Archive for the ‘Informasi’ Category

Bukan Lagi Hanya Sebagai Teman…

Sunday, July 5th, 2009

Membicarakan seputar pemeliharaan anjing dengan teman-teman saya sesama pencinta hewan lucu ini memang tak pernah ada habisnya.

Kebanyakan dari kami, sudah menganggap hewan yang awalnya hanya sebagai peliharaan kami ini, adalah bagai anak-anak sendiri. Bukan lagi sebagai teman ataupun sahabat saja. Bagaimana tidak kami anggap sebagai anak sendiri, lah wong mereka selalu membuat kami senang, dan hilang rasa lelah sepulang kami bekerja, saat mereka sakit bisa-bisa kami pun juga ikut sakit, dan saat kami sedih mereka juga seolah tahu dan berusaha menghibur.

Hal-hal tersebut semakin saya rasakan dari hari ke hari. Sepulang kantor, bisa dipastikan mereka-lah yang pertama kali saya sentuh setelah meletakkan tas. Kibasan ekor dan tarian selamat datang sudah mereka pertunjukkan tiap saya sampai di rumah. Dan jika hal itu tidak dipertunjukkan seheboh biasanya, adalah pertanda bahwa kondisi badan mereka tidak baik, yang membuat saya pun kemudian mulai mengajak bicara dan memeriksa mereka. Mungkin, jika saja dulu saya tidak cacat di mata pelajaran-mata pelajaran jurusan IPA, saya sudah berprofesi sebagai dokter hewan saat ini.

Anjing adalah satu-satunya hewan yang tidak pernah absen tinggal di rumah keluarga saya. Bahkan lebih sering jumlah mereka lebih banyak daripada jumlah manusia yang tinggal di sini. Dan kebanyakan anjing-anjing itu adalah pemberian dari orang lain, ada yang diberikan sejak mereka masih bayi, ada yang sudah besar baik anjing kampung maupun ras yang sudah tidak diinginkan oleh pemilik sebelumnya, ada yang memungut dari jalan, ada pula yang dibuang ke dalam halaman rumah.

Anjing-anjing yang berada di rumah saya, termasuk anjing yang beruntung, karena mempunyai tempat tinggal dan orang-orang sekitar yang sayang pada mereka. Dan membuat saya miris saat membayangkan atau melihat anjing-anjing di jalanan yang tak bernasib sama dengan anjing-anjing di rumah saya.

Kecintaan pada anjing khususnya, membuat saya tergabung dalam grup-grup pencinta hewan ini, termasuk grup Angels of Paw. Melalui situs ini saya mengetahui bahwa ternyata masih banyak orang di luar sana yang peduli terhadap binatang liar, binatang jalanan, termasuk Pak Triyono yang sukarela memelihara anak-anak panti asuhannya dengan suka cita dan cinta, walaupun masalah silih berganti datang menimpa beliau dan anak-anak yang lucu itu.

Informasi Pak Tri ini saya dapatkan dari milis grup Angels of Paw ini pertengahan Juni lalu. Namun saat itu saya hanya bisa membantu sebatas penyebaran berita (belum membantu dalam finansial) kondisi Pak Tri, dan anak-anaknya yang saat ini sangat membutuhkan bantuan pelunasan cicilan rumah tinggal mereka. Kebetulan saat saya membuka Facebook beberapa hari lalu ada halaman samping yang menginformasi kondisi Pak Tri ini, dan dari sana saya mendapatkan tautan situs yang dibuka khusus untuk menggalang dana untuk beliau dan anak-anaknya, yaitu situs Adopsi Anjing.

Setelah berkunjung ke situs tersebut, saya semakin sukarela untuk membantu menyebarkan informasi ini lebih luas lagi melalui situs pribadi saya, dan tentu dengan izin pemilik situs Adopsi Anjing itu; serta menyisihkan sedikit hasil kerja saya sebulan ini untuk Pak Tri dan anak-anaknya.

Saya ikut senang mendengar perkembangan yang sangat pesat donasi-donasi yang masuk melalui rekening Shirly Tiolina. Dari hari ke hari saya turut memantau daftar donasi yang masuk, karena beberapa hari belakangan ini, saya sudah seperti “debt collector” mengingatkan ke orang-orang terdekat melalui Yahoo Messenger, SMS, BBM, dan berbagai cara untuk membantu.

“Mau nyumbang ga? Buka adopsianjing.com deh, 10 ribu aja, mbantu banget lo.”

Dan saya merasa senang lagi, karena tanggapan mereka positif dan mau menyumbang bahkan dengan jumlah yang lebih dari jumlah minimum yang disyaratkan untuk transaksi transfer melalui mesin ATM.

Untuk teman-teman dan saudara, yang sudah bersedia saya “todong” terima kasih banyak ya. Dan untuk teman-teman lain yang sudah menyanggupi menyumbang, tetap saya tunggu berita baiknya dengan munculnya nama kalian di daftar donatur di situs Adopsi Anjing tersebut. Sekali lagi berapa pun jumlahnya, walaupun minimal Rp.10.000 sesuai syarat transaksi transfer melalui mesin ATM. Anjing-anjing, kucing-kucing, ular atau hewan peliharaan kalian di rumah, adalah hewan yang beruntung, termasuk anak-anaknya Pak Tri juga saat ini termasuk beruntung, tapi bayangkan kalau sampai mereka kehilangan rumah? Masih beruntungkah mereka? Dan bagaimana perasaan Pak Tri yang selama ini merawat mereka? Pasti ikut sedih ‘kan?

Tenang saja, usaha Shirly dan teman-temannya bukanlah usaha penipuan. Dan untuk informasi bagi kalian, saya tahu persis saat ini Shirly bekerja di mana, jadi tak perlu khawatir (“Jadi kalo ada apa-apa “nangkep”nya gampang ya Shir? Huahahahahah, becanda Non!”).

Bagi mereka yang ingin menyumbang ataupun mendaftar program adopsi, bisa menghubungi Shirly melalui situs Adopsi Anjing yang bisa diklik di sini. Dan yang ingin memberikan sumbangan berupa makanan kering/beras ataupun barang-barang, bisa menghubungi Jakarta Animal Aid Network, untuk koordinasi penerimaan barang dan penyalurannya.

Namun karena banyak juga yang menanyakan langsung nomor rekening Shirly kepada saya, maka pada entri ini saya putuskan dan juga atas izin dari Shirly, untuk mencantumkan nomor rekening Shirly:

Shirly Tiolina

Bank BCA, Nomor Rekening: 4361585636

Oh ya, bagi yang sudah menyumbang, daftar nama donatur bisa dilihat di situs Adopsi Anjing itu pula.

Terima kasih ya teman-teman, Pak Tri dan anak-anaknya pasti senang.

