Archive for the ‘Informasi’ Category

Sterilisasi dan Vaksinasi Gratis Untuk Anjing/Kucing Liar/Pemilik Kurang Mampu…

Monday, July 20th, 2009

Bagi mereka yang mengetahui bahwa ada anjing dan/atau kucing yang perlu disterilisasi/vaksinasi, segera hubungi Vet Koes.

Setidaknya ini bisa mengurangi jumlah hewan liar di Jakarta dan penyakitnya.

Drh C. Koesharjono (Vet Koes) mengadakan proses sterilisasi dan vaksinasi massal untuk anjing dan kucing terlantar/yang dimiliki oleh owner kurang mampu.

Please pay attention to these details!

Registrasi : Vet Koes : 0855.1013970 mulai tanggal 13 Juli.

Terbatas untuk : hewan liar/pemilik yang kurang mampu

JADWAL STERILISASI/VAKSINASI
Waktu : 20-26 July 09,  pukul 09.00-17.00 WIB
Tempat : Klinik drh. C.Koesharjono, Jl. Wijaya Kusuma I/26 Depkes RI, Fatmawati Jaksel.

Catatan:
1. Seleksi oleh vet Koes, jadi silakan langsung menghubungi/kontak nomor di atas.
2. Ada kemungkinan pasien ditolak utk gratis bila pemilik masih dianggap mampu utk membayar.

*Mohon maaf atas keterlambatan publikasi berita ini, semoga belum terlalu terlambat.*

Bukan Lagi Hanya Sebagai Teman…

Sunday, July 5th, 2009

Membicarakan seputar pemeliharaan anjing dengan teman-teman saya sesama pencinta hewan lucu ini memang tak pernah ada habisnya.

Kebanyakan dari kami, sudah menganggap hewan yang awalnya hanya sebagai peliharaan kami ini, adalah bagai anak-anak sendiri. Bukan lagi sebagai teman ataupun sahabat saja. Bagaimana tidak kami anggap sebagai anak sendiri, lah wong mereka selalu membuat kami senang, dan hilang rasa lelah sepulang kami bekerja, saat mereka sakit bisa-bisa kami pun juga ikut sakit, dan saat kami sedih mereka juga seolah tahu dan berusaha menghibur.

Hal-hal tersebut semakin saya rasakan dari hari ke hari. Sepulang kantor, bisa dipastikan mereka-lah yang pertama kali saya sentuh setelah meletakkan tas. Kibasan ekor dan tarian selamat datang sudah mereka pertunjukkan tiap saya sampai di rumah. Dan jika hal itu tidak dipertunjukkan seheboh biasanya, adalah pertanda bahwa kondisi badan mereka tidak baik, yang membuat saya pun kemudian mulai mengajak bicara dan memeriksa mereka. Mungkin, jika saja dulu saya tidak cacat di mata pelajaran-mata pelajaran jurusan IPA, saya sudah berprofesi sebagai dokter hewan saat ini.

Anjing adalah satu-satunya hewan yang tidak pernah absen tinggal di rumah keluarga saya. Bahkan lebih sering jumlah mereka lebih banyak daripada jumlah manusia yang tinggal di sini. Dan kebanyakan anjing-anjing itu adalah pemberian dari orang lain, ada yang diberikan sejak mereka masih bayi, ada yang sudah besar baik anjing kampung maupun ras yang sudah tidak diinginkan oleh pemilik sebelumnya, ada yang memungut dari jalan, ada pula yang dibuang ke dalam halaman rumah.

Anjing-anjing yang berada di rumah saya, termasuk anjing yang beruntung, karena mempunyai tempat tinggal dan orang-orang sekitar yang sayang pada mereka. Dan membuat saya miris saat membayangkan atau melihat anjing-anjing di jalanan yang tak bernasib sama dengan anjing-anjing di rumah saya.

Kecintaan pada anjing khususnya, membuat saya tergabung dalam grup-grup pencinta hewan ini, termasuk grup Angels of Paw. Melalui situs ini saya mengetahui bahwa ternyata masih banyak orang di luar sana yang peduli terhadap binatang liar, binatang jalanan, termasuk Pak Triyono yang sukarela memelihara anak-anak panti asuhannya dengan suka cita dan cinta, walaupun masalah silih berganti datang menimpa beliau dan anak-anak yang lucu itu.

