Posts Tagged ‘Fauna’

Penggalangan Dana Untuk Rumah Penampungan Hewan Pejaten…

Tuesday, August 11th, 2009

Artikel diambil dengan izin penulis aseli (Shirly Tiolina), dari AdopsiAnjingDotCom

Teman- teman, kali ini kita ada misi baru lagi

Setelah membantu Pak Tri, kali ini kami berencana membangun Pejaten Shelter (Jakarta Selatan). Karena kita semua tahu dan dapat melihat sendiri, masih sangat amat banyak hewan-hewan terlantar di sekitar kita.
- Anjing dan kucing liar yang terlindas kendaraan di jalanan.

– Anjing dan kucing yang disuntik tidur oleh pet shop karena sudah tidak mampu breeding atau karena cacat sehingga tidak bisa dijual lagi.

– Kuda-kuda tua yang ditelantarkan begitu saja oleh pemiliknya karena tidak mampu lagi menarik delman.

– Monyet-monyet kecil yang kurus yang menari menggunakan topeng – meminta belas kasihan pengemudi mobil di tepi jalan raya yang macet.

Ini contohnya :

Pincang

Kami memanggilnya “Si Pincang”, karena anjing terlantar ini tidak diketahui namanya sampai ditemukan oleh salah satu rekan kita dengan kaki terpelintir dan terluka karena dibacok orang tidak bertanggung jawab. Pincang selalu meringis kesakitan dan sangat trauma dengan manusia.

Byron

Byron, ditemukan oleh rekan iCARE di sebuah Gereja di Kelapa Gading. Setelah dibuang ke gereja itu, ternyata Byron bernasib buruk akibat penyakit kulit yang mengancam hidupnya jika tidak diobati. Saudara-saudara Byron di gereja tersebut juga terancam keberadaannya, karena diketahui satu per satu anak/saudara Byron “menghilang”.

Blacky
Blacky, rotweiller jantan ini ditemukan sedang ditambatkan di sebuah tiang listrik di tepi jalan raya. Dia dengan tega ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya. Sendirian, kelaparan, tanpa makan, tanpa minum. Tanpa belas kasih sayang.

Bagaimana perasaan Anda jika melihat hewan seperti Blacky, Byron, atau si Pincang? Apakah Anda merasa kasihan atau tidak peduli?

Apakah Anda ingin membantu memelihara atau menampungnya?

Atau mungkin Anda tidak bisa menampung tapi ingin membantu lewat sumbangan?

Peduli, adalah titik awal dari perbaikan nasib hewan dan satwa yang masih sangat banyak menderita di sekitar kita, seperti si Blacky, Pincang, dan Byron. Kepedulian kita, tidak cukup melalui kata-kata atau perasaan kasihan semata.

Kita bisa melakukan lebih dari itu!

Menampung dan merawat hewan-hewan terlantar (seperti Pak Tri dan sebagian besar dari kita semua), donasi dan kegiatan sosial melalui komunitas penyayang hewan yang banyak melakukan program sterilisasi massal, merupakan contoh-contoh tindakan nyata dari usaha manusia untuk melindungi hewan-hewan yang tidak berdaya.

Apakah nasib hewan-hewan terlantar semakin membaik melalui kegiatan-kegiatan ini? Jawabannya, “Ya, tetapi hanya sedikit. Karena ada keterbatasan dari kita semua.”

– Bagaimana dengan hewan-hewan yang tidak teradopsi karena sudah tua sehingga tidak ada yang ingin merawat mereka?

– Bagaimana dengan anjing dan kucing liar yang dikembalikan ke jalanan setelah disteril ternyata menemui kematian akibat infeksi karena tidak ada perawatan pasca operasi?

– Bagaimana nasib mereka yang ter lantar di jalanan tanpa kasih sayang, perlindungan, dan makan-minum yang layak, yang sebetulnya justru itu yang paling dibutuhkan?

Untuk itu, sebagian dari rekan-rekan yang bergabung di komunitas adopsianjing.com – yang dipertemukan melalui penggalangan dana untuk Pak Tri – menggagas pembangunan Rumah penampungan hewan terlantar, yang terletak di Pejaten, Jakarta Selatan.

Apa tujuan pembangunan rumah penampungan ini?

Walaupun untuk saat ini masih dipusatkan di Jakarta, akan sangat banyak manfaat dari rumah yang akan dibangun ini:

– Menjadi tempat penampungan, perlindungan, dan perawatan hewan-hewan (anjing, kucing, kuda maupun monyet) yang ditelantarkan, baik yang sifatnya sementara maupun permanen.