—-

“One of my dream jobs in the future: punya dog shelter, selain pekerjaan penulis dan pengajar. Woi Bebbi, Dhani, Diko, Anton, kerja, ngumpulin duit, kita buka breeder Golden “bodo” itu plus penampungan dogie yak, kayak yang udah kita omongin di obrolan khayalan kite waktu itu. Idup ama mereka itu sangat menyenangkan!”

“Hmmm ‘Cha, breeder? Kayaknya elo bakal rugi, bakalan kagak ada yang rela elo jual tuh GoldRet hahahhahaha!”

“Duuuhhh kamu lucu-lucu banget sih, Nak.”

Saya Benci Tengah Tahun…

Sunday, July 5th, 2009

Hmmm…ya, ya, ya, saya benci tengah tahun. Apalagi kalau bukan urusan program diskon belanja yang sedang bertebaran di Jakarta. Program Jakarta Great Sale ini memang menjadi acara tahunan untuk memperingati hari jadi ibukota yang sudah sangat sesak dan tak karuan ini.

Namun anehnya kesesakkan kota Jakarta, tak tercermin pada pusat-pusat perbelanjaan yang menjajakan program diskon. Berdasarkan hasil observasi saya beberapa hari berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, butik-butik ternama yang sudah menuliskan besar-besar program diskon di etalase mereka, cenderung tak disesaki pengunjung seperti tahun lalu. Setidaknya ini terbukti dari dua butik dari Spanyol, Mango dan Zara yang merupakan butik kesayangan saya.

Dalam minggu ini, saya sudah 3 kali berputar-putar mengelilingi pusat perbelanjaan yang terdapat dua butik andalan saya itu. Herannya saat saya memasuki butik-butik itu, ramainya pengunjung yang memadati butik sambil memilih-milih fashion item yang dijual, antrian di kamar ganti dan di kasir, bisa dikatakan tak ada, ditambah dengan koleksi barang mereka yang masih banyak macam dan ukurannya, membuat saya menyimpulkan bahwa situasi butik saat itu sama saja dengan saat mereka tidak mengadakan program diskon.

Bagi saya kondisi seperti itu sangat menyenangkan, ada diskon tapi tak ramai, ukuran dan model juga masih banyak. Kurang apa coba?

Lalu kenapa saya benci tengah tahun? Bukannya harusnya saya senang? Memang seharusnya saya senang karena bisa belanja barang kesukaan dengan harga (lebih) murah. Tapppiiii kalau ingat urusan finansial, program diskon yang bertebaran itu dapat seketika menghancurkan rencana finansial yang sudah diatur masak-masak setelah gaji masuk ke rekening (“Hyyyaaaahhhh…! Buyar semua.”)

Mereka seolah tak ada hentinya memanggil-manggil saya untuk masuk ke butik. Menyebalkan memang.

“Okay, gue masuk aja. Liat-liat. Jauhi ruang ganti.”

Saat berjalan-jalan…

“Anjrit, XS, lucu, ha dari segitu jadi tinggal segitu? Yang buener? Coba aaakkhh.”

Dengan harapan bahwa jatuh duduknya dari apa yang saya coba itu, tidak cocok saya kenakan.

“Damn! It’s good on me.”

Minggu ini saya berhasil membawa pulang 1 kemeja putih lengan pendek dari butik (X)S.M.L yang merupakan label desainer ternama Biyan, 1 Dress Beach (nama sesuai apa yang tercantum di tag yang menggantung pada pakaian) dan 1 celana panjang berbahan kordorai warna coklat tua, yang keduanya dari Mango. Kali ini Zara tidak berhasil membuat saya membawa pulang salah satu koleksinya. Eh, mungkin bukan tidak berhasil, tapi belum berhasil.

(X)S.M.L juga sudah menjadi salah satu inceran saya saat berbelanja sejak beberapa tahun lalu. Koleksinya yang cenderung bergaya kasual tapi tetap elegan, memungkinkan untuk digunakan pada saat momen apa saja, termasuk memungkinkan untuk dipakai ke kantor dengan dipadupadankan fashion item lainnya milik kalian, jika ingin terlihat sedikit lebih formal. Belum lagi pilihan bahan yang sangat nyaman digunakan.

Begitu pun juga dengan kemeja putih yang saya beli beberapa hari lalu. Sayangnya saya tak tahu kemeja ini terbuat dari bahan apa, tapi saya tahu harga asli kemeja ini yaitu Rp.399.000, dan saya membawanya pulang hanya dengan harga Rp.219.000.

Dua koleksi Mango yang berhasil saya bawa pulang, juga tak kalah bersaing dari segi harga. Mango sendiri membagi-bagi koleksinya ke dalam beberapa kelompok lagi, misalnya Mango Suit, Mango Jeans, Mango Casual Sport Wear, Mango Basics, Mango Touch (asesoris), Mango-Penélope & Monica Cruz (limited editions), dan lain-lain. Dari segi harga, kalau saya tidak salah, Koleksi Penélope & Monica Cruz dan Mango Suit termasuk di jajaran yang paling mahal, Mango Casual Sport Wear dan Mango Jeans berada di tengah-tengah, dan Mango Basics termasuk di kelompok harga yang paling murah.

Dari kelompok-kelompok itu, Mango Casual Sport Wear dan Mango Basics-lah yang mendominasi koleksi Mango saya, disusul dengan Mango Jeans, dan hanya 1 koleksi Mango Suit saya (sack dress abu-abu berbahan wol, hasil belanja dengan seseorang akhir tahun lalu, yang sempat saya pakai saat sidang skripsi).

Dan minggu ini saya kembali menambah koleksi Mango Casual Sport Wear dan Mango Basics saya.

Dress Beach (terusan) yang saya beli ini, berlengan pendek, berwarna biru tua, dan terdapat ikat pinggang sama dengan bahan bajunya,  termasuk dalam Mango Casual Sport Wear. Sesuai dengan namanya, memang modelnya terlihat kasual dan sporty, tapi menurut saya, baju-baju di deretan kelompok ini masih bisa digunakan ke kantor, asal kalian pintar untuk memadumadankannya. Untuk urusan harga, harga asli rok terusan ini adalah Rp.679.000, dan harga setelah didiskon adalah Rp.419.000. Koleksi Dress Beach ini terdiri dari warna khakis, ungu, biru tua, dan putih. Di Mango Plaza Senayan ukuran dan warnanya masih lebih banyak, sedangkan di Mango Pacific Place, hanya tinggal sedikit.

Sedangkan celana kordorai berwarna coklat (“Hhssssshhh, mengingatkan saya akan seseorang yang juga suka dengan celana kordorai, apalagi dengan warna gradasi dari khakis hingga coklat tua!”), merupakan koleksi Mango Basics. Harga asli celana tersebut adalah Rp.329.000 dan saya bawa pulang dengan harga Rp.149.000. Celana model ini terdiri dari beberapa warna: lila, hitam, khakis, dan coklat. Saya tidak menemukan model ini di Mango Plaza Senayan, tapi di Pacific Place masih tersedia banyak warna dan ukurannya. Ssssttt…saya juga melihat ada beberapa jeans yang dijual hanya dengan harga Rp.149.000 dari harga aslinya berkisar Rp.500.000 hingga Rp.700.000, sayangnya saya sedang tidak perlu menambah koleksi jeans saya. Untuk memastikan bahwa saya tidak salah lihat, kalian coba saja ke sana (“Hihihih, ngomporin belanja nih!).