Informasi Pak Tri ini saya dapatkan dari milis grup Angels of Paw ini pertengahan Juni lalu. Namun saat itu saya hanya bisa membantu sebatas penyebaran berita (belum membantu dalam finansial) kondisi Pak Tri, dan anak-anaknya yang saat ini sangat membutuhkan bantuan pelunasan cicilan rumah tinggal mereka. Kebetulan saat saya membuka Facebook beberapa hari lalu ada halaman samping yang menginformasi kondisi Pak Tri ini, dan dari sana saya mendapatkan tautan situs yang dibuka khusus untuk menggalang dana untuk beliau dan anak-anaknya, yaitu situs Adopsi Anjing.

Setelah berkunjung ke situs tersebut, saya semakin sukarela untuk membantu menyebarkan informasi ini lebih luas lagi melalui situs pribadi saya, dan tentu dengan izin pemilik situs Adopsi Anjing itu; serta menyisihkan sedikit hasil kerja saya sebulan ini untuk Pak Tri dan anak-anaknya.

Saya ikut senang mendengar perkembangan yang sangat pesat donasi-donasi yang masuk melalui rekening Shirly Tiolina. Dari hari ke hari saya turut memantau daftar donasi yang masuk, karena beberapa hari belakangan ini, saya sudah seperti “debt collector” mengingatkan ke orang-orang terdekat melalui Yahoo Messenger, SMS, BBM, dan berbagai cara untuk membantu.

“Mau nyumbang ga? Buka adopsianjing.com deh, 10 ribu aja, mbantu banget lo.”

Dan saya merasa senang lagi, karena tanggapan mereka positif dan mau menyumbang bahkan dengan jumlah yang lebih dari jumlah minimum yang disyaratkan untuk transaksi transfer melalui mesin ATM.

Untuk teman-teman dan saudara, yang sudah bersedia saya “todong” terima kasih banyak ya. Dan untuk teman-teman lain yang sudah menyanggupi menyumbang, tetap saya tunggu berita baiknya dengan munculnya nama kalian di daftar donatur di situs Adopsi Anjing tersebut. Sekali lagi berapa pun jumlahnya, walaupun minimal Rp.10.000 sesuai syarat transaksi transfer melalui mesin ATM. Anjing-anjing, kucing-kucing, ular atau hewan peliharaan kalian di rumah, adalah hewan yang beruntung, termasuk anak-anaknya Pak Tri juga saat ini termasuk beruntung, tapi bayangkan kalau sampai mereka kehilangan rumah? Masih beruntungkah mereka? Dan bagaimana perasaan Pak Tri yang selama ini merawat mereka? Pasti ikut sedih ‘kan?

Tenang saja, usaha Shirly dan teman-temannya bukanlah usaha penipuan. Dan untuk informasi bagi kalian, saya tahu persis saat ini Shirly bekerja di mana, jadi tak perlu khawatir (“Jadi kalo ada apa-apa “nangkep”nya gampang ya Shir? Huahahahahah, becanda Non!”).

Bagi mereka yang ingin menyumbang ataupun mendaftar program adopsi, bisa menghubungi Shirly melalui situs Adopsi Anjing yang bisa diklik di sini. Dan yang ingin memberikan sumbangan berupa makanan kering/beras ataupun barang-barang, bisa menghubungi Jakarta Animal Aid Network, untuk koordinasi penerimaan barang dan penyalurannya.

Namun karena banyak juga yang menanyakan langsung nomor rekening Shirly kepada saya, maka pada entri ini saya putuskan dan juga atas izin dari Shirly, untuk mencantumkan nomor rekening Shirly:

Shirly Tiolina

Bank BCA, Nomor Rekening: 4361585636

Oh ya, bagi yang sudah menyumbang, daftar nama donatur bisa dilihat di situs Adopsi Anjing itu pula.

Terima kasih ya teman-teman, Pak Tri dan anak-anaknya pasti senang.

—-

“One of my dream jobs in the future: punya dog shelter, selain pekerjaan penulis dan pengajar. Woi Bebbi, Dhani, Diko, Anton, kerja, ngumpulin duit, kita buka breeder Golden “bodo” itu plus penampungan dogie yak, kayak yang udah kita omongin di obrolan khayalan kite waktu itu. Idup ama mereka itu sangat menyenangkan!”

