Archive for the ‘Romansa’ Category

Sekian Detik…(Puisi Singkat #29)

Monday, October 25th, 2010

Biarkan aku melihat matanya lagi, Tuan…
Adopsi seribu cahaya bintang…

Biarkan aku rasakan sentuh tangannya lagi, Cinta…
Yang mampukanku jatuh walau hanya sekian detik…

Biarkan aku nikmati rekahan senyum itu lagi, Sayang…
Dan biarkanku terbuai…

*Ketinggalan, 23 Oktober 2010*

Tak Lagi Mau Mencintamu…

Tuesday, October 5th, 2010

Terus terang, awalnya saya tak cinta sama kamu, Mas…
Tapi dengan segala tatap mata kamu yang menyebalkan itu…
Kamu luluhkan seribu tembok, plus pagar besi, berkawat duri, hanya dalam hitungan hari…

Saya akhirnya jatuh…
Ke dalam cumbu rayu kamu…
Ke dalam pelukan kamu…
Yang akhirnya mempertemukan kedua bibir kita yang tak lagi sanggup keluarkan kata-kata…
Saya jatuh untuk mencinta cintamu…

Akhirnya saya mau untuk mencintai kamu…
Dan tak lagi pedulikan waktu…

Sekian waktu saya habiskan dengan kamu…
Dengan sekian jumlah cinta yang kamu punya untuk saya…
Dan dengan tenaga saya yang rasanya tak pernah habis untuk mencintamu…
Saat itu…

Hingga kita berdua sampai ada di titik itu…
Berjuta upaya untuk terus kita mencinta…
Tapi kamu tak temukan segores pun yang tersisa…
Saya? Sudah kehabisan tenaga untuk berjuang mempertahankan cinta untuk kamu…
Karena kamu sudah tidak mau berada di sisi saya…

Dan saya…memutuskan tak mau lagi mencintamu…
Karena saya…sanggup untuk kembali sendiri…

courtesy video: YouTube

Blenderan Empat Rasa…(Puisi Singkat #28)

Saturday, October 2nd, 2010

Kerinduan itu terbersit…
Kerinduan dia yang pernah mengisi hidup…
Kerinduan akan hari-hari penuh keajaiban…
Kerinduan akan campur aduk kamuflase benci, kemunafikkan dan dusta…

Lagi-lagi yang dulu terbungkus rapi oleh satu rasa, yang katanya…
CINTA…

Gara-Gara Surat-Suratan, 1 Oktober 2010

Dua Cincin…

Monday, September 20th, 2010

“Nanti jemput aku agak maleman aja ya. Pesawatku delay. Sampai Denpasar paling jam 12 malem waktu sana.”

“Iya Sayang. Aku juga masih rapat di sini. Nanti pasti aku jemput.”

Baca lanjutannya di Ubud Writers Festival

—-

Yeaaah…another story…

Hari Esokku…

Monday, September 20th, 2010

Ramelan, seorang lelaki tua, yang sedang berjalan menghampiri seorang perempuan di ujung sana. Perempuan yang sedang duduk sendiri, di ujung kafe, berteman secangkir kopi dan sibuk dengan apapun yang terpampang di layar komputer jinjing di hadapannya…

Baca selanjutnya di situs Ubud Writers Festival

—-

Thanks for the reviewers who already published it, the very new, and the most original CerPen wrote by me… *gila yang tadinya lagi blank, jadi full insipirasi gituh pas mau nulis di tuh situs*

Satu Kesalahan…

Thursday, September 16th, 2010

Sumpah ya…berurusan sama elo itu adalah satu kesalahan besar dalam idup gue.

Termasuk juga kalo gue ga berurusan sama elo. Itu kesalahan besar. Karena gue ga akan pernah tau mencinta gaya elo. Karena gue ga akan pernah tau gimana gue harus membenci sekaligus mencinta. Karena gue ga akan pernah tau gimana caranya menjadi orang tangguh yang harus bisa berdiri, berjalan dan berlari setelah gue terlena oleh elo, dan langsung pun dibuang dari langit. Karena gue ga akan pernah tau gimana menjadi manusia dingin yang harus bisa kebal dengan perih plus luka.

Dan terutama, kalo gue ga pernah berurusan sama elo, gue gak akan pernah tau berharganya perubahan hati dari detik ke detik, hingga akhirnya ia terisi oleh rasa itu.

Cinta. Benci. Dan ketidakpedulian.