“Gimana gue bisa nolak? Ha, ha, ha? Tak mungkin.”

Dan setelah belanjaan celana kordorai itu saya bawa pulang, diri ini berjanji untuk tidak berbelanja lagi, setidaknya untuk bulan ini (“Kok, ragu?”).

Berbicara tentang ukuran badan yang Puji Tuhan hingga saat ini masih memungkinkan dan membahagiakan saya untuk mengenakan ukuran XS, Mango, Zara dan (X)S.M.L itu menjadi butik-butik inceran saya saat saya berbelanja, juga karena mereka menyediakan ukuran tersebut. Dan karena sudah biasa dengan koleksi mereka, saya sempat beberapa kali membeli tanpa mencobanya.

Satu tip dari saya, jika ingin membeli fashion item tertentu jangan lupa berpikir dan mengingat-ingat sejenak koleksi-koleksi di rumah, yang memungkinkan untuk dipadupadankan dengan barang yang akan dibeli, jangan terlalu jadi impulsive buyer ya.

Ya sudah, mumpung diskon masih bertebaran, belanja-belanji gih! Lalu, kartu kredit yang sudah kosong jangan sampai penuh lagi ya (“Inget tuch ‘Cha! Huahahaha.”).

Jadi, sekali lagi nih saya katakan…Tak perlu berbelanja sampai Singapura ‘kan?

—-

“Jadi kangen sama seseorang dan seseorang teman belanja setia, sekaligus fashion stylist saya, yang juga doyan banget belanja dan sering kartu kreditnya over limit. Huh, kalian cowok doyan belanja juga ya bouw!”

—-

Eh satu lagi, yang membuat saya benci tengah tahun, film bioskop lagi banyak yang bagus (“Tambah bikin bangkrut!”). Besok, eh nanti siang tepatnya, waktunya Ice Age 3 (“Yay!”).

Kisah Sedih Seorang Penyayang…

Wednesday, July 1st, 2009

Lima puluh anjing dan kucing terbuang. TELANTAR. Diabaikan oleh pemiliknya yang tidak bertanggung jawab. Hanya karena mereka tidak “cantik dan sempurna“.

Untungnya, masih ada secercah cahaya bagi kehidupan puluhan binatang malang itu. Adalah PAK TRI, yang mencintai mereka sepenuh hati. Dia merengkuh mereka dengan kasih sayang tulus. Dia sembuhkan luka-luka mereka, dan membawa mereka pulang. Tiap hari dia tak pernah lelah menyelimuti mereka, menyiapkan makan untuk mereka, dan menyediakan atap demi melindungi mereka dari terik mentari dan curahan hujan.

Pak Tri bukan orang berlebih harta. Hidupnya sederhana dan bersahaja. Tapi dia tidak pernah merasa rugi barang sedikit pun selama mengasuh puluhan anjing dan kucing telantar itu.

CELAKANYA, ujian datang silih berganti. Dan kini Pak Tri beserta “anak-anak” kesayangannya itu terancam terusir ke jalanan. Bagaimana mereka dapat bertahan hidup nantinya bila itu terjadi?

Awal mula cerita….

IMG_1675

Pada mulanya Pak Tri tinggal di daerah Tanjung Duren. Setelah merawat satu demi persatu binatang yang terluka, pada saat itu anjing dan kucingnya mencapai 50 ekor. Walaupun tempat tinggalnya tidak besar, Pak Tri rela berbagi dan membagi penghasilannya untuk memberi makan hewan-hewan terlantar ini. Pria paruh baya yang mencari nafkah dari menggarap plang dan spanduk ini tidak pernah mengomel atau mengeluh.

Senyum dan kasih selalu diberikannya bagi para penghuni ‘panti asuhan’ nya. Dan hewan-hewan ini pun mengerti, meskipun mereka hewan liar yang terbuang, dengan trauma yang mendalam. Mereka hidup akur satu dengan yang lainnya, anjing dan kucing, yang keturunan ras dan kampung.  Seakan mereka berkata, kita semua saudara senasib sepenanggungan.

Dan ketika nama Pak Tri mulai terkenal, maka rumah Pak Tri menjadi rujukan bagi mereka yang mempunyai anjing atau kucing sebatang kara yang ingin dititipkan. Meskipun rumahnya sudah sesak, dan hewan-hewan yang dititipkan tidak semuanya dalam keadaan sehat, tapi Pak Tri tetap dengan rela menerima dan merawat mereka.

Berpindah…..

IMG_1674Namun para tetangga mulai menentang Pak Tri. Dengan dalih merasa terganggu mereka menyatakan ketidak senangannya dengan aktivitas Pak Tri ini. Pak Tri pun dihadapkan kepada dua pilihan. Melepaskan anjing dan kucing terlantar itu ke jalan atau mencari tempat baru. Sebagai orang biasa, tentu bukan hal yang mudah bagi Pak Tri untuk pindah dan membeli tanah yang baru.

Untunglah dengan meminjam kepada Bank, Pak Tri bisa mendapatkan tempat tinggal baru di Batu Ceper, Tangerang. Untuk sementara dia bisa bernafas lega.

Krisis….

IMG_1679Saat ini, Pak Tri tinggal bersama 2 orang temannya yang membantu perawatan rumah serta anjing & kucingnya, yang mencapai 30 ekor (25 ekor anjing + 5 ekor kucing). Krisis ekonomi yang menghantam mengakibatkan sejumlah pembeli spanduk dan cetakannya kesulitan membayar. Dengan jumlah pesanan yang menurun, memelihara semua binatang ini menjadi beban tersendiri bagi Pak Tri.  Apalagi Pak Tri masih dibebani cicilan tanah nya yang sudah menunggak beberapa bulan. Hal ini mengakibatkan dia menjadi ragu dan sedih akan masa depan ‘panti asuhannya’.

Bukan semata karena takut kehilangan anijng dan kucing nya, tapi dia takut akan kehilangan kesempatan untuk terus menjadi penyayang dan pengasuh para binatang yang terluka. Berapa banyak binatang terluka yang tidak bisa ia selamatkan jika ia tidak punya tempat tinggal. Saat ini para anjing dan kucing itu hanya makan air rebusan tulang dan nasi putih. Sumbangan makanan terus berdatangan walau tidak rutin, namun masalah terbesar Pak Tri adalah tempat tinggalnya.