“Hmmm ‘Cha, breeder? Kayaknya elo bakal rugi, bakalan kagak ada yang rela elo jual tuh GoldRet hahahhahaha!”

“Duuuhhh kamu lucu-lucu banget sih, Nak.”

Saya Benci Tengah Tahun…

Sunday, July 5th, 2009

Hmmm…ya, ya, ya, saya benci tengah tahun. Apalagi kalau bukan urusan program diskon belanja yang sedang bertebaran di Jakarta. Program Jakarta Great Sale ini memang menjadi acara tahunan untuk memperingati hari jadi ibukota yang sudah sangat sesak dan tak karuan ini.

Namun anehnya kesesakkan kota Jakarta, tak tercermin pada pusat-pusat perbelanjaan yang menjajakan program diskon. Berdasarkan hasil observasi saya beberapa hari berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, butik-butik ternama yang sudah menuliskan besar-besar program diskon di etalase mereka, cenderung tak disesaki pengunjung seperti tahun lalu. Setidaknya ini terbukti dari dua butik dari Spanyol, Mango dan Zara yang merupakan butik kesayangan saya.

Dalam minggu ini, saya sudah 3 kali berputar-putar mengelilingi pusat perbelanjaan yang terdapat dua butik andalan saya itu. Herannya saat saya memasuki butik-butik itu, ramainya pengunjung yang memadati butik sambil memilih-milih fashion item yang dijual, antrian di kamar ganti dan di kasir, bisa dikatakan tak ada, ditambah dengan koleksi barang mereka yang masih banyak macam dan ukurannya, membuat saya menyimpulkan bahwa situasi butik saat itu sama saja dengan saat mereka tidak mengadakan program diskon.

Bagi saya kondisi seperti itu sangat menyenangkan, ada diskon tapi tak ramai, ukuran dan model juga masih banyak. Kurang apa coba?

Lalu kenapa saya benci tengah tahun? Bukannya harusnya saya senang? Memang seharusnya saya senang karena bisa belanja barang kesukaan dengan harga (lebih) murah. Tapppiiii kalau ingat urusan finansial, program diskon yang bertebaran itu dapat seketika menghancurkan rencana finansial yang sudah diatur masak-masak setelah gaji masuk ke rekening (“Hyyyaaaahhhh…! Buyar semua.”)

Mereka seolah tak ada hentinya memanggil-manggil saya untuk masuk ke butik. Menyebalkan memang.

“Okay, gue masuk aja. Liat-liat. Jauhi ruang ganti.”

Saat berjalan-jalan…

“Anjrit, XS, lucu, ha dari segitu jadi tinggal segitu? Yang buener? Coba aaakkhh.”

Dengan harapan bahwa jatuh duduknya dari apa yang saya coba itu, tidak cocok saya kenakan.

“Damn! It’s good on me.”

Minggu ini saya berhasil membawa pulang 1 kemeja putih lengan pendek dari butik (X)S.M.L yang merupakan label desainer ternama Biyan, 1 Dress Beach (nama sesuai apa yang tercantum di tag yang menggantung pada pakaian) dan 1 celana panjang berbahan kordorai warna coklat tua, yang keduanya dari Mango. Kali ini Zara tidak berhasil membuat saya membawa pulang salah satu koleksinya. Eh, mungkin bukan tidak berhasil, tapi belum berhasil.

(X)S.M.L juga sudah menjadi salah satu inceran saya saat berbelanja sejak beberapa tahun lalu. Koleksinya yang cenderung bergaya kasual tapi tetap elegan, memungkinkan untuk digunakan pada saat momen apa saja, termasuk memungkinkan untuk dipakai ke kantor dengan dipadupadankan fashion item lainnya milik kalian, jika ingin terlihat sedikit lebih formal. Belum lagi pilihan bahan yang sangat nyaman digunakan.

Begitu pun juga dengan kemeja putih yang saya beli beberapa hari lalu. Sayangnya saya tak tahu kemeja ini terbuat dari bahan apa, tapi saya tahu harga asli kemeja ini yaitu Rp.399.000, dan saya membawanya pulang hanya dengan harga Rp.219.000.