*Sigh*…

Tuesday, September 7th, 2010

Akhirnya kamu izinkanku melihat pelangi itu lagi…
Pelangi sekaligus api…
Yang ternyata masih saja mendiami kedua matamu…
Jadikan mereka tetap menyala, bersinar…
Penuh misteri…

Aku dengar kamu memanggilku ’sayang’…
Dengan nada yang tak bisa didefinisikan…
Juga segala persepsi yang tak kunjung menjelma jadi satu makna…
Tak jadikan satu rasa itu kembali terlihat…
Tetap sebuah misteri…

Ingat katamu dulu, bahwa hatimu ada milikku…
Terbayang ia yang saat itu terluka olehku…
Terlihat ringkuk tubuhku tutupi wajah penuh derai air mata…
Memendam sakit, perih karenamu…
Dan jadikanmu, aku, menjauh…
Dan menyimpan seribu misteri…

Hingga hari itu…
Sekian jam aku berada di dekatmu…
Sekian jam pula kamu kembali berada di ruang yang sama denganku…
Sekian jam pula dayaku…
Cari hati yang penuh cinta…
Seperti katamu dulu…

Hingga detik itu…
Ku putuskan berhenti…
Kembali kutinggalkan…
Kamu, aku dan semua misteri…
Yang masih terbungkus oleh kata…

Cinta…

Percakapan #2…

Sunday, September 5th, 2010

Sebuah percapakan antara seseorang dan seseorang…

“Eh, kenapa mata lu bengkak?”

“Bis nangis gue tadi malem.”

“Kalo mau cerita, ya cerita ya, kalo ga mau ya udah ga usah.”

“Ntar aja kalo gue dah siap cerita ama elo, gue cerita.”

“Okay.”

—-

“Gue sih ga masalahin beda umur. Mantan gue yang terakhir ini bedanya 15 tahun.”

“What? Huahahahahhaha…”

“Kok elo ketawa?”

“Gak. Yayank gue yang terakhir beda 18 tahun.”

—-

“Iya dia nyaris ninggalin istri ama anak-anaknya demi gue.”

“Oookay. Dia sih bilangnya dah cere ama istrinya, tapi ntah lah.”

“Sebelnya, giliran gue dah ga berhubungan sama dia lama, cuma gara-gara mantan gue tanya hal sepele ke gue lewat sms, n ketauan bininya, malah gue di maki-maki lewat sms. Giliran gue masih pacaran ama dia, malah kagak pernah gue didamprat gituh.”

—-

“Duh, tadi malem gue bbm-an sama si itu ampe tengah malem.”

“Yah, dah ketauan banget deh dia flirting ama elo. Ati-ati laki orang tuch.”

“Ya tuh, bininya ga tau kemana ya? Kok dia bilang lagi di rumah tapi bisa bbm-an ama gue.”

—-

“Sabtu kemaren tiba-tiba dia bbm gue lagi.”

“Cieeee….”

“Mana ngajakin pergi berdua pula. Makan malem, ke luar kota.”

“What? Ati-ati ya…jangan ampe kejadian yang sama.”

“Iya nih.”

“Tapi elo yakin dia masih ama bininya?”

“Kayaknya sih.”

“Kalo dah ga …ya gih pepet.”

“Ngaco aja lu.”

“Lah kalo udah ga malah ga papa. Yang ga lucu kalo masih khan?”

“Iya sih.”

“Tapi tergantung tingkat kejujuran juga sih, kalo ngakunya ngga tapi ternyata masih, itu yang bikin rempong.”

—-

“Kenapa yaa…perbandingan antara cowok sama cewek katanya sekarang udah 1:8. Nyebelinnya, saingan para cecewe itu ga lagi cuma antar pere, tapi saingan juga sama laki…”

“Tambah rempong!!”

“Never ending (love) story.”

Detik Mimpi…(Puisi Singkat #27)

Sunday, August 29th, 2010

Aku ingin bercinta denganmu,
Di bawah harap,
Dan takdir detik yang habiskan hari,
Melantun rindu hangat dekap tubuhmu,
Yang tak mampu habiskan mimpi,

Biarkan ku bercinta dengannya Tuan,
Walau hanya mimpi,
Yang tak kunjung menepi…

The Power Of A Dream *yeahhh…rite!!* 29 Agustus 2010

Kalo Aku Bubar, Gimana?…(Puisi Singkat #26)

Friday, May 14th, 2010

Senja di pelupuk matamu itu tak kunjung hilang…
Tak kunjung menjadi kerling bintang yang selalu ku tunggu temani malamku…
Bahkan bukan sinar matari yang menyambut hariku…
Yang dulu mampu merekahkan bibir mungil ini…
Tersenyum menyapa cintanya…
Menyapa kamu…
Yang sekarang sibuk mencari senja…

Kalo Aku Bubar, Gimana? Satu Jawaban Gue, Terserah Elo Ya, 14 Mei 2010…