P1020209Saat ini Pak Tri telah mendapat Surat Peringatan ke-3. Jika tidak segera membayar, bank akan menyita rumahnya. Bila itu terjadi, Pak Tri dan para binatang telantar itu pastilah terlunta-lunta di jalanan.
Tapi… Masih ada waktu untuk mencegahnya…
Masih ada peluang untuk menyelamatkan Pak Tri dan puluhan anjing dan kucingnya…

Dan ANDA YANG DAPAT MELAKUKAN ITU!
ANDA ADALAH SECERCAH HARAPAN BAGI MEREKA!

Bila hati Anda tergerak untuk membantu Pak Tri dan puluhan binatang malang itu, Anda dapat:
1. Mengadopsi anjing atau kucing tersebut. Yang semuanya tentu saja dalam kondisi sehat dan sudah steril; atau,
2. Menyumbang uang (berapa pun jumlahnya – 10 ribu perak pun membantu) demi pelunasan cicilan rumah Pak Tri.

Bagi kamu yang ingin membantu Pak Tri dalam bentuk apapun, silakan klik di Adopsi Anjing.

Ada Mbak Shirly yang siap membantu untuk mengkoordinir dana (serta nomor rekening yang bisa untuk penyaluran dana) dan sumbangan berupa makanan hewan/beras yang masuk, serta proses pengadopsian anjing dan kucing tersebut.

—-

“Hayooo, yang katanya para pencinta binatang…segera bantu…look how cute their faces…full of love…unconditional!!!”
—-

Konten entri adalah properti dari situs Adopsi Anjing Center (setelah mendapatkan izin dari Mbak Shirly untuk mempublikasikan ini di situs pribadi saya).

Need Your Donation A.S.A.P!!!…

Monday, June 15th, 2009

Letter from Angel of Paws Moderator…

Hi members, few days ago few of our members receive an email about a guy who takes care of 22 stray dogs and 15 cats. He’s an incredible guy with a good heart. His name is Pak Triyono.
He lives in Batuceper Kalideres, Tangerang.

He runs a “Spanduk Business” where he would print and designs other businesses’ logo for several businesses where mostly are for property agents.

With his own money, he would take care of these dogs and cats. Since, the subprime mortgage crisis, he’s business has been crumbling down. His monthly revenue that was usually about Rp 80,000,000 ($8,000) has gone down to ($2,000).

The problem also has increased because he has an interest payment to pay every month, about Rp 6 million ($600) for his house where he takes care of those dogs. He has not been able to pay this amount, which made his immediate debt went to Rp33 million ($3,300). His priority now is to pay Rp 32,647,322,- (about $3,300 for Jan09- June 09 debt) ASAP or Panin Bank will take over his house and the animals will be on the streets.
His full debt is Rp 325 million.

Therefore, since there are 179 members of you in this, I would like to ask for your help to donate money to amount $3,300. That would be about $20 for each of you (Rp 200,000).

When you transfer the money to Angels of Paws account at 164 031 8500,Bank BCA branch Kalimalang Joyce Aryani Gunawan, please email your proof at angelsofpaws@gmail.com

In the meantime, here are what AOP plan to do:

  • Getting the proof of payment to Bank Panin and post it to you all on Facebook.
  • I, Yuri will personally coach Pak Tri business so that his business can be profitable and works without him.
  • Creating Communities of committed people that want to adopt dogs and cats from Pak Tri as well as other places such as JAAN, ICare and the streets.
  • Getting exposure over the web through Pak Didi (on of the founders of detik.com, now have his own site politikana.com).

I thank you for your help, and please DONATE NOW!! safe those animals life now!!

How Could You…

Friday, May 15th, 2009

Berikut ini adalah kutipan dari surat elektronik yang saya terima dari salah satu grup pencinta binatang yang saya ikuti.

It is really-really nice and touchy story for animal lover, especially dog lover. Just read it.

It made me cry.

Sent by the moderator of Angels of Paws.

—-

A man in Grand Rapids, Michigan, took out a $7000 full page ad in the paper to present the following essay to the people of his community:

When I was a puppy, I entertained you with my antics and made you laugh. You called me your child, and despite a number of chewed shoes and a couple of murdered throw pillows, I became your best friend. Whenever I was “bad,” you’d shake your finger at me and ask “How could you?”- But then you’d relent and roll me over for a bellyrub. My housebreaking took a little longer than expected, because you were terribly busy, but we worked on that together. I remember those nights of nuzzling you in bed and listening to your confidences and secret dreams, and I believed that life could not be any more perfect.

We went for long walks and runs in the park, car rides, stops for ice cream (I only got the cone because “ice cream is bad for dogs” you said), and I took long naps in the sun waiting for you to come home at the end of the day. Gradually, you began spending more time at work and on your career, and more time searching for a human mate. I waited for you patiently, comforted you through heartbreaks and disappointments, never chided you about bad decisions, and romped with glee at your homecomings, and when you fell in love.

She, now your wife, is not a “dog person” –still I welcomed her into our home, tried to show her affection, and obeyed her. I was happy because you were happy. Then the human Babies came along and I shared your excitement. I was fascinated by their pinkness, how they smelled, and I wanted to mother them, too. Only she and you worried that I might hurt them, and I spent most of my time Banished to another room, or to a dog crate.

Oh, how I wanted to love them, but I became a “prisoner of Love.” As they began to grow, I became their friend. They clung to my fur and pulled themselves up on wobbly legs, poked fingers in my eyes, investigated my ears, and gave me kisses on my
nose. I loved everything about them and their touch–because your touch was now so infrequent –and I would’ve Defended them with my life if need be. I would sneak into their beds and listen to their worries and secret dreams, and together we waited for
the sound of Your car in the driveway.

There had been a time, when others asked you if you had a dog, that you produced a photo of me from your wallet and told them stories about me. These past fewyears, you just answered “yes” and changed the subject. I had gone from being “your dog” to “just a dog,” and you resented every expenditure on my behalf.

Now, you have a new career opportunity in another city, and you and they will be moving to an apartment that does not allow pets. You’ve made the right decision for your “family,” but there was a time when I was your only family.

I was excited about the car ride until we arrived at the animal shelter. It smelled of dogs and cats, of fear, of hopelessness. You filled out the paperwork and said “I know you will find a good home for her.” They shrugged and gave you a pained look. They understand the realities facing a middle-aged dog, even one with “papers.” You had to pry your son’s
fingers loose from my collar as he screamed “No, Daddy! Please don’t let them take my Dog!” And I worried for him, and what lessons you had just taught him about friendship and loyalty, about love and responsibility, and about respect for all Life.

You gave me a good-bye pat on the head, avoided my eyes, and politely refused to take my collar and leash with you. You had a deadline to meet and now I have one, too. After you left, the two nice ladies said you probably knew about your upcoming move months ago and
made no attempt to find me another good home. They shook their heads and asked “How could you?”

