Archive for the ‘Romansa’ Category

45 Minutes…

Tuesday, February 14th, 2012

Around 3.30 pm…

Tim baru pada bermunculan | Yah..ga bisa pulang jam 5an dounks? | Paling jam 6an lah dari sini | Abis itu ada acara? | Ngga

4.30 pm…

Still at PS? | Masih di PS…

5.19 pm…

Aku ke sana. Give me only 10 minutes, kalo kamu bener-bener ga bisa. I just want to give you something.

6.19 pm…

Here already at PS. Lemme know when you’re done, and mau ketemu di mana.

6.20 pm…

I am free now. As usual I’m lost when you give me an option of  ”anywhere”

And a second later, these eyes found him walking in front of me…

Heeii… | Haaii… *and those kisses…hmmm… | Happy Valentine | Haallaaagghh…Kamu mau langsung pulang? | Sepertinya | Kok, kayaknya sama aja berat badanmu | Enak aja, turun 5 kilo ini | Eh iya dink, masih terlihat ga sehat | Kamu juga, mukanya kayak super capekh gitu | I am. By the way, aku cuma mau ngasi ini, bookmark | Ehh..lucunya | My friend made it | Yuk, kita ngobrol bentar | Loh, katanya mau langsung pulang, but to be honest aku haus banget sih | Ga papa lah 10 – 15 menit. Bakerz In? | Penuh | Nanini? | Bawah aja yuk | Oh ya De Luca or Monolog |

And here we are, at Monolog, for wonderful 45 minutes. Looking at your eyes, your glowing-cute-eyes when you are sharing your works, your passion and your dream…again…

45 minutes. Cinta. Aku. Kamu. Tanpa dia. Tanpa mereka. Tanpa bb. Listening to your story. Looking at your glowing-cute-eyes. Though only with a glass of Ice Lychee Tea and yogurt in our hands. Love it!

Love you…Happy Valentine’s Day…

—-

fucklentine4

7.07 am  Happy Valentine dear | Happy Valentine’s Day for you too, Mon Cher…

Rindu Kamu!!!…

Monday, February 6th, 2012

IMG-20120206-00074 2Salah ya, kalau aku mencintaimu dengan seluruhku? Salah, kalau sejak pertama aku melihatmu aku sudah jatuh cinta padamu? Walau sejuta rasa aku libas dengan rasa gengsiku yang aku lipatgandakan, agar binar mata ini tak mengatakan apapun ke kamu. Namun sepertinya, isyarat darimu terlalu kuat untuk aku abaikan. Isyarat lucu cahya matamu yang bicara padaku, kalau kamu pun ternyata menginginkanku. Dari sejak itu.

Hari demi hari perlahan aku biarkan diri ini semakin mendekat padamu.

Saat kamu jadikan aku sapaan pagimu, dan mimpi malammu. Saat kamu selipkan cerita hidupmu di hari-hari sibukmu. Saat kamu jadikan aku bagian mimpimu nanti. Saat bayangan kita, bersama, yang terpampang jelas di pandangan mata kita berdua, di sekian juta detik di kemudian hari,  yang akan menghampiri langkah hidup kita. Saat itu akan terjadi, adalah bahagiaku, bahagiamu juga. Kelak.

Ahh…jadi ingat saat kita habiskan waktu menikmati Sushi di sebuah restoran Jepang. Pertamakalinya kita makan malam bareng. Tak ada habisnya kamu ceritakan tentangmu. Dengan segala ceria yang jadikan itu adalah kamu. Atau saat sore-sore kita duduk di sofa itu, kamu cerita semua mimpimu. Bayangan bahagianya kamu, yang lagi-lagi terlihat jelas di sinar matamu yang tak pernah berhenti membuatku gemas. Dan tak ada habisnya kamu membuatku tersenyum. Sofa yang jadi saksi ketawa-ketawa ngakak dan kedubragannya kita berdua. Sore yang ga mungkin aku lupakan.

Kamu sudah buatku mampu melepas seribu topeng. Dan giliran sekarang, sejuta gengsi diri yang aku libas. Menjawab segala tanya dan ajakanmu dengan satu per satu kata ‘ya’ yang keluar dari bibir ini, pun dari tingkahku.

Kamu tau ga sih, kalo kamu sudah membawaku berada di titik di mana aku berdiri sekarang? Titik tumpah ruah segala rasa yang tak mungkin lagi terdefinisikan. Bermula ketika kamu tanyakan izinku untuk memelukku, membiarkan ungkapan cinta semakin terungkap dalam kecupan dua bibir ini yang bertemu, yang kemudian berdansa dalam hitungan sekian menit. Hati ini milikmu sudah, Sayang.

