Archive for the ‘Romansa’ Category

Tapi Seluruhku…(Puisi Singkat #33)

Monday, July 18th, 2011

Aku Ingin Mencintamu Hanya Dengan Separuhku..
Tapi Tak Dayaku Melawan Energi Rasa Yang Meruntuhkanku..
Tak Hanya Separuh..
Tapi Seluruhku..
Karenamu…

*Antara Kesel-Bingung-MauMarahGakBisa-Pasrah-Terserah-BodokhAmat!! Gak Mau Tau Kapan, 2011*

Black and Blue…

Tuesday, June 21st, 2011

When he/she becomes everything for you…

Though we have to get some bruises because of it…

Just because we are overjoyed… *jleebbbb…

But please,…just stay gold…

Because you are a firework…

Cinta

Mengapa kita menutup mata ketika kita tidur, ketika kita menangis, ketika kita membayangkan, ketika kita berciuman? Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat

Kita semua agak aneh, dan hidup sendiri juga agak aneh. Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita,  maka kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.

Mencintai bukan bagaimana melupakan, melainkan memaafkan. Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan, melainkan bagaimana kamu mengerti. Bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa yang kamu rasakan. Bukanlah bagaimana kamu melepaskan, melainkan bagaimana kamu bertahan. Apabila cinta tidak berhasil, bebaskan dirimu. Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi.

Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya.

Kadangkala orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu, dan kadangkala teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.

-Anonymous-

—-

Dedicated to someone who loves someone who loves someone else…

And it reminds me of one of profile pictures of my bbm contacts…

Love isnt complicated people are

Atau Perempuan Tolol Yang Sedang Jatuh Cinta?…

Monday, June 13th, 2011

Hidup percintaan sepertinya memang ga pernah habis untuk dibicarakan. Kalau sudah urusan hati, selesai sudah, tamat segala urusan yang sebelumnya tampak baik-baik saja, seketika dalam hitungan detik, bahkan dalam hitungan kerling mata, buyar berantakan, hancur berkeping-keping.

Tag line boys still will be boys…and girls still will be girls, sepertinya memang segala akhir dari runutan cerita benang kusut yang sering terjadi jika urusan dua sosok aneh, bertemu. Pertemuan apapun itu. Bisa hati, atau pertemuan lainnya yang bukan berarti juga pertemuan hati (sekarang atau nanti) dan/atau pertemuan sepemikiran *Kok gue pun jadi bingung ama omongan gue ndiri :mrgreen: *Jadi inget tweet seseorang beberapa hari lalu: When two lips met didn’t mean two hearts do. *Jleeebbb…+ irisan jeruk nipis

Koleksi kisah percintaan baik milik teman yang dititipkan ke saya, maupun kisah pribadi (yang ga kalah serunya) sering membuat saya mengernyitkan dahi, dan berpikir “Ini yang geblek yang mana ya? Yang satu bodo, yang satunya bodoh.”

Pertemuan antara venus dan mars memang nyehe kalau dipikir-pikir lebih lanjut. Entah berapa banyak makhluk yang sudah melakukan tindakan-tindakan bodoh, akibat si cinta kampret ini…

Dan “koleksi” kisah percintaan terbaru yang terekam secara otomatis dengan indera saya di bawah ini, kembali membuat saya geleng-geleng kepala…

Perempuan itu menunjukkan sebuat foto, seorang pria dan ada perempuan di sampingnya…

“Ini fotonya dia.”

“Udah officially jadian?”

“Kayaknya.”

*Sebelum lanjut…beneran deh…foto apapun itu, apalagi profile picture BB cowok-cewek bukan berarti pasangan berstatus jelas loo…serius ini gue…eh atau memang jelas-jelas selingkuhan (gila beneran kalo foto selingkuhan di pasang di BBM) atau jelas-jelas gak jelasnya… :lol:

“Kok kayaknya, biasanya sih kalo dah ditarokh di pp gini, dah jadian looo. Biasanya. Apalagi dua-duanya pasang foto yang sama. Gimana cara elo jadi kontak BBM di dua makhluk itu? Berarti waktu dia intens sama elo itu juga intens sama perempuan itu? Terus elo sedih?”

“Ya iya lah.”

“Wajar.”

“Ampe nangis-nangis gue, dan gue mau marah-marah ama dia.”

“Iya loohh…ampe tilpun gue sesenggukan dari gudang divisi loe pun. Tapi hak loe apa ya marah-marah ke dia? Marah-marah karena jalan ama elo dan jalan ama tuch cewek di masa yang samaan?”

“Iya.”