Dua koleksi Mango yang berhasil saya bawa pulang, juga tak kalah bersaing dari segi harga. Mango sendiri membagi-bagi koleksinya ke dalam beberapa kelompok lagi, misalnya Mango Suit, Mango Jeans, Mango Casual Sport Wear, Mango Basics, Mango Touch (asesoris), Mango-Penélope & Monica Cruz (limited editions), dan lain-lain. Dari segi harga, kalau saya tidak salah, Koleksi Penélope & Monica Cruz dan Mango Suit termasuk di jajaran yang paling mahal, Mango Casual Sport Wear dan Mango Jeans berada di tengah-tengah, dan Mango Basics termasuk di kelompok harga yang paling murah.

Dari kelompok-kelompok itu, Mango Casual Sport Wear dan Mango Basics-lah yang mendominasi koleksi Mango saya, disusul dengan Mango Jeans, dan hanya 1 koleksi Mango Suit saya (sack dress abu-abu berbahan wol, hasil belanja dengan seseorang akhir tahun lalu, yang sempat saya pakai saat sidang skripsi).

Dan minggu ini saya kembali menambah koleksi Mango Casual Sport Wear dan Mango Basics saya.

Dress Beach (terusan) yang saya beli ini, berlengan pendek, berwarna biru tua, dan terdapat ikat pinggang sama dengan bahan bajunya,  termasuk dalam Mango Casual Sport Wear. Sesuai dengan namanya, memang modelnya terlihat kasual dan sporty, tapi menurut saya, baju-baju di deretan kelompok ini masih bisa digunakan ke kantor, asal kalian pintar untuk memadumadankannya. Untuk urusan harga, harga asli rok terusan ini adalah Rp.679.000, dan harga setelah didiskon adalah Rp.419.000. Koleksi Dress Beach ini terdiri dari warna khakis, ungu, biru tua, dan putih. Di Mango Plaza Senayan ukuran dan warnanya masih lebih banyak, sedangkan di Mango Pacific Place, hanya tinggal sedikit.

Sedangkan celana kordorai berwarna coklat (“Hhssssshhh, mengingatkan saya akan seseorang yang juga suka dengan celana kordorai, apalagi dengan warna gradasi dari khakis hingga coklat tua!”), merupakan koleksi Mango Basics. Harga asli celana tersebut adalah Rp.329.000 dan saya bawa pulang dengan harga Rp.149.000. Celana model ini terdiri dari beberapa warna: lila, hitam, khakis, dan coklat. Saya tidak menemukan model ini di Mango Plaza Senayan, tapi di Pacific Place masih tersedia banyak warna dan ukurannya. Ssssttt…saya juga melihat ada beberapa jeans yang dijual hanya dengan harga Rp.149.000 dari harga aslinya berkisar Rp.500.000 hingga Rp.700.000, sayangnya saya sedang tidak perlu menambah koleksi jeans saya. Untuk memastikan bahwa saya tidak salah lihat, kalian coba saja ke sana (“Hihihih, ngomporin belanja nih!).

“Gimana gue bisa nolak? Ha, ha, ha? Tak mungkin.”

Dan setelah belanjaan celana kordorai itu saya bawa pulang, diri ini berjanji untuk tidak berbelanja lagi, setidaknya untuk bulan ini (“Kok, ragu?”).

Berbicara tentang ukuran badan yang Puji Tuhan hingga saat ini masih memungkinkan dan membahagiakan saya untuk mengenakan ukuran XS, Mango, Zara dan (X)S.M.L itu menjadi butik-butik inceran saya saat saya berbelanja, juga karena mereka menyediakan ukuran tersebut. Dan karena sudah biasa dengan koleksi mereka, saya sempat beberapa kali membeli tanpa mencobanya.

Satu tip dari saya, jika ingin membeli fashion item tertentu jangan lupa berpikir dan mengingat-ingat sejenak koleksi-koleksi di rumah, yang memungkinkan untuk dipadupadankan dengan barang yang akan dibeli, jangan terlalu jadi impulsive buyer ya.

Ya sudah, mumpung diskon masih bertebaran, belanja-belanji gih! Lalu, kartu kredit yang sudah kosong jangan sampai penuh lagi ya (“Inget tuch ‘Cha! Huahahaha.”).

Jadi, sekali lagi nih saya katakan…Tak perlu berbelanja sampai Singapura ‘kan?