Coba inget deh, tak ada satu pun permintaanmu yang luput dari usahaku agar mereka tersuguh di depanmu. Cuma biar aku bisa terus melihat senyummu dan centilnya mata lucumu, karena kamu bahagia. Biar kamu selalu bisa rasakan bahwa aku ada untukmu. Dan biar aku bisa rasakan dekapanmu yang menghadirkan sejuta rasa bahwa ‘kamu memang nyata’. Mencintaku, seperti katamu.

Sekarang, sekian lama sudah kamu dan aku jalani ini semua. Meniti hati dan berdansa dengan tawa, tangis dan rasa sakit yang silih berganti datang dan pergi.

Aku ga perlu fisikmu ada di depanku setiap hari, Sayang. Aku hanya perlu tahu kalau hatimu ada. Untukku. Seperti janjimu. Dan bukti yang kamu hadirkan hingga saat ini. Yang masih jadikanku yang penting di hidupmu.

Tapi, saat ini…aku rindu kamu! Banget!

selama aku mencari
selama aku menanti
bayang-bayangmu dibatas senja
matahari membakar rinduku
ku melayang terbang tinggi

bersama mega-mega
menembus dinding waktu
kuterbaring dan pejamkan mata
dalam hati kupangil namamu
semoga saja kau dengar dan merasakan

getaran dihatiku
yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu
saat pertama kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikan kata-kata ku cinta padamu

peluhku berjatuhan
menikmati sentuhan
perasaan yang teramat dalam
telah kau bawa segala yang kupunya
segala yang kupunya ouoooo

getaran dihatiku
yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu
saat pertama kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikan kata-kata aku cinta padamu ooho kepadamu

Their Story…

Monday, January 16th, 2012

12.37  @ Latte Art: aku lagi maksi. Dah makan? Mau ditemeni? | Boleh. Dimana? Aku masuk kompleks gedung sebelah kantormu. | Aku ke sana.

5 menit kemudian, @ Mangkok Putih: Hai | *with those licentious kisses on the edge of lips…

12.50 pm: Kamu meeting jam 1 khan? Ga akan keburu, makanannya lama. U eat this pisang ijo dulu aja, aku tadi beliin, sengaja, kalo kamu ga sempet makan gede. Pesenannya dibatalin aja. | Dibungkus aja, kamu bawa pulang. | Ya udah sekalian set bill.

13.00 : Dah jam 1, kamu naik ke atas, aku balik ke kantor ya. | *two kisses were landed on the edge of our lips for a couple of second, including “miss you” from him.

13.16 : Thanks ya, Dear | Sama-sama. With my pleasure. Good luck for the deal. Love seeing you today.

17.09 : Hai Babe. Done. Now going home. Thanks for the pisang ijo. It helps me to survive. | No worries, Darl.

——

Day after…

08.45 : Dear, hari ini sibuk ngapain? | Kenapa? Di kantor doank | Ngga apa. Hanya mau tau aja. I’m so happy seeing you yesterday. Yg ngga disangka-sangka gitu kan? | Hehehe. Samaa.

and…that’s their story…

Kita…

Tuesday, December 20th, 2011

Kenapa Dia membuat kaki ini melangkah temukanmu…
Temukan langkahmu yang terhenti karenaku…

Kenapa Dia menghadirkan lucunya tatap matamu untukku…
Izinkan empat mata ini bercengkrama dalam binar…

Kenapa Dia memberiku hati untuk merasa…
Untuk berdegup kencang saat kau meraihku dan membawaku ke pelukmu…

Kenapa Dia mengirimkan sejuta tangkai mawar kepadaku…
Yang mampukan hati ini berbunga saat rindu kau ungkap untukku…

Kenapa Dia memberiku cinta…
Yang mampukanku membekukan sekujur tubuh ini, merelakan logika terserak, saat kau kecup bibirku, utarakan cinta dalam diam…

Kenapa Dia memberikanmu dalam hidup…
Menjadikan seribu tanda tanya, dalam jejak langkah…

Kita!

*Never Regret|Lesson Learned|Feel Blessed, Just Now in 2011*

Coming To You…

Thursday, November 17th, 2011

“Flight attendants landing position”…

Hmmm…I’m coming to you, Dear. Just can’t wait to see your cute eyes, after two weeks.

—-

“Landed”

“I am here.”