They are as attentive to us here in the shelter as their busy schedules allow. They feed us, of course, but I lost my appetite days ago. At first, whenever anyone passed my pen, I rushed to the front, hoping it was you that you had changed your mind-that this was
all a bad dream…or I hoped it would at least be someone who cared, anyone who might save me. When I realized I could not compete with the frolicking for attention of happy puppies, oblivious to their own fate, I retreated to a far corner and waited.

I heard her footsteps as she came for me at the end of the day, and I padded along the aisle after her to a separate room. A blissfully quiet room. She placed me on the table and rubbed my ears, and told me not to worry. My heart pounded in anticipation of what was to
come, but there was also a sense of relief. The prisoner of love had run out of days. As is my nature, I was more concerned about her.

The burden which she bears weighs heavily on her, and I know that, the same way I knew your every mood. She gently placed a tourniquet around my foreleg as a tear
ran down her cheek. I licked her hand in the same way I used to comfort you so many years ago. She expertly slid the hypodermic needle into my vein. As I felt the
sting and the cool liquid coursing through my body, I lay down sleepily, looked into her kind eyes and murmured “How could you?”

Perhaps because she understood my dogspeak, she said “I’m so sorry.” She hugged me, and hurriedly explained it was her job to make sure I went to a better place, where I wouldn’t be ignored or abused or abandoned, or have to fend for myself–a place of love and light so
very different from this earthly place.

And with my last bit of energy, I tried to convey to her with a thump of my tail that my “How could you?” Was not directed at her. It was directed at you, My Beloved Master, I was thinking of you. I will think of You and wait for you forever. May everyone in your Life continue to show you so much loyalty.

A Note from the Author:

If “How Could You?” brought tears to your eyes as you read it, as it did to mine as I wrote it, it is because it is the composite story of the millions of formerly “owned” pets who die each year in American & Canadian animal shelters. Anyone is welcome to distribute the essay for a noncommercial purpose, as long as it is properly attributed with the copyright
notice.

Please use it to help educate, on your websites, in newsletters, on animal shelter and vet
office bulletin boards. Tell the public that the decision to add a pet to the family is an important one for life, that animals deserve our love and sensible care, that finding another appropriate home for your animal is your responsibility and any local humane society or animal welfare league can offer you good advice, and that all life is precious. Please do your part to stop the killing, and encourage all spay and neuter campaigns in order to prevent unwanted
animals.

Jim Willis

Untuk Para PENCINTA Anjing…

Thursday, May 14th, 2009

Sebagai pencinta hewan, khususnya pencinta anjing, aku turut menyebarluaskan pemberitaan ini, mengingat banyak sekali para pencinta hewan yang mampir ke blog-ku ini untuk mencari informasi seputar hewan.

Apabila ada yang berminat, tolong langsung hubungi yang bersangkutan. Nomor telepon tertera lengkap di bawah ini.

Dan tolong sesegera mungkin.

Ingat ya, ini untuk mereka yang mencintai untuk memelihara dan merawat anjing, bukan untuk disia-siakan.

—-

Today I got 2 messages:

” HELP !! Any pet lover willing to offer home for 3,5 years friendly male Dobberman? Owner will be kicked out unless poor dog get new home by this weekend, he’ll be put to sleep” (sender : 0817-17-78-71)

“SASHA NEEDS GOOD HOME – LOVELY SWEET DOG WITH A GOOD BARK FOR STRANGERS … PLAYFUL & EXCELLENT with Babies/Children!! NEVER causes PROBLEMS (doesn’t eat shoes/etc!) …
She doesn’t eat much either! She has already been in the shelter 2 times, and i do not want to send her back there! “
Please Contact : MaryKay 0811-97-88-05
mkneumann@hotmail.com

So my friends, please distribute this info to help these dogs. Thank you.

For further information please contact:
Tina
Angels of Paws
0818805766

Just For Your Info…

Friday, May 1st, 2009

Tahukah kamu bahwa arti kata bergeming adalah diam, tidak bergerak dan arti kata acuh adalah peduli?
*Sumber Kamus Besar Bahasa Indonesia*

Tahukah kamu bahwa apotek, praktik dan silakan adalah penulisan yang benar menurut ejaan yang disempurnakan dalam Bahasa Indonesia?
*Sumber Kamus Besar Bahasa Indonesia*

Tahukah kamu bahwa jaringan DNA babi sama dengan DNA manusia?
*Sumber film seri Crime Scene Investigation: Love, Lies and Larva*

Tahukah kamu saat kamu bersin, jantungmu berhenti berdetak 1 detik? Oleh sebab itu sering kali orang mengatakan “blessed you” setelah seseorang bersin, karena itu adalah ucapan syukur bahwa kamu masih diberi kehidupan setelah bersin.
*Sumber dari majalah yang saya lupa namanya.*

Tahukah kamu bahwa penglihatan bukanlah indera utama anjing, melainkan penciuman dan disusul oleh pendengaran? Oleh sebab itu, jika anjing mengalami kebutaan total, ia masih bisa hidup normal.
*Sumber dari internet yang terus terang saya lupa namanya*

Tahukah kamu bahwa anjing ras kecil berumur lebih panjang (bahkan bisa mencapai usia 16 tahun) daripada anjing ras besar?
*Sumber buku tentang anjing, yang saya lupa judulnya*

Tahukah kamu bahwa usia anjing itu adalah 7 kalinya usia manusia?
*Sumber buku tentang anjing, yang saya juga lupa judulnya*

Tahukah kamu bahwa menyimpan kebaya berbahan brokat, apalagi berpayet tidak boleh digantung, karena akan menyebabkan bahannya kendur?
*Pengalaman pribadi dan dari sumber majalah yang saya lupa namanya*

Tahukah kamu bahwa menjahitkan kain untuk mempermudah pemakaiannya, tak perlu dipotong, sehingga saat terjadi perubahan bentuk dan ukuran tubuh, kamu hanya perlu membawanya ke tukang jahit kembali untuk penyesuaian ukurannya?
*Pengalaman pribadi*

Penanganan Luka/Kecelakaan Pada Anjing…

Wednesday, April 22nd, 2009

Kecelakaan/luka ringan memang dapat ditangani di rumah, namun tetap harus diwaspadai. Luka ringan/minor yang terlihat dari luar, bisa jadi merupakan tanda-tanda dari luka dalam dan dapat menyebabkan terjadinya shock yang dapat mengancam nyawa anjing. Periksa apakah ada tanda-tanda terjadinya shock, seperti gusi yang berwarna pucat atau putih, jantung yang berdetak cepat dan terjadinya sesak napas. Anjing yang terkena shock dapat menjadi tidaksadarkan diri.

