk lebih memeriahkan kota, jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Acara tahunan seperti Pekan Raya Jakarta dan Jakarta Great Sale ini digelar sebulan lamanya. Surga belanja bagi para shopaholic atau impulsive buyer. Segala daya upaya dilakukan untuk dapat membeli barang kesukaan yang belum tentu diperlukan. Pernyataan seperti biasa yang terlontar oleh para maniak belanja yaitu “Mumpung diskon.”

Memang benar, tengah tahun sepertinya waktu tepat untuk berbelanja. Untuk membuat PemDa Jakarta menambah pemasukan daerah lebih dari biasanya. 

Tak usah banyak omong, aku hanya ingin menyampaikan pandangan mata, sebagai salah seorang penggila belanja yang selalu berusaha menahan diri, namun lebih sering gagal, dan terjerumus oleh iming-iming diskon.

Inilah hasilnya:

Zara: Diskon hingga 50 %, namun hati-hati untuk mereka yang tak terbiasa memakai merek ini. Mereka tak memperbolehkan untuk melakukan fitting. Diskon baru dimulai hari Kamis, 26 Juni 2008 jadi barang bagus mungkin masih banyak. Untuk mereka yang beratnya di bawah 45 kg, bisa memakai ukuran XS, untuk dress, dan bisa ukuran S untuk baju-baju seperti kaus. Untuk celana panjang maupun jeans, agak sulit menetukan ukuran yang pasti, karena sangat tergantung dengan bahan dan model celana itu sendiri. Harga dress cukup mendapat potongan harga yang besar listed price sekitar 700 ribuan menjadi 300 ribuan.

Mango: Diskon hingga 70% dan boleh fitting, tapi diskon sudah dimulai 1 minggu sebelum Zara. Jadi untuk mendapatkan barang yang bagus dan sesuai ukuran sudah semakin sulit. Barang yang mendapat potongan harga besar adalah barang-barang seperti kaus harian. Sedangkan untuk busana resmi seperti sack dress potongan harga tak terlalu jauh, cth: dari 500 ribuan menjadi 400 ribuan saja.

Debenhams: Diskon hingga 70%.

MPhosis: Sepertinya tidak ada diskon.

Top Shop dan Top Man: Tidak ada potongan harga, namun ada penawaran khusus seperti beli satu gratis satu.

Raoul: Ada barang-barang tertentu yang di diskon hingga 70%

Banana Republic: Diskon hingga 70%

Sports Station: Sepertinya diskon hingga 50%

Tomodachi Restoran: Diskon 50% dengan memakai kartu kredit tertentu.

Optik Melawai: Diskon 20%.

Dan menurut berita di surat kabar, pusat perbelanjaan yang mengikuti Jakarta Great Sale ini antara lain Pacific Place, Puri Indah Mall, Pondok Indah Mall, Senayan City, Plaza Senayan, Plaza Semanggi.

Namun jika ada kesalahan peserta Jakarta Great Sale ini, dan teman-teman mengetahuinya, silakan diralat, atau jika ada yang ingin membagi informasi potongan harga yang diselenggarakan toko-toko yang belum disebutkan di atas juga silakan ditambahkan. 

Bagi mereka yang tak berencana liburan ke luar kota dan juga memiliki hobi belanja, sepertinya ajang diskon ini dapat dijadikan alternatif pengganti liburan yang notabene sebagai penghilang stres, begitu pun juga belanja, yang bisa mengatasi kepenatan (walau kadang hanya sebentar, saat kita belum sadar bahwa kita belanja terlalu banyak). 

Selain itu, belanja di Jakarta, tak perlu mengeluarkan biaya tiket pesawat (buat mereka yang tinggal di JaBoDeTaBek dan mungkin juga Bandung) apalagi fiskal, jadi tentu lebih hemat.

Saranku jika ingin liburan, carilah tempat yang mempunyai kekhususan atau keunikan lainnya selain hanya untuk tempat berbelanja. Misalnya Bali yang punya nilai plus sebagai tempat menyenangkan wisata air.

Tips satu lagi, perhatikan sms yang dikirim langsung ke ponsel kamu, dari para penerbit kartu kredit tertentu, biasanya ada preview sale untuk para pemegang kartu kredit. Kamu bisa diuntungkan, karena dengan preview sale ini bisa mendapat barang bagus, ukuran masih banyak tersedia, dan sainganmu tidak terlalu banyak. 

Jadi tak perlu berburu belanjaan sampai ke Singapura ‘kan?

Shop till you drop gurls… 

Menambah Koleksi Baju Renang…

Monday, March 3rd, 2008

Dulu…baju jenis ini, baju yang paling bikin aku sebel, bikin sirik, dan jelas terhapus dari daftar belanjaanku. Sebel karena bagiku tak ada gunanya. Sirik dibuatnya karena motif dan modelnya yang lucu, yang menggodaku untuk membeli, tapi sekali lagi, tak ada gunanya untuk aku.