“Sapa loe? Pacarnya dia mang waktu itu? Atau cuma karena elo yang jadiin dia prioritas elo tapi dia jadiin elo pilihan? Marah karena waktu itu elo dibiarkan nunggu berjam-jam tanpa kejelasan mau pergi atau ngga ternyata dia jalan ama perempuan itu? Though yang terakhir elo emang berhak kesel sih, dah janjian tapi tanpa kabar elo dibiarin nunggu.”

“Akhirnya gue remove dia dari kontak bbm gue.”

“Loohh kenapa?”

“Ga worth. Terus beberapa hari kemudian, dia nyamperin gue dan nanya-nanya kenapa gue diapus dari BBM kontaknya.”

“Elo boongin ajah. Blaga pilon. Bilang kek ke apus ga sengaja. Soalnya dulu gue kayak gitu.”

“Hahahah…gue pun kemaren begono.”

*Setuju gue…ga guna? ga perlu lah ada di kontak BBM…done that couple of times :mrgreen:

Another story from broken-hearted…

“Gue lagi kacau.”

“Gue telpon elo.”

“Kenapa loe? Masih nangis-nangis? Sampe kapan?” *Sumpah ya…Sampe Kapan itu adalah pertanyaan super nyeeeeehhhhheeeee…serius!!!!

“Ga tau. Gue minta dia ninggalin gue.” *Dan Ga Tau adalah jawaban paling aman nan rancu binti menye-menye…

“Ya udah lah…there’s nothing that we can do. Sometimes admit that we still love them but we have to lose them is the best way for the next 1 year at least…hahahaha…bukan untuk sekarang-sekarang sih. Try to sleep gih.”

“Gue takut tidur. Gue ga mau kebangun and sadar dia udah ga sama gue lagi. Nyakitin gue.” *Hyyyaaahhh…setuju gue…!!! Wake up in the morning and you realized something that you don’t  even want to know…sucks!!!

“Semua ada masanya sih. Mang yang kayak-kayak gitu harus dilaluin. Suka ga suka, mau ga mau. Mari ambil cangkul, gali kuburan, atau perpanjang kuku buat ngais-ngais aspal, atau sering-sering main ama anjing tetangga, biar suara kaing-kaing kita lebih mirip aslinya, atau ambil botol aja bouw…tenggak isinya…mayan ada sleeping pill.”

Atau “kisah sengsara” seorang perempuan yang berusaha selalu ada untuk seseorang pria yang dia sayangi, tapi sayangnya pria itu masih sangat terluka karena gagalnya ekspektasinya untuk menikah dengan perempuan jaman dahulunya. Perempuan yang membuat si pria melegalkan dirinya untuk “dirusak”, “dikacaukan”, tidak oleh orang lain, tapi oleh si pria itu sendiri. Usaha mampus si perempuan (yang saat ini sayang mati-matian ama si pria itu), “setidaknya” untuk menghapus legalisir tersebut, belum membuahkan hasil sampai saat ini *Mungkiiiiinnn!!!…belom dapet update terbaru dari mereka cyyynnn…gue khan sotoyyy…

“Tapi aku perempuan yang diajarin ama lingkungan untuk bisa tetep komit ama omonganku sendiri…yang kali ini adalah aku ada untuk kamu…aku bakal sayang kamu ampe kamu masuk peti mati…though nanti saat kamu dah sembuh total dari “penyakit” kamu and you choose one girl to take care of you completely yang most likely bukan aku…aku harus ngurangin porsinya yang selama ini aku kasih ke kamu…and let her do what i do…Love someone unconditional is not easy…at all…but you make me how to learn about it…though aku harus tercabik2..and dikasih irisan jeruk nipis di atas cabikan itu…” *Giiillaaaakkhh…kok mau ya? :lol:

Ini baru tiga dari sekian cerita yang menari-menari lucu di otak saya. Library saya tentang kisah cinta, masih banyak. Mau yang seperti apa, tinggal pilih. Mau yang original atau modifikasi beberapa cerita?

Anywaaaayyy…geleng-geleng kepala saya sampai saat ini tambah disertai dengan satu kalimat…

“Ini semua atas nama cinta, atas nama ketololan, atas nama perempuan, atau atas nama perempuan tolol yang sedang jatuh cinta?”

Dan… boooliat nih gambar…pasang di jidat kalo perlu…

tumblr_lki6p2yMp21qcrsn7o1_400

Dan pertanyaan selanjutnya adalah: “Yaaakkeeeennn bisa?” *Prrreeeeetttt…!!!

So start from now…maybe this quote from Shakespear can help…

“I always feel happy. You know why? Because I don’t expect anything from anyone. Expectation always hurts!!”