MENJILAT YANG BERLEBIHAN

Anjing biasanya akan menjilati bagian tubuhnya yang luka, dalam rangka pengobatan diri. Beberapa anjing, menjilat bagian tubuhnya secara berlebih, yang malahan akan kontraproduktif dengan fungsi sebenarnya sebagai pengobatan diri mereka sendiri secara natural. Ada juga yang menjilati tubuhnya tanpa alasan tertentu. Kondisi psikologis seperti ini disebut dengan lick dermatitis, yang biasa terjadi pada anjing Dobermann dan Labrador. Apabila anjing milik kamu menjilati bagian tubuhnya secara berlebih, periksalah, dan jika perlu bawa ke dokter hewan langgananmu.

GIGITAN ANJING LAIN (AKIBAT BERKELAHI)

Meskipun anjingmu sudah sangat terlatih, terkadang mereka juga terlibat dalam perkelahian dengan anjing lain. Bagian tubuh yang biasanya terluka saat mereka terlibat perkelahian adalah sekitar leher, wajah, telinga, dan dada.

Taring/gigi anjing dapat menyebabkan luka yang dalam, dan merobek/rusaknya jaringan halus di bawah kulit. Apabila anjingmu mendapati luka yang dalam akiibat gigitan anjing lain, bersihkan luka tersebut, dan bawa ke dokter hewan untuk pemberian antibiotik.

Apabila anjingmu terlibat dalam perkelahian, tunggu sampai mereka tenang, periksa dengan teliti seluruh tubuhnya, dan lakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Periksalah apakah ada bagian tubuh yang terluka, baik luka ringan atau luka yang dalam (hingga bolong). Apabila kamu dapat melihat luka yang dalam akibat tusukan (taring), gunting bulu/rambut anjing di sekitar area yang terluka.

2. Sekalah luka tersebut dengan air hangat dan cairan anti bakteri yang lembut, dan pastikan tidak ada bulu-bulu yang menempel pada luka.

3. Dan berilah salep antiseptik pada area yang terluka.

GIGITAN SERANGGA

Sengatan lebah/tawon dan serangga lainnya dapat menyebabkan sakit dan bengkak. Lebah biasanya meninggalkan sengatnya pada kulit. Untuk melihat apakah ada sengat lebah yang menempel pada kulit, gunakan kaca pembesar. Namun jika sengat tersebut terlihat, angkatlah dengan pinset.

Pada beberapa anjing, dapat mengalami alergi terhadap sengatan lebah ini dan dapat menyebabkan shock, yang disebut dengan anaphylactic shock (Type I Hypersensitivity Alergic pada manusia dan mamalia), yang dapat menyebabkan kematian, karena menyebabkan tersumbatnya/mengecilnya saluran pernapasan dalam tubuh anjing. Salah satu gejala terjadinya hal ini adalah anjing menjadi sulit bernapas.

Pertolongan pertama pada shock ini adalah dengan pemberian injeksi adrenalin (epinephrine) yang dapat menghentikan shock ini. Pastikan jangan halangi jalannya udara di sekitar anjingmu, dan segeralah bawa ke dokter hewan terdekat.

*Dapat dicari dengan kata kunci anaphylactic shock (hampir semua penyakit yang terjadi pada anjing, sama dengan penyakit yang diderita manusia, termasuk gejala, penanganan, bahkan obat-obatannya, walaupun memang ada juga obat-obatan yang khusus untuk anjing).

GIGITAN ULAR

Ular lebih sering menggigit anjing daripada manusia sendiri. Tanda-tanda keracunan dari gigitan ular adalah menggigil, excitement, muntah, pingsan, mengeluarkan air liur yang berlebihan, pupil yang membengkak. Apabila anjingmu tergigit ular, berikan kompresan air dingin yang diikat dengan pembalut luka, pada bagian yang tergigit dan segeralah bawa anjingmu ke dokter hewan terdekat.

Kira-kira itulah isi dari edisi Informasi (Hewan) kali ini, semoga membantu. Dan salam untuk hewan peliharaanmu.

(diambil dari beberapa sumber, termasuk buku What’s Up With My Dog, oleh Dr. Bruce Fogle)

Ayo Belanja…

Sunday, April 12th, 2009

Dulu, jika aku menginginkan sebuah barang, sering kali aku tak berpikir panjang sebelum mengambil barang itu dan membawanya ke kasir, apalagi awal-awal aku sudah memiliki gaji sendiri. Namun dengan berjalannya waktu, dan semakin merasakan susahnya mencari uang, kebiasaan itu pun sudah bisa aku kurangi. Berpikir panjang sebelum membeli barang, memang penting. Tidak terlalu sulit ternyata untuk meninggalkan toko tanpa membawa pulang barang yang diinginkan, pada saat itu juga, detik itu juga.

Cukup lama memang aku baru dapat menemukan strategi-strategi untuk hunting barang belanjaan. Dan inilah strategi yang cukup ampuh (setidaknya bagiku) untuk mencegah agar kita tidak menyesali barang yang kita beli.

Marreee…

1. Sebaiknya sebelum kita pergi ke pusat perbelanjaan, kita sudah harus tahu barang belanjaan yang kita ingin beli. Klise memang, tapi ada benarnya. Pasti kita tidak ingin menghamburkan uang dengan percuma dan penuh penyesalan ‘kan?

2. Dalam pusat perbelanjaan tentu tidak hanya ada satu atau dua toko yang menjajakan barang jualan yang sejenis. Jangan malas untuk melakukan perbandingan. Coba pakaian hanya jika modelnya kira-kira sesuai dengan bentuk tubuh, tidak semata-mata karena tampilan warna atau motif yang menarik, hal ini dapat menghemat waktu kita berbelanja.

Ada satu strategi sedikit licik, yang cukup sering aku lakukan. Apabila ada satu barang yang kamu sudah suka sekali, sudah cocok baik model dan ukurannya, takut barang itu diambil orang lain, apalagi kalau stoknya tinggal sedikit, tapi kamu ingin melakukan perbandingan di toko/butik lain, titipkan barang tersebut pada kasir, lalu kamu bilang pada petugasnya, kalau kamu ingin ke toilet atau ke ATM. Pergi ke toilet atau ATM itulah sebagai alasan kamu untuk mencari di toko/butik lain untuk membandingkan barang yang kamu inginkan.

Terus terang dengan cara seperti ini, aku pernah menemukan satu kemeja putih lengan pendek, dengan kelas dan kualitas merek yang sama, tapi lebih murah. Kamu tahu dua merek produk busana asal Spanyol yang menjadi favoritku itu ‘kan? Namun agar hati tidak terlalu merasa bersalah, aku akan kembali ke toko sebelumnya, mencobanya lagi, dan bilang ke petugasnya bahwa aku tak jadi mengambil barang itu, karena setelah dipikir-pikir masih kurang cocok. Tentu, ketika kembali ke toko sebelumnya, aku belum membawa tas belanjaan baru ya, atau setidaknya aku simpan di tasku yang mirip kantong Doraemon.

Perbandingan satu barang dengan barang yang lain ini, juga berguna ketika kamu sedang berjalan-jalan dan mendadak baru ingat atau ingin membeli barang yang tidak direncanakan sebelum pergi berbelanja.