– Menjadi “penghubung” dengan komunitas / organisasi penyayang hewan lainnya untuk membantu proses seleksi adopsi.

– Membantu program sterilisasi dengan bekerja sama dengan dokter hewan terpercaya.

– Memberikan kesempatan dan tempat bagi rekan-rekan yang secara sukarela ingin membantu kegiatan sosial pe nyelamatan hewan-hewan terlantar melalui program rescue maupun perawatan secara berkala.

Kami sangat menyadari bahwa kami tidak mampu melakukan semuanya sendiri, dan seperti halnya keterbatasan yang kita semua miliki, kami mengajak teman-teman semua untuk berpartisipasi dalam pembangunan rumah penampungan ini.

Bagaimana kondisi rumah penampungan saat ini?

1. Lahan merupakan milik Dr. Susana Somali (Dr. Susan), seluas 1,5 ha. Dr Susan adalah seorang penyayang hewan hingga saat ini merawat sekitar 40 ekor anjing dan kucing di kediamannya sendiri, dan juga terlibat saat penggalangan dana untuk Pak Tri.

2. Saat ini sudah dibangun 6 kamar untuk menampung 11 ekor anjing dewasa dan puppies, yang sanitasinya baik dan bersih, serta beberapa ekor kucing yang berkeliaran bebas di sebagian lahan.

3. Sedang dibangun sebuah Warung tempat makan di lahan tersebut, yang konsepnya “Go Green”, yang direncanakan sebagai salah satu sumber dana untuk perawatan hewan-hewan yang ditampung (semacam subsidi silang supaya kehidupan mereka terjamin), dan sekaligus “merangkul” penduduk sekitar untuk turut berpartisipasi dan diedukasi tentang perlindungan hewan terlantar.

Apa rencana berikutnya?

1. Pembangunan 20-25 kamar kecil di rumah penampungan tersebut untuk menampung lebih banyak lagi hewan-hewan terlantar yang saat ini kami hentikan dulu karena keterbatasan tempat penampungan.

2. Merakit kendaraan khusus untuk melakukan rescue (saat ini kami bergantian menggunakan kendaraan pribadi sehingga kurang maksimal karena keterbatasan waktu).

3. Melengkapi peralatan rescue yang dibuat sendiri (seperti alat tulup / bius tembak yang harus digunakan untuk hewan-hewan yang sangat liar dan takut terhadap manusia).

Bagaimana Saya Dapat Membantu?

Untuk membantu lebih banyak lagi hewan-hewan terlantar, rumah penampungan ini membutuhkan dana sekitar 30 juta rupiah, dengan rincian:

– Besi CNP 10cm x 3,5cm x 2,1mm = 24 batang
– Besi CNP 7,5 cm x 2,5 cm 2,1 mm = 40 batang
– Besi siku 50 x 50 = 60 batang
– Besi beton no 10 = 100 batang
– Besi beton no 8 = 90 batang
– Pasir = 4 truk
– Pasir Dam (Sir dam) = 4 truk
– Semen = 70 sack
– Asbes = 60 lembar
– Paku asbes = 1 kotak
– Kabel listrik = 6 roll
– Fitting lampu = 12 buah
– Kawat kandang yang seperti lapangan tennis = 6 gulung

Teman-teman dipersilakan juga untuk membantu dalam bentuk bahan bangunan di atas.

Selain itu, kami juga membuka kesempatan bagi teman-teman untuk membantu perawatan hewan-hewan terlantar yang sudah ada saat ini melalui sumbangan:

1. Dog food kering, beras, koran bekas, kandang bekas layak pakai, makanan segar seperti kepala/kaki ayam dan daging mentah, susu lactose untuk bayi

2. Rice cooker bekas dan layak pakai untuk menanak nasi dan merebus bahan makanan agar lembek / lunak untuk dimakan

3. Perawatan anjing dan kucing: shampo, handuk, bedak kutu, kandang bekas tetapi masih bisa digunakan (untuk tempat perawatan sementara), rantai / kalung anjing/kucing

4. Informasi mengenai pengasuh/orang yang telaten merawat hewan-hewan terlantar untuk diwawancara oleh Dr Susan, yang saat ini sangat dibutuhkan di rumah penampungan ini

5. Adopsi dan menyebarkan informasi pencarian adopter (informasi tentang hewan yang akan diadopsi akan disusulkan)

Bagaimana Cara Donasinya?