—-

“Jadi kangen sama seseorang dan seseorang teman belanja setia, sekaligus fashion stylist saya, yang juga doyan banget belanja dan sering kartu kreditnya over limit. Huh, kalian cowok doyan belanja juga ya bouw!”

—-

Eh satu lagi, yang membuat saya benci tengah tahun, film bioskop lagi banyak yang bagus (“Tambah bikin bangkrut!”). Besok, eh nanti siang tepatnya, waktunya Ice Age 3 (“Yay!”).

Kisah Sedih Seorang Penyayang…

Wednesday, July 1st, 2009

Lima puluh anjing dan kucing terbuang. TELANTAR. Diabaikan oleh pemiliknya yang tidak bertanggung jawab. Hanya karena mereka tidak “cantik dan sempurna“.

Untungnya, masih ada secercah cahaya bagi kehidupan puluhan binatang malang itu. Adalah PAK TRI, yang mencintai mereka sepenuh hati. Dia merengkuh mereka dengan kasih sayang tulus. Dia sembuhkan luka-luka mereka, dan membawa mereka pulang. Tiap hari dia tak pernah lelah menyelimuti mereka, menyiapkan makan untuk mereka, dan menyediakan atap demi melindungi mereka dari terik mentari dan curahan hujan.

Pak Tri bukan orang berlebih harta. Hidupnya sederhana dan bersahaja. Tapi dia tidak pernah merasa rugi barang sedikit pun selama mengasuh puluhan anjing dan kucing telantar itu.

CELAKANYA, ujian datang silih berganti. Dan kini Pak Tri beserta “anak-anak” kesayangannya itu terancam terusir ke jalanan. Bagaimana mereka dapat bertahan hidup nantinya bila itu terjadi?

Awal mula cerita….

IMG_1675

Pada mulanya Pak Tri tinggal di daerah Tanjung Duren. Setelah merawat satu demi persatu binatang yang terluka, pada saat itu anjing dan kucingnya mencapai 50 ekor. Walaupun tempat tinggalnya tidak besar, Pak Tri rela berbagi dan membagi penghasilannya untuk memberi makan hewan-hewan terlantar ini. Pria paruh baya yang mencari nafkah dari menggarap plang dan spanduk ini tidak pernah mengomel atau mengeluh.

Senyum dan kasih selalu diberikannya bagi para penghuni ‘panti asuhan’ nya. Dan hewan-hewan ini pun mengerti, meskipun mereka hewan liar yang terbuang, dengan trauma yang mendalam. Mereka hidup akur satu dengan yang lainnya, anjing dan kucing, yang keturunan ras dan kampung.  Seakan mereka berkata, kita semua saudara senasib sepenanggungan.

Dan ketika nama Pak Tri mulai terkenal, maka rumah Pak Tri menjadi rujukan bagi mereka yang mempunyai anjing atau kucing sebatang kara yang ingin dititipkan. Meskipun rumahnya sudah sesak, dan hewan-hewan yang dititipkan tidak semuanya dalam keadaan sehat, tapi Pak Tri tetap dengan rela menerima dan merawat mereka.

Berpindah…..

IMG_1674Namun para tetangga mulai menentang Pak Tri. Dengan dalih merasa terganggu mereka menyatakan ketidak senangannya dengan aktivitas Pak Tri ini. Pak Tri pun dihadapkan kepada dua pilihan. Melepaskan anjing dan kucing terlantar itu ke jalan atau mencari tempat baru. Sebagai orang biasa, tentu bukan hal yang mudah bagi Pak Tri untuk pindah dan membeli tanah yang baru.

Untunglah dengan meminjam kepada Bank, Pak Tri bisa mendapatkan tempat tinggal baru di Batu Ceper, Tangerang. Untuk sementara dia bisa bernafas lega.

Krisis….

IMG_1679Saat ini, Pak Tri tinggal bersama 2 orang temannya yang membantu perawatan rumah serta anjing & kucingnya, yang mencapai 30 ekor (25 ekor anjing + 5 ekor kucing). Krisis ekonomi yang menghantam mengakibatkan sejumlah pembeli spanduk dan cetakannya kesulitan membayar. Dengan jumlah pesanan yang menurun, memelihara semua binatang ini menjadi beban tersendiri bagi Pak Tri.  Apalagi Pak Tri masih dibebani cicilan tanah nya yang sudah menunggak beberapa bulan. Hal ini mengakibatkan dia menjadi ragu dan sedih akan masa depan ‘panti asuhannya’.