3. Apabila hasrat hati benar-benar tak terbendung untuk membawa belanjaan sepulang dari pusat perbelanjaan, carilah barang yang pasti berguna, istilahnya must have item.

4. Jika sedang jalan-jalan ke luar negeri, cari barang yang tidak dijual di Indonesia. Bisa mereknya yang tidak masuk ke Indonesia, atau modelnya. Jangan lupa untuk menghitung kurs harian, karena bisa jadi barangnya menjadi lebih mahal dari pada harga di Indonesia, jika memang barangnya dijual di sini. Lain soal, jika hasrat hati untuk membeli tidak dapat ditahan lagi, tutup mata serapat-rapatnya untuk urusan kurs mata uang negara setempat terhadap Rupiah.

5. Sebelum membayar, periksa kembali kondisi barang yang akan dibeli, apakah ada yang cacat atau tidak, apalagi untuk barang yang didiskon.

6. Selalu minta barang yang baru, bukan barang yang dipajang. Aku pribadi memilih untuk membatalkan membeli barang tersebut jika tidak ada stok selain yang dipajang. Biasanya kondisi barang yang dipajang sudah tidak terlalu bagus.

Namun ada baiknya kamu memeriksanya kembali, jika masih benar-benar bagus dan bersih, tak ada salahnya kamu membeli barang yang dipajang tersebut. Khusus untuk sepatu, teliti kembali dengan seksama, apakah kulitnya sudah terdapat banyak lipatan bekas pakai atau tidak. Dan untuk pakaian, jangan membeli pakaian yang sudah terkena noda kosmetik orang yang mencoba sebelumnya atau noda apapun, karena ada resiko noda tersebut tidak bisa dihilangkan. Untuk menghindari terkenanya noda pada pakaian, serta untuk kepentingan diri sendiri juga orang lain, ada baiknya jika kamu ingin mencoba pakaian, jangan mencoba yang warna terang, apalagi putih. Cari model yang diinginkan dan ukuran sesuai, dengan warna yang gelap. Apabila kamu ingin membeli yang warna putih, baru kamu cari warna tersebut, ukuran yang sama, dan langsung bawa ke kasir.

5. Tanyakan petugasnya, apakah barang tersebut bisa ditukar atau tidak setelah kita membeli, dan juga syarat-syarat penukarannya, kalau-kalau ada cacat yang tidak terlihat saat kita membelinya. Simpan baik-baik bukti pembayarannya untuk beberapa hari.

6. Membeli barang di toko atau butik langganan mempunyai kelebihan tersendiri, yaitu kamu sudah tahu ukuran yang biasa kamu kenakan untuk merek tersebut. Hal ini sangat berguna saat-saat masa diskon digelar, karena pada masa inilah toko atau butik pasti lebih ramai dikunjungi orang, dan bisa dipastikan urusan mengantri mencobanya pun juga lebih panjang. Bahkan ada toko atau butik yang tidak memperbolehkan pembelinya untuk mencoba pada saat diskon berlangsung. Jadi jika sudah tahu ukuran yang biasanya, akan lebih menghemat waktu, serta tidak akan kehilangan barang yang disenangi hanya karena tidak tahu ukurannya dan tidak boleh mencobanya.

7. Apabila kamu sedang ingin berhemat, jauhkan ruang coba pakaian, karena jika kamu sudah mencoba pakaian, dan dirasa cocok, kemungkinan besar kamu akan membelinya walaupun ternyata kamu tidak memerlukannya. Selain itu, tinggalkan kartu kredit yang sudah kosong atau kartu debit yang masih penuh di rumah dan bawa uang tunai secukupnya, walau aku yakin pasti sulit.

8. Sebaiknya jika kamu ingin membeli sepatu, jangan pada saat-saat awal kamu mulai berbelanja. Lakukan itu setelah kaki-kakimu berjalan untuk beberapa lama, karena kaki akan lebih mengembang, sehingga kamu akan tahu ukuran dan bentuk kakimu yang sebenar-benarnya, ketika memilih sepatu. Saat kamu ingin membeli high heels, ada baiknya kamu menanyakan ada sol tambahannya atau tidak, beberapa merek menyediakannya termasuk kantong penyimpanan tambahan. Dan untuk sepatu pada umumnya, lihat lagi bahan yang dipakai, apakah mudah dibersihkan atau tidak. Untuk cara membersihkan sepatu, bisa dibaca di tulisanku sebelumnya (dalam kategori label informasi fesyen).

9. Saat kamu membeli pakaian, terutama yang berkancing, periksa kembali jahitan kancing-kancing tersebut, dan apakah ada kancing cadangan yang disediakan atau tidak. Ada baiknya sesampainya di rumah, kencangkan sendiri jahitan kancing-kancing tersebut. Selain itu periksa juga washing instruction yang biasanya tertera di bagian dalam pakaian, terutama untuk kamu yang malas membawa pakaian ke jasa binatu, karena ada pakaian yang hanya bisa dicuci kering atau dicuci dengan bahan-bahan kimia tertentu.

10. Satu hal penting saat kamu ingin berbelanja, pakailah pakaian dan terutama sepatu yang sangat nyaman. Jangan sampai pakaian dan sepatumu mengganggu kenikmatan kamu berbelanja. Aku tidak menyarankan untuk memakai sepatu berhak tinggi sangat berbelanja, bahkan aku selalu menghindari menggunakan sepatu jenis ini ketika berburu belanjaan.

Selain strategi berbelanja di atas, aku juga ingin membagi must have item ala diriku sendiri. Siapa tahu berguna juga untuk kamu.

1. Atasan (baik kemeja lengan panjang, pendek, atau kaos) berwarna putih polos. Tentu pilih dengan model, jenis kain, sulur kain yang berbeda-beda.

2. Bawahan (rok atau celana panjang) berwarna hitam polos. Pilih yang berwarna hitam pekat, dan tentu hati-hati dalam menyetrika pakaian agar tidak berbekas.

3. Sack dress hitam, karena bisa dipakai di hampir setiap acara, baik siang maupun malam, apalagi kalau sedang bingung mau pakai baju apa.

4. Sepatu model apapun berwarna hitam atau putih, karena bisa disesuaikan dengan pakaian warna apapun.

5. Travel bag atau suitcase dengan ukuran kabin pesawat. Usahakan warna gelap, agar tidak terlalu terlihat jika kotor. Dan percaya benda ini pasti berguna, walaupun kamu belum merencanakan bepergian, jadi sediakan benda ini, setidaknya satu di rumah. Lagi pula kalau membelinya tidak mendadak tentu kamu bisa memilih model sesuai keinginanmu dan bisa tetap modis saat bepergian ‘kan? Oh ya, kenapa ukuran kabin? Menghemat waktu, karena koper tidak perlu dimasukkan ke bagasi pesawat, cukup dibawa di kabin, dan kalau kamu bepergian tidak dengan pesawat, ukuran koper juga tidak akan banyak memakan tempat.