– Untuk sumbangan berupa dana, bisa disalurkan melalui Shirly Tiolina Pasaribu

rek BCA KCP Tebet Barat Raya, no rek 436 1585 636

rek Permata Cabang Graha Surya Internusa, Kuningan, no rek 41009 1234 7

– Untuk sumbangan berupa barang, dapat disalurkan langsung ke lokasi rumah penampungan:
“Warung Kampung”

Jl. Pejaten Barat
Depan SMIP Pariwisata / kantor PDK (dekat Sekolah Gonzaga)
No telp 021 70776576 atau 0818872761 (Dr. Susan)

Terima kasih banyak untuk perhatian kalian. Tolong kabari temen-temen kalian juga yah untuk ikut membantu. Kiranya Tuhan dapat membantu meringankan nasib binatang-binatang terlantar lewat bantuan kalian.

Sterilisasi dan Vaksinasi Gratis Untuk Anjing/Kucing Liar/Pemilik Kurang Mampu…

Monday, July 20th, 2009

Bagi mereka yang mengetahui bahwa ada anjing dan/atau kucing yang perlu disterilisasi/vaksinasi, segera hubungi Vet Koes.

Setidaknya ini bisa mengurangi jumlah hewan liar di Jakarta dan penyakitnya.

Drh C. Koesharjono (Vet Koes) mengadakan proses sterilisasi dan vaksinasi massal untuk anjing dan kucing terlantar/yang dimiliki oleh owner kurang mampu.

Please pay attention to these details!

Registrasi : Vet Koes : 0855.1013970 mulai tanggal 13 Juli.

Terbatas untuk : hewan liar/pemilik yang kurang mampu

JADWAL STERILISASI/VAKSINASI
Waktu : 20-26 July 09,  pukul 09.00-17.00 WIB
Tempat : Klinik drh. C.Koesharjono, Jl. Wijaya Kusuma I/26 Depkes RI, Fatmawati Jaksel.

Catatan:
1. Seleksi oleh vet Koes, jadi silakan langsung menghubungi/kontak nomor di atas.
2. Ada kemungkinan pasien ditolak utk gratis bila pemilik masih dianggap mampu utk membayar.

*Mohon maaf atas keterlambatan publikasi berita ini, semoga belum terlalu terlambat.*

Bukan Lagi Hanya Sebagai Teman…

Sunday, July 5th, 2009

Membicarakan seputar pemeliharaan anjing dengan teman-teman saya sesama pencinta hewan lucu ini memang tak pernah ada habisnya.

Kebanyakan dari kami, sudah menganggap hewan yang awalnya hanya sebagai peliharaan kami ini, adalah bagai anak-anak sendiri. Bukan lagi sebagai teman ataupun sahabat saja. Bagaimana tidak kami anggap sebagai anak sendiri, lah wong mereka selalu membuat kami senang, dan hilang rasa lelah sepulang kami bekerja, saat mereka sakit bisa-bisa kami pun juga ikut sakit, dan saat kami sedih mereka juga seolah tahu dan berusaha menghibur.

Hal-hal tersebut semakin saya rasakan dari hari ke hari. Sepulang kantor, bisa dipastikan mereka-lah yang pertama kali saya sentuh setelah meletakkan tas. Kibasan ekor dan tarian selamat datang sudah mereka pertunjukkan tiap saya sampai di rumah. Dan jika hal itu tidak dipertunjukkan seheboh biasanya, adalah pertanda bahwa kondisi badan mereka tidak baik, yang membuat saya pun kemudian mulai mengajak bicara dan memeriksa mereka. Mungkin, jika saja dulu saya tidak cacat di mata pelajaran-mata pelajaran jurusan IPA, saya sudah berprofesi sebagai dokter hewan saat ini.

Anjing adalah satu-satunya hewan yang tidak pernah absen tinggal di rumah keluarga saya. Bahkan lebih sering jumlah mereka lebih banyak daripada jumlah manusia yang tinggal di sini. Dan kebanyakan anjing-anjing itu adalah pemberian dari orang lain, ada yang diberikan sejak mereka masih bayi, ada yang sudah besar baik anjing kampung maupun ras yang sudah tidak diinginkan oleh pemilik sebelumnya, ada yang memungut dari jalan, ada pula yang dibuang ke dalam halaman rumah.