“See you soon, out there.”

—-

“Hmmm…lama banget nih koper ga keluar-keluar.”

—-

“Where are you? Aku dah di luar sekarang.”

“He? Aku juga di luar.”

“Depan Starbucks.”

“Aku di depan Quiznos.”

“Aku ke situ.”

“Hahaha…now I’m in front of Starbucks.”

—–

Haaiisshh…rame bener…where are you, Babe, Why I can’t find you?

And not too long after that conversation…those two faces, those two smiles and those 4 eyes found each other…

“Hey, Babe!”

“Haaaiii…”

And two kisses were landed on cheeks…

“Wadduuhh, kamu masih pake baju kerja. Suaramu masih bindeng. Belum check-in?”

“Check-in siy udah, barang-barangku masih aku tarokh di concierge.”

“How are you? Tired?”

“Yup, but happy.”

“As usual. You always like that. Thanks for picking me up ya.”

“Bentar, antri taxi di sini khan ya.”

Suddenly those four eyes look each other, and their two heads are getting closer, until those two lips met for few seconds.

Me – Your Sparkling Eyes…

Tuesday, October 18th, 2011

Sayang,

Ini aku. Aku, yang kamu bilang sebagai kekasih hatimu. Aku yang kamu panggil, Cantik. Aku yang dari pertama kali kita bertemu sudah jatuh hati sama kamu.

Awal kaki ini menemukanmu di sana, adalah saat seluruh sangkal ada untuk kamu, untuk kita, dari aku. Saat seribu salah yang hadir, yang aku tahu tak akan pernah bisa membuat kaki kita melangkah menjauh. Hingga  jadikan aku mampu merasa segala rasa yang tak pernah tertulis nyata, dan membuatku kembali bersinar…

Thanks for reminding me to stay gold…

XoXo,

Me – Your Sparkling Eyes…

Seize upon that moment long ago
One breath away and there you will be
So young and carefree
Again you will see
That place in time…so gold

Steal away into that way back when
You thought that all would last forever
But like the weather
Nothing can ever…and be in time
Stay gold

But can it be
When we can see
So vividly
A memory
And yes you say
So must the day
Too, fade away
And leave a ray of sun
So gold

Life is but a twinkling of an eye
Yet filled with sorrow and compassion
Though not imagined
All things that happen
Will age too old
Though gold
(Stay Gold, By: Stevie Wonder, The Original Soundtrack of The Outsiders)

============

*written in my heart, published to the world, 18 October 2011*

May I Kiss You?…

Saturday, October 8th, 2011

Sekilas melihat jejak langkah…
Saat dia mulai mengisi hari-hari…
Yang dalam hitungan purnama, memutar kaki ini lagi…
Melangkahi tapak demi tapak hari demi hari…
Masing-masing dan sendiri…

Hingga dalam tapak ke sekian, kaki ini temukanmu…
Saat empat mata ini bertaut…
Bercerita hati…
Kamu dan aku…

Seribu sangkal bahwa aku tak terjatuh…
Sejuta hindar agar aku berpaling…

Tapi rasa itu berkata lain…
Membuatku jatuh di pelukmu…
Berlomba dengan detik yang memacu detak jantung berdegup mengencang…
Berhias desah napas yang membawa hasrat bercampur cinta…

Saat semua sangkal berhambur dan terserak…

Saat hati terpaku sudah di sana…
Kamu!

*May I Kiss You? Airport, Minggu, 28 Agustus 2011*

Tapi Seluruhku…(Puisi Singkat #33)

Monday, July 18th, 2011

Aku Ingin Mencintamu Hanya Dengan Separuhku..
Tapi Tak Dayaku Melawan Energi Rasa Yang Meruntuhkanku..
Tak Hanya Separuh..
Tapi Seluruhku..
Karenamu…

*Antara Kesel-Bingung-MauMarahGakBisa-Pasrah-Terserah-BodokhAmat!! Gak Mau Tau Kapan, 2011*

Black and Blue…

Tuesday, June 21st, 2011

When he/she becomes everything for you…

Though we have to get some bruises because of it…

Just because we are overjoyed… *jleebbbb…

But please,…just stay gold…

Because you are a firework…

Cinta

Mengapa kita menutup mata ketika kita tidur, ketika kita menangis, ketika kita membayangkan, ketika kita berciuman? Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat

Kita semua agak aneh, dan hidup sendiri juga agak aneh. Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita,  maka kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.

Mencintai bukan bagaimana melupakan, melainkan memaafkan. Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti. Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan. Bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan. Apabila cinta tidak berhasil, bebaskan dirimu. Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi.

Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya.

Kadangkala orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu, dan kadangkala teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.

-Anonymous-

—-

Dedicated to someone who loves someone who loves someone else…

And it reminds me of one of profile pictures of my bbm contacts…

Love isnt complicated people are

Atau Perempuan Tolol Yang Sedang Jatuh Cinta?…

Monday, June 13th, 2011

Hidup percintaan sepertinya memang ga pernah habis untuk dibicarakan. Kalau sudah urusan hati, selesai sudah, tamat segala urusan yang sebelumnya tampak baik-baik saja, seketika dalam hitungan detik, bahkan dalam hitungan kerling mata, buyar berantakan, hancur berkeping-keping.

Tag line boys still will be boys…and girls still will be girls, sepertinya memang segala akhir dari runutan cerita benang kusut yang sering terjadi jika urusan dua sosok aneh, bertemu. Pertemuan apapun itu. Bisa hati, atau pertemuan lainnya yang bukan berarti juga pertemuan hati (sekarang atau nanti) dan/atau pertemuan sepemikiran *Kok gue pun jadi bingung ama omongan gue ndiri :mrgreen: *Jadi inget tweet seseorang beberapa hari lalu: When two lips met didn’t mean two hearts do. *Jleeebbb…+ irisan jeruk nipis

Koleksi kisah percintaan baik milik teman yang dititipkan ke saya, maupun kisah pribadi (yang ga kalah serunya) sering membuat saya mengernyitkan dahi, dan berpikir “Ini yang geblek yang mana ya? Yang satu bodo, yang satunya bodoh.”

Pertemuan antara venus dan mars memang nyehe kalau dipikir-pikir lebih lanjut. Entah berapa banyak makhluk yang sudah melakukan tindakan-tindakan bodoh, akibat si cinta kampret ini…

Dan “koleksi” kisah percintaan terbaru yang terekam secara otomatis dengan indera saya di bawah ini, kembali membuat saya geleng-geleng kepala…

Perempuan itu menunjukkan sebuat foto, seorang pria dan ada perempuan di sampingnya…

“Ini fotonya dia.”

“Udah officially jadian?”

“Kayaknya.”

*Sebelum lanjut…beneran deh…foto apapun itu, apalagi profile picture BB cowok-cewek bukan berarti pasangan berstatus jelas loo…serius ini gue…eh atau memang jelas-jelas selingkuhan (gila beneran kalo foto selingkuhan di pasang di BBM) atau jelas-jelas gak jelasnya… :lol:

“Kok kayaknya, biasanya sih kalo dah ditarokh di pp gini, dah jadian looo. Biasanya. Apalagi dua-duanya pasang foto yang sama. Gimana cara elo jadi kontak BBM di dua makhluk itu? Berarti waktu dia intens sama elo itu juga intens sama perempuan itu? Terus elo sedih?”

“Ya iya lah.”

“Wajar.”

“Ampe nangis-nangis gue, dan gue mau marah-marah ama dia.”

“Iya loohh…ampe tilpun gue sesenggukan dari gudang divisi loe pun. Tapi hak loe apa ya marah-marah ke dia? Marah-marah karena jalan ama elo dan jalan ama tuch cewek di masa yang samaan?”

“Iya.”

“Sapa loe? Pacarnya dia mang waktu itu? Atau cuma karena elo yang jadiin dia prioritas elo tapi dia jadiin elo pilihan? Marah karena waktu itu elo dibiarkan nunggu berjam-jam tanpa kejelasan mau pergi atau ngga ternyata dia jalan ama perempuan itu? Though yang terakhir elo emang berhak kesel sih, dah janjian tapi tanpa kabar elo dibiarin nunggu.”

“Akhirnya gue remove dia dari kontak bbm gue.”

“Loohh kenapa?”

“Ga worth. Terus beberapa hari kemudian, dia nyamperin gue dan nanya-nanya kenapa gue diapus dari BBM kontaknya.”

“Elo boongin ajah. Blaga pilon. Bilang kek ke apus ga sengaja. Soalnya dulu gue kayak gitu.”

“Hahahah…gue pun kemaren begono.”

*Setuju gue…ga guna? ga perlu lah ada di kontak BBM…done that couple of times :mrgreen:

Another story from broken-hearted…

“Gue lagi kacau.”

“Gue telpon elo.”

“Kenapa loe? Masih nangis-nangis? Sampe kapan?” *Sumpah ya…Sampe Kapan itu adalah pertanyaan super nyeeeeehhhhheeeee…serius!!!!

