Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Aku, Kamu dan Dia…(2)

Monday, February 25th, 2013

“Dania! Dan!”

“Woooii…dah beli tiket loe, Ti?”

“Udin. Makan dulu kita?”

“Masih sempet ga yak? Ga telat nontonnya ntar?”

“Masih, kalo yang masak kagak pake lama. Gimana percintaan?”

“Yah, masih runyam seperti biasa.”

“Sama sapa loe sekarang?”

“Sama kayak elo. Sama laki orang.”

“Bwahahahaha…senasib kita.”

“Sepertinya.”

“Manah sinih liat potonya. Ketemu di mana loe?”

“Singapore. Trainer gue. Juli tahun lalu.”

“Udah ngapain aja loe sama dia?”

“Udah ke Singapore lagi gue sama dia, tengah November kemaren.”

“Berdua doank?”

“Ya iyalah masakh sama bininya. Nah elo? Sama tuh laki gimana?”

“Masih asik-asikan lah gue. Tiap pagi dia mampir ke rumah. Biasa, quickie sebelom ngantor.”

“Gila loe ya. Berani juga loe ya satu kantor begono, satu divisi pulakh.”

“Pernah gue ciuman di tangga darurat.”

“Huahahaha…serius lu?”

“Serius!”

Esti, manusia kampret yang tak tahu kenapa dari dulu selalu menghampiriku untuk urusan kuliah. Berasa jadi asisten dosen sepanjang masa untuk dirinya, bahkan sampai dia mempersiapkan tugas akhirnya. Bicara dengan sahabatku yang satu itu sering ga perlu pake otak. We can say anything. Just throw up and put everything on the table. Termasuk urusan percintaan. Yang sama-sama sedang menjadi kekasih suami orang. Apa memang yang seharusnya ga boleh itu lebih menantang? Yah…it is, setidaknya untuk aku.

Hmmmm…jadi ingat kepergianku November lalu ke Singapura dengan Mas Chandra. Ini ke tiga kalianya dia mengajakku untuk menemaninya bepergian ke luar negeri. Dua ajakan sebelumnya aku tolak, karena memang sedang tidak memungkinkan. Yahh…pekerjaannya memang sering membuatnya pergi ke luar negeri, setidaknya hingga akhir tahun lalu…

“Eh Babe…aku tengah November nanti ke Singapur.”

“Asik, aku mulai nyari tiket ya. Eh bentar…you want me to come or not?”

“Mau dong.”

“Tapi kamu bakal sibuk banget bukan selama di sana?”

“Sesinya khan cuma sampai sore, malemnya kita bisa nonton or makan malem bareng.”

Konfirmasinya membuatku akhirnya memutuskan ikut pergi dengannya. Kembali menikmati Singapura, dan kali ini hanya berdua. Akan menyenangkan sepertinya.

Tiket pesawat segera kubeli melalui on-line. Dan kali ini dia membiarkan aku untuk memesankan hotel manapun seperti yang aku mau, termasuk memberikan nomor kartu kreditnya lengkap dengan security number-nya.

“Haaah…all done…tiket and urusan hotel beres. Tinggal berangkat.”

Hari yang ditunggu-tunggu pun datang. Kami tidak satu pesawat. Tidak saat berangkat, ataupun tidak saat kembali.

Dan bahagianya tak terkira saat aku menemukannya di Changi, saat dia menjemputku…

“Hey Babe!”

“Hai, Darling. Here I am, with you.”

And we started journey of 3 days 2 nights of ours by kissing in the middle of the crowd at Changi.

___

to be continued…

Pulang…Ngga…Pulang…Ngga…

Friday, April 29th, 2011

I know…No strings attached between us…now…
But all I know, this is what I ask to him every month…
“Kamu bulan ini pulang gak?”
“Ntar dikabarin ya,” itu jawabannya untuk bulan ini…