Anjing-anjing yang berada di rumah saya, termasuk anjing yang beruntung, karena mempunyai tempat tinggal dan orang-orang sekitar yang sayang pada mereka. Dan membuat saya miris saat membayangkan atau melihat anjing-anjing di jalanan yang tak bernasib sama dengan anjing-anjing di rumah saya.

Kecintaan pada anjing khususnya, membuat saya tergabung dalam grup-grup pencinta hewan ini, termasuk grup Angels of Paw. Melalui situs ini saya mengetahui bahwa ternyata masih banyak orang di luar sana yang peduli terhadap binatang liar, binatang jalanan, termasuk Pak Triyono yang sukarela memelihara anak-anak panti asuhannya dengan suka cita dan cinta, walaupun masalah silih berganti datang menimpa beliau dan anak-anak yang lucu itu.

Informasi Pak Tri ini saya dapatkan dari milis grup Angels of Paw ini pertengahan Juni lalu. Namun saat itu saya hanya bisa membantu sebatas penyebaran berita (belum membantu dalam finansial) kondisi Pak Tri, dan anak-anaknya yang saat ini sangat membutuhkan bantuan pelunasan cicilan rumah tinggal mereka. Kebetulan saat saya membuka Facebook beberapa hari lalu ada halaman samping yang menginformasi kondisi Pak Tri ini, dan dari sana saya mendapatkan tautan situs yang dibuka khusus untuk menggalang dana untuk beliau dan anak-anaknya, yaitu situs Adopsi Anjing.

Setelah berkunjung ke situs tersebut, saya semakin sukarela untuk membantu menyebarkan informasi ini lebih luas lagi melalui situs pribadi saya, dan tentu dengan izin pemilik situs Adopsi Anjing itu; serta menyisihkan sedikit hasil kerja saya sebulan ini untuk Pak Tri dan anak-anaknya.

Saya ikut senang mendengar perkembangan yang sangat pesat donasi-donasi yang masuk melalui rekening Shirly Tiolina. Dari hari ke hari saya turut memantau daftar donasi yang masuk, karena beberapa hari belakangan ini, saya sudah seperti “debt collector” mengingatkan ke orang-orang terdekat melalui Yahoo Messenger, SMS, BBM, dan berbagai cara untuk membantu.

“Mau nyumbang ga? Buka adopsianjing.com deh, 10 ribu aja, mbantu banget lo.”

Dan saya merasa senang lagi, karena tanggapan mereka positif dan mau menyumbang bahkan dengan jumlah yang lebih dari jumlah minimum yang disyaratkan untuk transaksi transfer melalui mesin ATM.

Untuk teman-teman dan saudara, yang sudah bersedia saya “todong” terima kasih banyak ya. Dan untuk teman-teman lain yang sudah menyanggupi menyumbang, tetap saya tunggu berita baiknya dengan munculnya nama kalian di daftar donatur di situs Adopsi Anjing tersebut. Sekali lagi berapa pun jumlahnya, walaupun minimal Rp.10.000 sesuai syarat transaksi transfer melalui mesin ATM. Anjing-anjing, kucing-kucing, ular atau hewan peliharaan kalian di rumah, adalah hewan yang beruntung, termasuk anak-anaknya Pak Tri juga saat ini termasuk beruntung, tapi bayangkan kalau sampai mereka kehilangan rumah? Masih beruntungkah mereka? Dan bagaimana perasaan Pak Tri yang selama ini merawat mereka? Pasti ikut sedih ‘kan?

Tenang saja, usaha Shirly dan teman-temannya bukanlah usaha penipuan. Dan untuk informasi bagi kalian, saya tahu persis saat ini Shirly bekerja di mana, jadi tak perlu khawatir (“Jadi kalo ada apa-apa “nangkep”nya gampang ya Shir? Huahahahahah, becanda Non!”).

Bagi mereka yang ingin menyumbang ataupun mendaftar program adopsi, bisa menghubungi Shirly melalui situs Adopsi Anjing yang bisa diklik di sini. Dan yang ingin memberikan sumbangan berupa makanan kering/beras ataupun barang-barang, bisa menghubungi Jakarta Animal Aid Network, untuk koordinasi penerimaan barang dan penyalurannya.

Namun karena banyak juga yang menanyakan langsung nomor rekening Shirly kepada saya, maka pada entri ini saya putuskan dan juga atas izin dari Shirly, untuk mencantumkan nomor rekening Shirly:

Shirly Tiolina

Bank BCA, Nomor Rekening: 4361585636

Oh ya, bagi yang sudah menyumbang, daftar nama donatur bisa dilihat di situs Adopsi Anjing itu pula.