Dan satu bawel lagi: “Sampe kapan bisa ga expect anything from anyone?” *Jyaaaaaahhhh…

—-

Satu setting saat seseorang perempuan, yang di antara jari telunjuk dan tengahnya sedang terselip satu batang rokok yang masih menyala, sedang duduk berdampingan dengan seorang pria, yang di depannya sudah tersedia satu shot minuman hasil campuran antara minuman beralkohol dan cola, yang ditambahkan beberapa kotak es batu, dan terdengar perbincangan berikut ini keluar dari mulut mereka berdua:

Pria: “Berasa lagi pengen bunuh orang.”

Perempuan: “Bunuh aku aja. Volunteer loh.”

Pria: “Ngomongnya ga banget sih,” yang disertai dengan tatapan mata tajam dari si pria.

Perempuan: *Jiper sih kayaknya… *Jiper? Bahasa loooeee ‘Cha…

—-

Dasar perempuan! Tolol?

Ga taaauuukkkhh aaakkkhhh…ga mau mikir:mrgreen:

Tak Di Sana…

Tuesday, February 15th, 2011

Ku beranikan diri melangkah…
Menembus langit yang sedang berair mata…
Di tengah dingin mencekam, dan sepinya malam…

Ku tengadahkan kepala…
Mencari titik cahya di atasku…
Mencari bintangku…
Mencarimu…

Kembali ku memandang jalanan yang kuharap siap menerima jejakku…
Jejak yang tersapu kapyukkan air…

Ku pandang ujung jalan itu…
Entah untuk keberapakalinya…
Mencari sebuah sosok…
Sosokmu…
Walau hanya bayangan…

Tapi…kamu pun juga tak ada di sana…

Dan tetap biarkan aku sendiri…

124951922618264

Rasa Itu…

Saturday, February 12th, 2011

Hey…nice to see you here. Finally I can see your face directly.

Entah kenapa, menurutku malam itu bukan malam yang tepat untuk kita ketemu.

Waktunya ngga pas aja. Atau…mungkin karena aku malas untuk bertemu dengan semua hal itu lagi. Atau mungkin…mungkin aku terlalu takut untuk kembali merasakan itu semua.

Aku pengecut katamu? Terserah. Bisa jadi. Aku sudah terbiasa sendiri! Walau…kadang aku sadari mungkin aku tersesat. Tersesat di tengah arogansi keberanianku menjalani hidup tanpa siapapun. Tersesat dalam jalan yang selama ini aku pikir, aku jalani dengan lampu ratusan waat, tapi ternyata tak ada nyala satu lilin pun di sana.

Dan aku kembali melangkah. Gontai. Dengan sejuta pikiran pertemuan kita tadi.

Cukup! Iya, cukup! Kamu cukup membuatku merusak hidupku sendiri. Atau mungkin kamu cukup membuatku untuk tak sanggup hadapi semua rasa yang saat ini sudah ada, nyata di dalamku.

Terus terang, aku merindumu. Sejak pertemuan itu berakhir. Merindu kebencian yang terjadi, yang berubah menjadi semua rasa ini.

Gossshh…kenapa semua rasa seperti ini menghampiri aku lagi siiyy…? Setelah bertahun-tahun aku tak bertemu dengannya. Yang membuatku lupa bagaimana seharusnya aku menghadapinya. Tiba-tiba aku jadi tolol, dan merindu patah hati yang sepertinya lebih sanggup aku hadapi.

Aku beranikan diri untuk mengajakmu ke sana. Tempat duduk itu…adalah tempat kamu cerita segala, yang selama ini mengganggumu. Sayang dan kecewamu. Yang bukan untuk aku. Tapi membuatku mampu tersenyum, walau aku tahu kamu sedang tidak mencobanya. Rasanya seperti ada seribu peri centil yang tertawa kecil dan menari di hati. Saat itu.

Aku hanya bisa berharap, dahagamu bisa berkurang. Karena aku. Di sana. Saat itu.

Kamu tambah membuatku terpuruk. Tak bisa aku sangkal. Aku merasanya. Kamu. Berjuta rasa yang kali ini semakin tak terdefinisikan. Baik oleh otak maupun hati.

Aku tak di sana, Sayang. Tak ada di tempatku ada saat itu.

Andaikan aku punya sayap yang mampukanku untuk terbang. Ke tempatmu. Di mana pun itu.

Tapi kamu tak di sana. Menghilang.

Namun tak lama.

Dan kamu kembali menepi. Mencari yang selama ini mungkin sudah singgah di hatimu, yang mungkin kamu sangkal.

Kamu hadir di sana. Tapi di sini. Dengan hadir ribuan kata terucap. Kembali ungkap rasa. Rasa yang entah ditujukan kepada siapa. Yang saat itu terbungkus renyah tawa. Tawamu…dan tawaku.

Tapi adakah itu benar-benar nyata? Atau hanya segala yang semu?