Bukan semata karena takut kehilangan anijng dan kucing nya, tapi dia takut akan kehilangan kesempatan untuk terus menjadi penyayang dan pengasuh para binatang yang terluka. Berapa banyak binatang terluka yang tidak bisa ia selamatkan jika ia tidak punya tempat tinggal. Saat ini para anjing dan kucing itu hanya makan air rebusan tulang dan nasi putih. Sumbangan makanan terus berdatangan walau tidak rutin, namun masalah terbesar Pak Tri adalah tempat tinggalnya.

P1020209Saat ini Pak Tri telah mendapat Surat Peringatan ke-3. Jika tidak segera membayar, bank akan menyita rumahnya. Bila itu terjadi, Pak Tri dan para binatang telantar itu pastilah terlunta-lunta di jalanan.
Tapi… Masih ada waktu untuk mencegahnya…
Masih ada peluang untuk menyelamatkan Pak Tri dan puluhan anjing dan kucingnya…

Dan ANDA YANG DAPAT MELAKUKAN ITU!
ANDA ADALAH SECERCAH HARAPAN BAGI MEREKA!

Bila hati Anda tergerak untuk membantu Pak Tri dan puluhan binatang malang itu, Anda dapat:
1. Mengadopsi anjing atau kucing tersebut. Yang semuanya tentu saja dalam kondisi sehat dan sudah steril; atau,
2. Menyumbang uang (berapa pun jumlahnya – 10 ribu perak pun membantu) demi pelunasan cicilan rumah Pak Tri.

Bagi kamu yang ingin membantu Pak Tri dalam bentuk apapun, silakan klik di Adopsi Anjing.

Ada Mbak Shirly yang siap membantu untuk mengkoordinir dana (serta nomor rekening yang bisa untuk penyaluran dana) dan sumbangan berupa makanan hewan/beras yang masuk, serta proses pengadopsian anjing dan kucing tersebut.

—-

“Hayooo, yang katanya para pencinta binatang…segera bantu…look how cute their faces…full of love…unconditional!!!”
—-

Konten entri adalah properti dari situs Adopsi Anjing Center (setelah mendapatkan izin dari Mbak Shirly untuk mempublikasikan ini di situs pribadi saya).

Need Your Donation A.S.A.P!!!…

Monday, June 15th, 2009

Letter from Angel of Paws Moderator…

Hi members, few days ago few of our members receive an email about a guy who takes care of 22 stray dogs and 15 cats. He’s an incredible guy with a good heart. His name is Pak Triyono.
He lives in Batuceper Kalideres, Tangerang.

He runs a “Spanduk Business” where he would print and designs other businesses’ logo for several businesses where mostly are for property agents.

With his own money, he would take care of these dogs and cats. Since, the subprime mortgage crisis, he’s business has been crumbling down. His monthly revenue that was usually about Rp 80,000,000 ($8,000) has gone down to ($2,000).

The problem also has increased because he has an interest payment to pay every month, about Rp 6 million ($600) for his house where he takes care of those dogs. He has not been able to pay this amount, which made his immediate debt went to Rp33 million ($3,300). His priority now is to pay Rp 32,647,322,- (about $3,300 for Jan09- June 09 debt) ASAP or Panin Bank will take over his house and the animals will be on the streets.
His full debt is Rp 325 million.

Therefore, since there are 179 members of you in this, I would like to ask for your help to donate money to amount $3,300. That would be about $20 for each of you (Rp 200,000).

When you transfer the money to Angels of Paws account at 164 031 8500,Bank BCA branch Kalimalang Joyce Aryani Gunawan, please email your proof at angelsofpaws@gmail.com

In the meantime, here are what AOP plan to do:

  • Getting the proof of payment to Bank Panin and post it to you all on Facebook.
  • I, Yuri will personally coach Pak Tri business so that his business can be profitable and works without him.
  • Creating Communities of committed people that want to adopt dogs and cats from Pak Tri as well as other places such as JAAN, ICare and the streets.
  • Getting exposure over the web through Pak Didi (on of the founders of detik.com, now have his own site politikana.com).

I thank you for your help, and please DONATE NOW!! safe those animals life now!!