Terima kasih ya teman-teman, Pak Tri dan anak-anaknya pasti senang.

—-

“One of my dream jobs in the future: punya dog shelter, selain pekerjaan penulis dan pengajar. Woi Bebbi, Dhani, Diko, Anton, kerja, ngumpulin duit, kita buka breeder Golden “bodo” itu plus penampungan dogie yak, kayak yang udah kita omongin di obrolan khayalan kite waktu itu. Idup ama mereka itu sangat menyenangkan!”

“Hmmm ‘Cha, breeder? Kayaknya elo bakal rugi, bakalan kagak ada yang rela elo jual tuh GoldRet hahahhahaha!”

“Duuuhhh kamu lucu-lucu banget sih, Nak.”

Kisah Sedih Seorang Penyayang…

Wednesday, July 1st, 2009

Lima puluh anjing dan kucing terbuang. TELANTAR. Diabaikan oleh pemiliknya yang tidak bertanggung jawab. Hanya karena mereka tidak “cantik dan sempurna“.

Untungnya, masih ada secercah cahaya bagi kehidupan puluhan binatang malang itu. Adalah PAK TRI, yang mencintai mereka sepenuh hati. Dia merengkuh mereka dengan kasih sayang tulus. Dia sembuhkan luka-luka mereka, dan membawa mereka pulang. Tiap hari dia tak pernah lelah menyelimuti mereka, menyiapkan makan untuk mereka, dan menyediakan atap demi melindungi mereka dari terik mentari dan curahan hujan.

Pak Tri bukan orang berlebih harta. Hidupnya sederhana dan bersahaja. Tapi dia tidak pernah merasa rugi barang sedikit pun selama mengasuh puluhan anjing dan kucing telantar itu.

CELAKANYA, ujian datang silih berganti. Dan kini Pak Tri beserta “anak-anak” kesayangannya itu terancam terusir ke jalanan. Bagaimana mereka dapat bertahan hidup nantinya bila itu terjadi?

Awal mula cerita….

IMG_1675

Pada mulanya Pak Tri tinggal di daerah Tanjung Duren. Setelah merawat satu demi persatu binatang yang terluka, pada saat itu anjing dan kucingnya mencapai 50 ekor. Walaupun tempat tinggalnya tidak besar, Pak Tri rela berbagi dan membagi penghasilannya untuk memberi makan hewan-hewan terlantar ini. Pria paruh baya yang mencari nafkah dari menggarap plang dan spanduk ini tidak pernah mengomel atau mengeluh.

Senyum dan kasih selalu diberikannya bagi para penghuni ‘panti asuhan’ nya. Dan hewan-hewan ini pun mengerti, meskipun mereka hewan liar yang terbuang, dengan trauma yang mendalam. Mereka hidup akur satu dengan yang lainnya, anjing dan kucing, yang keturunan ras dan kampung.  Seakan mereka berkata, kita semua saudara senasib sepenanggungan.

Dan ketika nama Pak Tri mulai terkenal, maka rumah Pak Tri menjadi rujukan bagi mereka yang mempunyai anjing atau kucing sebatang kara yang ingin dititipkan. Meskipun rumahnya sudah sesak, dan hewan-hewan yang dititipkan tidak semuanya dalam keadaan sehat, tapi Pak Tri tetap dengan rela menerima dan merawat mereka.

Berpindah…..

IMG_1674Namun para tetangga mulai menentang Pak Tri. Dengan dalih merasa terganggu mereka menyatakan ketidak senangannya dengan aktivitas Pak Tri ini. Pak Tri pun dihadapkan kepada dua pilihan. Melepaskan anjing dan kucing terlantar itu ke jalan atau mencari tempat baru. Sebagai orang biasa, tentu bukan hal yang mudah bagi Pak Tri untuk pindah dan membeli tanah yang baru.

Untunglah dengan meminjam kepada Bank, Pak Tri bisa mendapatkan tempat tinggal baru di Batu Ceper, Tangerang. Untuk sementara dia bisa bernafas lega.

Krisis….

IMG_1679Saat ini, Pak Tri tinggal bersama 2 orang temannya yang membantu perawatan rumah serta anjing & kucingnya, yang mencapai 30 ekor (25 ekor anjing + 5 ekor kucing). Krisis ekonomi yang menghantam mengakibatkan sejumlah pembeli spanduk dan cetakannya kesulitan membayar. Dengan jumlah pesanan yang menurun, memelihara semua binatang ini menjadi beban tersendiri bagi Pak Tri.  Apalagi Pak Tri masih dibebani cicilan tanah nya yang sudah menunggak beberapa bulan. Hal ini mengakibatkan dia menjadi ragu dan sedih akan masa depan ‘panti asuhannya’.