6. Tote bag warna netral. Tas ini dapat memuat barang yang cukup banyak, setidaknya tidak hanya dompet dan ponsel, bahkan bisa dijadikan semacam kantong Doraemon.

7. Celana jeans berwarna gelap. Dengan paduan kemeja putih dan jeans gelap, kamu sudah bisa datang ke acara-acara non formal, bahkan aku pernah datang ke pesta perkawinan yang diadakan siang hari dengan padu padan seperti itu.

8. Cardigan. Mempunyai cardigan berbagai macam warna dan lebih dari satu tidak akan percuma, apalagi untuk mereka yang tidak kuat dengan hawa dingin AC.

9. Winter stocking, untuk mereka yang sudah bekerja, stocking ini akan menambah kesan tersendiri dalam berpakaian. Bahan winter stocking juga lebih kuat daripada stocking biasa, jadi kamu tidak perlu sering-sering membeli stocking baru karena robek. Selain itu, winter stocking ini berbahan tebal, yang bisa menahan dingin saat kamu di kantor, tapi kalau sedang keluar kantor, jangan terlalu banyak gerak ya, bisa-bisa kamu kepanasan nanti.

Kira-kira, itulah strategi berbelanja berdasarkan pengalamanku sendiri, semoga berguna, kalau ada yang ingin menambahkan, dengan senang hati aku terima.

“Hmmmm…musim diskon sebentar lagi ‘kan? Jadi, belanja kita? Shop till you drop, Gurls!

Menu Hari Ini…

Sunday, April 5th, 2009

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 1 jam 40 menit, akhirnya aku, Karin dan Yudha tiba di Singapura. Perut kami sudah lapar. Apalagi penerbangan kami hari ini terlambat 30 menit dari waktu yang ditentukan. Sampai di Singapura baru pukul 14.20 waktu setempat. Rasanya tak mungkin lagi jika perut kami menunggu lebih lama untuk diisi makanan. Akhirnya Yudha memutuskan untuk membeli makanan di Coffee Bean yang terletak di Mount Elizabeth Hospital.

Selama aku menyantap makan siangku itu, aku mulai memikirkan menu makan malam kami hari ini, “Masak apa ya, buat makan malam?”, akhirnya aku putuskan masak Sup Salmon. “Terdengar canggih ya?” Setelah selesai makan, aku berangkat ke Pusat Perbelanjaan Paragon untuk berbelanja.

Belanjalah aku di sana. Ikan salmon, bumbu-bumbu, sayuran dan bahan-bahan lain yang menurutku menjadi bahan dasar sup sudah aku masukkan semua ke dalam keranjang belanjaan.

“Gila ya, Indonesia emang surga belanja makanan. Brokoli 5 dolar? Dah gila apa ya? Di Jakarta 10 rebu dah gede.”

Namun sesampainya di kos, aku menelepon mama, apakah bahan-bahan yang aku beli tadi sudah lengkap atau belum.

Ternyata memasak sup ayam tidak sama dengan memasak sup ikan salmon. Mengingat ikan salmon ini tetap berbau amis saat mentahnya. Dan itu harus dihilangkan dengan jahe, serai, jeruk, daun kemangi. Tiga bahan itu tidak termasuk bahan yang aku beli tadi. Terpaksalah aku berangkat ke supermarket lagi untuk kembali berbelanja.

“Anjrit, serai dua batang kecil gini, 50 sen.”

Dan sepulangnya aku dari sana, aku mulai mengolah bahan-bahan yang aku beli tadi. Seperti biasa aku hanya memasukkan semua bahan ke dalam panci dan berbekal indera pengecapku. Ini dia resepnya:

1. Daun Bawang
2. Daun Kemangi (atau jika tidak ada bisa menggunakan Basil Leaf)
3. Daun Seledri
4. Tomat
5. Bawang merah
6. Bawang putih
7. Bawang bombay
8. Serai (Lemon Grass)
9. Jahe di potong dan dimemarkan
10. Jeruk nipis
11. Brokoli
12. Jamur Champignon
13. Jamur Enoki
14. Ikan Salmon
15. Knorr seasoning powder, tanpa MSG
16. Kikkoman
17. Garam secukupnya

Cara mengolahnya juga tak sulit, dan tidak lama. Malahan lebih lama memotong-motong bahan masakan ini. Semua bahan dipotong-potong dengan ukuran sesuai keinginan. Ikan salmon yang menjadi bahan utama masakan ini, juga di potong-potong menjadi beberapa bagian, lalu lumuri perasan jeruk nipis di atasnya, dan taburi garam secukupnya, hingga rata dan diamkan sembari kamu menyiapkan bahan lain.

Sisa bahan-bahan yang sudah disiapkan, tinggal dimasukkan ke dalam air. Jujur, urutan memasukkannya pun aku sesuaikan dengan feeling-ku sendiri, alias sesuka hati. Namun tadi yang aku lakukan pertama kali adalah memasukkan daun bawang, tomat, bawang merah, bawang putih dan bawang bombay. Tambahkan Knorr seasoning powder, aduk, tambahkan Kikkoman dan garam secukupnya, sesuai dengan rasa indera pengecapmu.

Lalu, yang lainnya aku benar-benar lupa urutan memasukkannya. Semua suka-suka hati, hingga baru aku sadari semua sayuran dan bumbu sudah masuk ke dalam panci. Jangan lupa untuk terus merasakan kuah sup. Coba rasakan kira-kira masih kurang apa, dan tinggal tambahkan yang kurang itu.

Setelah kuah sup mendidih, baru masukkan daging ikan salmon yang sudah dilumuri perasan jeruk nipis dan garam tadi. Diamkan beberapa saat, hingga daging salmon bewarna merah muda. Jangan terlalu lama merebus daging ikan salmon, karena dagingnya bisa hancur.

Sebelum masakan ini aku berikan pada “juru cicip”, aku mencobanya terlebih dulu.

“Hah, enak juga masakan gue. Padahal baru pertama niy masak sup ginian,” pikirku tadi.

Saat itu bersamaan dengan Yudha yang masuk ke dapur untuk kesekiankalinya.

“Buset, masak beneran lu? Emang lu bisa masak?”

“Nape lu dah laper? Bolak-balik aja lu. Enak Dha, ntar lu tinggal makan dah.”

“Iye, wangi ya.”

Dan enaknya masakan ini disetujui oleh satu “juru cicip” utama, Karin, mulai suapan pertama aku berikan padanya. Bahkan saat Yudha masih menyantap makanannya, Karin meminta tambah sup-nya saja tanpa nasi. Setelah aku selesai menyuapinya, giliran aku menyantap hasil masakanku sendiri.

—-

“Nyam-nyam, masih ada sisanya untuk besok pagi.”