Adakah beraniku untuk buktikannya?

Karena aku tak tahu bagaimana harus mengatakan ini semua. Menyatakan segala rasaku, yang belum tentu adalah rasamu juga. Rasa yang mungkin saja harus kupaksa hentikan dan kubuat mati, suatu hari nanti. Dan harus melihatnya kembali terlepas dan bahagia dengan rasa yang lain. Miliknya atau dirinya. Yang jelas bukan aku. Mungkin.

Sampai ku titipkan rasa ini pada semesta yang jadikanmu bintang malam sekaligus mentari pagiku.

Dan mungkin benar katamu, bahwa hidup tak pernah adil.

*Thanks for being my falling star and morning sunshine as well. 12th February 2011*

Kangen|Kamu|Banget!!!…(Puisi Singkat #32)

Tuesday, February 8th, 2011

Aku ingin bungkam kata…

Kata yang tak ada kamu…
Bukan karenamu…
Tidak merindumu…
Karena rasa hadirmu…

Barang satu buah saja…

*Kangen. Kamu. Banget. Gak Sadar-sadar Lagi Loh. Demmm!! 8 Februari 2011*

Karena Kamu…

Monday, February 7th, 2011

Terus terang aku ngga tahu kapan terakhir rasa seperti ini ada.
Aku lupa…atau setidaknya aku berusaha untuk melupakan itu semua.
Karena sepertinya ga penting. Dan mungkin bukan karena…
Kamu.

Sampai hari itu. Kamu duduk di situ, menghadirkan sejuta rasa penasaran.
Yang tersimpan dalam satu sosok yang terlihat menyebalkan.
Kamu.

Entah kenapa, entah firasat atau apa, tapi sepertinya mataku salah kali ini.
Dan…brengseknya aku harus buktiin bahwa itu memang salah.
Gak tau kenapa harus…
Kamu.

Kamu ada di depanku. Untuk keduakalinya. Lagi.
Bercerita penuh kata. Dengan binar mata yang tak mampu aku definisikan.
Yang saat itu membuat aku ada. Untuk kamu. Dan karena…
Kamu.

Jujur, aku terpana. Semua cerita darimu untukku.
Kamu bagi untuk aku.
Aku yang baru hadir di hidupmu dalam hitungan hari.
Aku yang mungkin adalah makhluk aneh untuk segala keanehan kamu.

Sampai hari itu. Saat rentetan kata terurai, tertulis di sana.
Saat kamu katakan segala tentang cinta.
Cintamu yang (sempat) ada untuk dia, dia dan dia.
Dia yang kamu simpan rasa dan tak berhasil kamu genggam.
Dia yang harus kamu lepas.
Dan dia yang telah tinggalkan luka dan hempaskan mimpimu.

Lagi. Kamu buat aku ada.
Bagikan rahasia terindahmu.
Bisikan hati.
Dan arti hidupmu.

Hingga bisa hadirkan mentari esok hari.
Harapku, karena aku ada.
Hingga bisa jadikan bintang bermain mata.
Hanya karena kamu ada.

smile

Lagi…(Puisi Singkat #31)

Monday, January 17th, 2011

Mencintamu dengan lara hati.
Sembuh.
Tapi hanya sesaat.
Karena mencintamu berarti kembali ku dapatkan lara itu.
Lagi!

*Lagi pengen galau, Minggu 16 Januari 2011*

Sirna Tanpa Jejak…(Puisi Singkat #30)

Sunday, January 16th, 2011

Merindu badai hati yang dulu selalu kau berikan untukku mencintamu.
Berdegup.
Menyesak.
Jadikan kosong.
Hampa.
Dan sirna tanpa jejak.

*Hujan, bikin mellow, 15 Januari 2011*

Saat Itu…

Thursday, November 11th, 2010

Please, don’t look at me like that…

Terus terang, gue ga kuat sama tatapan mata loe waktu itu…
Gue GR…
Meleleh…
Salting…
Ga karuan…
Anjrriitt…

Why you have to be so cute, it’s impossible to ignore you…

Elo itu kelemahan gue…
Saat itu…
Saat jari-jari elo menari di tubuhnya…

I can not take my eyes off of you…

Dari pertama kali elo ada di depan gue…
Dengan dirinya…
Bermain dengannya…

Please stop it…

Eh, jangan deh, gue ga mau elo berhenti…
Mainin lagi dounks untuk gue…

And please let me hear it once again…

Walaupun gue harus mengunci mulut gue, tak bernada…

Because, You, are my song…

Walaupun cuma saat itu…

*Elo, Dia, Lagu Gue, Saat Itu, Di Sana, Di Tahun 2010*

tumblr_kwae571mtg1qan5z6o1_500

picture was taken from PoundingHeartBeat