Bukan semata karena takut kehilangan anijng dan kucing nya, tapi dia takut akan kehilangan kesempatan untuk terus menjadi penyayang dan pengasuh para binatang yang terluka. Berapa banyak binatang terluka yang tidak bisa ia selamatkan jika ia tidak punya tempat tinggal. Saat ini para anjing dan kucing itu hanya makan air rebusan tulang dan nasi putih. Sumbangan makanan terus berdatangan walau tidak rutin, namun masalah terbesar Pak Tri adalah tempat tinggalnya.

P1020209Saat ini Pak Tri telah mendapat Surat Peringatan ke-3. Jika tidak segera membayar, bank akan menyita rumahnya. Bila itu terjadi, Pak Tri dan para binatang telantar itu pastilah terlunta-lunta di jalanan.
Tapi… Masih ada waktu untuk mencegahnya…
Masih ada peluang untuk menyelamatkan Pak Tri dan puluhan anjing dan kucingnya…

Dan ANDA YANG DAPAT MELAKUKAN ITU!
ANDA ADALAH SECERCAH HARAPAN BAGI MEREKA!

Bila hati Anda tergerak untuk membantu Pak Tri dan puluhan binatang malang itu, Anda dapat:
1. Mengadopsi anjing atau kucing tersebut. Yang semuanya tentu saja dalam kondisi sehat dan sudah steril; atau,
2. Menyumbang uang (berapa pun jumlahnya – 10 ribu perak pun membantu) demi pelunasan cicilan rumah Pak Tri.

Bagi kamu yang ingin membantu Pak Tri dalam bentuk apapun, silakan klik di Adopsi Anjing.

Ada Mbak Shirly yang siap membantu untuk mengkoordinir dana (serta nomor rekening yang bisa untuk penyaluran dana) dan sumbangan berupa makanan hewan/beras yang masuk, serta proses pengadopsian anjing dan kucing tersebut.

—-

“Hayooo, yang katanya para pencinta binatang…segera bantu…look how cute their faces…full of love…unconditional!!!”
—-

Konten entri adalah properti dari situs Adopsi Anjing Center (setelah mendapatkan izin dari Mbak Shirly untuk mempublikasikan ini di situs pribadi saya).

Need Your Donation A.S.A.P!!!…

Monday, June 15th, 2009

Letter from Angel of Paws Moderator…

Hi members, few days ago few of our members receive an email about a guy who takes care of 22 stray dogs and 15 cats. He’s an incredible guy with a good heart. His name is Pak Triyono.
He lives in Batuceper Kalideres, Tangerang.

He runs a “Spanduk Business” where he would print and designs other businesses’ logo for several businesses where mostly are for property agents.

With his own money, he would take care of these dogs and cats. Since, the subprime mortgage crisis, he’s business has been crumbling down. His monthly revenue that was usually about Rp 80,000,000 ($8,000) has gone down to ($2,000).

The problem also has increased because he has an interest payment to pay every month, about Rp 6 million ($600) for his house where he takes care of those dogs. He has not been able to pay this amount, which made his immediate debt went to Rp33 million ($3,300). His priority now is to pay Rp 32,647,322,- (about $3,300 for Jan09- June 09 debt) ASAP or Panin Bank will take over his house and the animals will be on the streets.
His full debt is Rp 325 million.

Therefore, since there are 179 members of you in this, I would like to ask for your help to donate money to amount $3,300. That would be about $20 for each of you (Rp 200,000).

When you transfer the money to Angels of Paws account at 164 031 8500,Bank BCA branch Kalimalang Joyce Aryani Gunawan, please email your proof at angelsofpaws@gmail.com

In the meantime, here are what AOP plan to do:

  • Getting the proof of payment to Bank Panin and post it to you all on Facebook.
  • I, Yuri will personally coach Pak Tri business so that his business can be profitable and works without him.
  • Creating Communities of committed people that want to adopt dogs and cats from Pak Tri as well as other places such as JAAN, ICare and the streets.
  • Getting exposure over the web through Pak Didi (on of the founders of detik.com, now have his own site politikana.com).

I thank you for your help, and please DONATE NOW!! safe those animals life now!!