Kenapa? Jawabannya adalah, dulu aku tak bisa berenang. Sebenarnya bisa, tapi karena satu kejadian traumatik, aku jadi tak berani lagi nyemplung di air.

Sampai akhir tahun 2003, belum pernah aku beli sendiri baju renang. Dari kecil hingga tahun 2003 ini, baju renang yang aku miliki, adalah hasil pemberian dari orang lain, mungkin maksud mereka adalah ingin memotivasiku untuk bisa berenang lagi. Satu lagi, baju renang-baju renang itu pun lupa aku simpan di mana.

Karena keadaan memaksa, September tahun tersebut aku mau liburan ke Manado, dan agenda utamanya adalah bermain air, jadilah aku membeli baju renang. Model yang sangat sederhana, dengan warna kombinasi biru tua, merah dan putih membentuk motif banyak lingkaran.

Di Manado, baju itu pun nyaris tak berguna, karena aku nyaris mengurungkan diri nyemplung ke laut untuk snorkling. Untung ketakutan itu berhasil aku atasi berkat seseorang.

Tiga tahun baju renang itu tersimpan dengan baik di lemari pakaianku. Sampai pertengahan 2006. Aku mulai belajar renang, berkat seseorang yang sangat aku percaya. Tidak sulit ternyata, tidak memerlukan waktu yang lama. Hanya 2 kali nyemplung di kolam renang, selama 2 kali hari Minggu, aku pun sudah bisa mengambang, meluncur dan bermain-main di air, tidak tenggelam. Jadilah, dari pertengahan hingga akhir 2006, hampir tiap minggu aku berenang. Hobi baru sepertinya.

Seringnya aku melakukan aktivitas yang satu ini, rasanya mempunyai satu baju renang saja tidak cukup. Oleh sebab itu, aku kemudian mencari satu baju renang lagi, untuk dipakai bergantian “Bosen khan baju renangnya itu-itu mulukh”. Sekarang sudah masuk ke dalam daftar belanjaanku.

Kalau baju renangku yang pertama, mewakili perjalanan liburanku ke Manado, baju renang yang kedua yang bewarna biru muda dan putih, mewakili perjalananku ke Bali, Februari 2007. Walaupun alasan aku membelinya bukan karena aku ingin ke Bali saat itu.

November 2007, berencana ke Bali lagi. Tak tahu kenapa, ingin sekali menambah koleksi baju renangku lagi. Tadinya kali ini aku ingin mencari baju renang yang lebih ke model beach wear seperti yang dikeluarkan oleh merk-merk baju surfing yang banyak di Bali, dan bukan model konvensional yang biasa dipakai oleh atlet-atlet renang pada umumnya. Namun mencari baju renang seperti itu di Jakarta, sangat sulit. Sulit bukan berarti tidak ada. Giliran aku temukan satu butik khusus baju-baju renang yang ada di pusat perbelanjaan besar di bilangan Pondok Indah, begitu liat harganya aku memutuskan untuk tidak jadi membeli. Baju renang dengan harga lebih dari Rp.300.000 aku rasa terbilang mahal, karena baju jenis ini, akan sangat jarang dipakai, saat aku berada di Jakarta. Dengan catatan kalau baju ini dipakai sesuai dengan fungsinya.

Apa boleh buat, akhirnya aku membeli satu baju renang, merk dari salah satu produsen baju-baju renang dan peralatan yang berhubungan dengan renang, yang berinisial S. Ya, lagi-lagi model konvensional dan sangat sporty, bewarna biru tua, dengan dua garis biru muda pada sisi samping kiri dan kanan.

Februari 2008, ke Bali lagi. Niatku, kali ini di Bali ingin mencari baju renang yang modelnya beda dari yang sudah aku miliki. Namun, model yang aku suka, dan pas di badan, harganya nyaris setengah juta. Memang sih, kalau dikurs cuma 40 Euro, apalagi ini buatan Italia. Tau khan merk dengan inisial N, kata ini diulang, dan diakhiri dengan kata “intimo”. Huh, tak jadi lagi menambah koleksi baju renangku.

Dasar manusia seperti aku ini, kalau sudah ada maunya akan dikejar sampai aku dapat. Berjalan-jalan di pusat perbelanjaan di daerah Puri Indah, tanpa tujuan, dan iseng melihat ke daerah baju-baju renang di jual, tetapi kembali kekecewaan yang aku temui. Modelnya tak ada yang bagus, motifnya juga tak ada yang aku suka. Kembali berjalan, kali ini melewati tempat di mana baju dalam wanita di jual, dan akhirnya mataku menemukan satu baju renang, dengan motif dan model yang aku suka, beda dengan yang sudah aku miliki di rumah. Pastinya dengan harga yang tidak semahal si merk Italia itu. Kali ini motif kotak-kotak, merah muda, putih dan oranye. Model halter neck dan three pieces. Senangnya, dan rasanya tak sabar untuk bisa liburan lagi, bermain air. Kapan ya? Tak sabar untuk mendengar ada yang menelepon dan bilang “Cha elu mau nyusul ke Bali ngga?”