“Ga tau. Gue minta dia ninggalin gue.” *Dan Ga Tau adalah jawaban paling aman nan rancu binti menye-menye…

“Ya udah lah…there’s nothing that we can do. Sometimes admit that we still love them but we have to lose them is the best way for the next 1 year at least…hahahaha…bukan untuk sekarang-sekarang sih. Try to sleep gih.”

“Gue takut tidur. Gue ga mau kebangun and sadar dia udah ga sama gue lagi. Nyakitin gue.” *Hyyyaaahhh…setuju gue…!!! Wake up in the morning and you realized something that you don’t  even want to know…sucks!!!

“Semua ada masanya sih. Mang yang kayak-kayak gitu harus dilaluin. Suka ga suka, mau ga mau. Mari ambil cangkul, gali kuburan, atau perpanjang kuku buat ngais-ngais aspal, atau sering-sering main ama anjing tetangga, biar suara kaing-kaing kita lebih mirip aslinya, atau ambil botol aja bouw…tenggak isinya…mayan ada sleeping pill.”

Atau “kisah sengsara” seorang perempuan yang berusaha selalu ada untuk seseorang pria yang dia sayangi, tapi sayangnya pria itu masih sangat terluka karena gagalnya ekspektasinya untuk menikah dengan perempuan jaman dahulunya. Perempuan yang membuat si pria melegalkan dirinya untuk “dirusak”, “dikacaukan”, tidak oleh orang lain, tapi oleh si pria itu sendiri. Usaha mampus si perempuan (yang saat ini sayang mati-matian ama si pria itu), “setidaknya” untuk menghapus legalisir tersebut, belum membuahkan hasil sampai saat ini *Mungkiiiiinnn!!!…belom dapet update terbaru dari mereka cyyynnn…gue khan sotoyyy…

“Tapi aku perempuan yang diajarin ama lingkungan untuk bisa tetep komit ama omonganku sendiri…yang kali ini adalah aku ada untuk kamu…aku bakal sayang kamu ampe kamu masuk peti mati…though nanti saat kamu dah sembuh total dari “penyakit” kamu and you choose one girl to take care of you completely yang most likely bukan aku…aku harus ngurangin porsinya yang selama ini aku kasih ke kamu…and let her do what i do…Love someone unconditional is not easy…at all…but you make me how to learn about it…though aku harus tercabik2..and dikasih irisan jeruk nipis di atas cabikan itu…” *Giiillaaaakkhh…kok mau ya? :lol:

Ini baru tiga dari sekian cerita yang menari-menari lucu di otak saya. Library saya tentang kisah cinta, masih banyak. Mau yang seperti apa, tinggal pilih. Mau yang original atau modifikasi beberapa cerita?

Anywaaaayyy…geleng-geleng kepala saya sampai saat ini tambah disertai dengan satu kalimat…

“Ini semua atas nama cinta, atas nama ketololan, atas nama perempuan, atau atas nama perempuan tolol yang sedang jatuh cinta?”

Dan… boooliat nih gambar…pasang di jidat kalo perlu…

tumblr_lki6p2yMp21qcrsn7o1_400

Dan pertanyaan selanjutnya adalah: “Yaaakkeeeennn bisa?” *Prrreeeeetttt…!!!

So start from now…maybe this quote from Shakespear can help…

“I always feel happy. You know why? Because I don’t expect anything from anyone. Expectation always hurts!!”

Dan satu bawel lagi: “Sampe kapan bisa ga expect anything from anyone?” *Jyaaaaaahhhh…

—-

Satu setting saat seseorang perempuan, yang di antara jari telunjuk dan tengahnya sedang terselip satu batang rokok yang masih menyala, sedang duduk berdampingan dengan seorang pria, yang di depannya sudah tersedia satu shot minuman hasil campuran antara minuman beralkohol dan cola, yang ditambahkan beberapa kotak es batu, dan terdengar perbincangan berikut ini keluar dari mulut mereka berdua:

Pria: “Berasa lagi pengen bunuh orang.”

Perempuan: “Bunuh aku aja. Volunteer loh.”

Pria: “Ngomongnya ga banget sih,” yang disertai dengan tatapan mata tajam dari si pria.

Perempuan: *Jiper sih kayaknya… *Jiper? Bahasa loooeee ‘Cha…

—-

Dasar perempuan! Tolol?

Ga taaauuukkkhh aaakkkhhh…ga mau mikir:mrgreen: