Archive for the ‘Belanja’ Category

Tak Perlu Berburu Sampai Ke Singapura…

Sunday, June 29th, 2008

Ajang Singapore Great Sale mungkin sudah tak asing terdengar oleh telinga kita. Namun, apakah telinga kamu masih asing mendengar Jakarta Great Sale?

Mungkin sedikit terdengar meniru Singapura, namun pesta diskon yang diselenggarakan di Jakarta tak kalah menarik dengan Singapura, ya walaupun aku baru sekali bertandang ke Singapura saat Singapore Great Sale ini diselenggarakan.

Juni, bertepatan dengan ulang tahun kota Jakarta, PemDa Jakarta berusaha untuk lebih memeriahkan kota, jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Acara tahunan seperti Pekan Raya Jakarta dan Jakarta Great Sale ini digelar sebulan lamanya. Surga belanja bagi para shopaholic atau impulsive buyer. Segala daya upaya dilakukan untuk dapat membeli barang kesukaan yang belum tentu diperlukan. Pernyataan seperti biasa yang terlontar oleh para maniak belanja yaitu “Mumpung diskon.”

Memang benar, tengah tahun sepertinya waktu tepat untuk berbelanja. Untuk membuat PemDa Jakarta menambah pemasukan daerah lebih dari biasanya. 

Tak usah banyak omong, aku hanya ingin menyampaikan pandangan mata, sebagai salah seorang penggila belanja yang selalu berusaha menahan diri, namun lebih sering gagal, dan terjerumus oleh iming-iming diskon.

Inilah hasilnya:

Zara: Diskon hingga 50 %, namun hati-hati untuk mereka yang tak terbiasa memakai merek ini. Mereka tak memperbolehkan untuk melakukan fitting. Diskon baru dimulai hari Kamis, 26 Juni 2008 jadi barang bagus mungkin masih banyak. Untuk mereka yang beratnya di bawah 45 kg, bisa memakai ukuran XS, untuk dress, dan bisa ukuran S untuk baju-baju seperti kaus. Untuk celana panjang maupun jeans, agak sulit menetukan ukuran yang pasti, karena sangat tergantung dengan bahan dan model celana itu sendiri. Harga dress cukup mendapat potongan harga yang besar listed price sekitar 700 ribuan menjadi 300 ribuan.

Mango: Diskon hingga 70% dan boleh fitting, tapi diskon sudah dimulai 1 minggu sebelum Zara. Jadi untuk mendapatkan barang yang bagus dan sesuai ukuran sudah semakin sulit. Barang yang mendapat potongan harga besar adalah barang-barang seperti kaus harian. Sedangkan untuk busana resmi seperti sack dress potongan harga tak terlalu jauh, cth: dari 500 ribuan menjadi 400 ribuan saja.

Debenhams: Diskon hingga 70%.

MPhosis: Sepertinya tidak ada diskon.

Top Shop dan Top Man: Tidak ada potongan harga, namun ada penawaran khusus seperti beli satu gratis satu.

Raoul: Ada barang-barang tertentu yang di diskon hingga 70%

Banana Republic: Diskon hingga 70%

Sports Station: Sepertinya diskon hingga 50%

Tomodachi Restoran: Diskon 50% dengan memakai kartu kredit tertentu.

Optik Melawai: Diskon 20%.

Dan menurut berita di surat kabar, pusat perbelanjaan yang mengikuti Jakarta Great Sale ini antara lain Pacific Place, Puri Indah Mall, Pondok Indah Mall, Senayan City, Plaza Senayan, Plaza Semanggi.

Namun jika ada kesalahan peserta Jakarta Great Sale ini, dan teman-teman mengetahuinya, silakan diralat, atau jika ada yang ingin membagi informasi potongan harga yang diselenggarakan toko-toko yang belum disebutkan di atas juga silakan ditambahkan. 

Bagi mereka yang tak berencana liburan ke luar kota dan juga memiliki hobi belanja, sepertinya ajang diskon ini dapat dijadikan alternatif pengganti liburan yang notabene sebagai penghilang stres, begitu pun juga belanja, yang bisa mengatasi kepenatan (walau kadang hanya sebentar, saat kita belum sadar bahwa kita belanja terlalu banyak). 

Selain itu, belanja di Jakarta, tak perlu mengeluarkan biaya tiket pesawat (buat mereka yang tinggal di JaBoDeTaBek dan mungkin juga Bandung) apalagi fiskal, jadi tentu lebih hemat.

Saranku jika ingin liburan, carilah tempat yang mempunyai kekhususan atau keunikan lainnya selain hanya untuk tempat berbelanja. Misalnya Bali yang punya nilai plus sebagai tempat menyenangkan wisata air.

Tips satu lagi, perhatikan sms yang dikirim langsung ke ponsel kamu, dari para penerbit kartu kredit tertentu, biasanya ada preview sale untuk para pemegang kartu kredit. Kamu bisa diuntungkan, karena dengan preview sale ini bisa mendapat barang bagus, ukuran masih banyak tersedia, dan sainganmu tidak terlalu banyak. 

Jadi tak perlu berburu belanjaan sampai ke Singapura ‘kan?

Shop till you drop gurls… 

Jurnal Si Anak Hilang…

Monday, February 25th, 2008

Sabtu ini, aku bangun bukan di tempat biasanya, bukan di kamarku, bukan di rumahku, dan bukan di Jakarta…
Pagi-pagi benar makhluk yang aku kenal, telah sibuk dengan pekerjaan masing-masing…
Mata ini pun belum sepenuhnya terbuka, saat aku berjalan menuju kamar mandi…
Membasuh muka dan membersihkan gigi serta mulut akhirnya membuatku benar-benar terbangun dari tidur nyenyak semalam…
Sembari memandangi diri di hadapan cermin, aku memikirkan apa yang hendak aku lakukan hari ini…
Ini bukan kota di mana biasanya aku tinggal, dan tak biasanya aku sendirian…
Otakku kemudian berpikir keras berusaha mencari cara agar diri ini sibuk hari ini…

Tak ambil pusing, aku pun langsung menuju ruang makan, untuk makan pagi…
Nasi goreng sebanyak satu setengah sendok nasi, dua potong croissant, dadar goreng, buah-buahan adalah menu makananku pagi ini…
Tak lepas dari pengamatanku apa yang ada di sekeliling…
Tamu, adalah sebutan untuk turis, yang biasa digunakan orang Bali, yang menginap di hotel itu cukup ramai…
Tak cuma tamu lokal, tamu mancanegara pun juga banyak aku jumpai di sana…
Dari Asia, yang paling banyak adalah tamu dari Jepang, dan kebanyakan mereka sekitar usia 20-30an tahun…
Sedangkan tamu bule, berasal dari banyak negara, baik dari Eropa maupun Amerika…

Satu jam aku habiskan duduk sendiri di meja makan…
Aku pun mulai beranjak dari sana menuju ke kamar…
Brosur layanan spa hotel yang tergeletak di meja kamar, menarik perhatianku…
“Sudah lama aku tak memanjakan diri di spa.”
Namun hal itu aku kesampingkan…
Aku memilih untuk nyemplung ke kolam renang, dan berenang…
Aku pun langsung berganti pakaian renang, dan menuju kolam, yang hanya empat langkah di depan kamarku…
“Brrr…dingin deh nih air, mana anginnya kenceng pulakh.”
Maklum Bali baru saja berhenti diguyur hujan sesaat sebelum aku mendarat di sana…
Dinginnya air akibat angin tak lama kurasakan…
Gerakan renang dan mulai bersinarnya matahari menghapus itu semua…

Jam 10.30 waktu setempat, aku keluar dari kolam renang menuju ke kamar yang sudah dibersihkan oleh House Keeping
Aku berencana untuk menelepon ke bagian spa, untuk membuat perjanjian…
Namun sayangnya, siang itu, semua ruang sudah penuh, dan akhirnya aku mendapat jadwal jam 16.30…
Dan setelah telepon aku tutup, aku kembali menuju kolam renang, dan melanjutkan berenang…

“Hmmm..jam berapa siy kok laper yaa.”…
Akhirnya aktivitas di kolam renang sepenuhnya aku akhiri…
Kembali ke kamar, dan mandi. Eh bukan…tepatnya berendam di bath tub
Selama berendam, aku berpikir “Enakan jalan sendirian, atau tilpun temen SMP-ku ya?”
Dilema memang, karena ia pernah berpesan padaku “Kalo ke Bali, telpon gue ya.”
Tapi “Wah ini kesempatan gue jalan-jalan di Bali sendirian, jarang-jarang bisa kayak gini.”
Hal itu belum aku putuskan saat aku telah selesai mandi, dan telah selesai berdandan…

Melangkahkan kaki keluar kamar, masih sambil berpikir…”Sendiri atau ada temen?”
Good Morning.”
Morning.”

Duhh..aku lupa kalau aku lagi di Bali…
Hal seperti itu yang tak aku jumpai di Jakarta sehari-hari…
Berpapasan dengan orang lain, sama saja berpapasan dengan tembok…
Namun tidak di Bali, sapaan ramah, dari siapapun sudah bukan hal asing…

Sesampai di gerbang hotel, aku akhirnya berhasil memutuskan bahwa aku akan berjalan sendiri, dan tanpa teman…
Berbekal sebuah peta, yang menurutku kurang lengkap dari peta Bali yang dulu aku gunakan saat liburan, aku pun memberanikan diri untuk melangkah…
Hal pertama yang aku cari, yaitu tempat makan…
Menyusuri sepanjang jalan Padma Utara, aku pun telah menemukan beberapa tempat makan…
Dan tak tahu mengapa, kaki ini tiba-tiba berbelok di sebuah restoran di sudut perempatan jalan tersebut…
Aku pun memesan semangkok pasta, yang menurutku porsinya tidak terlalu besar…
Duduk sendiri, menunggu makanan sambil bengong, sepertinya sedikit menarik perhatian orang lain…
Saat aku melemparkan pandangan ke sekeliling ruangan, ternyata ada beberapa pasang mata, yang kepergok sedang memperhatikan aku…
“Hmm..jalan sendirian di Bali bukan hal aneh khan?” Itu yang aku pikirkan…

Makanan yang aku pesan, sudah tersedia di depan mata, tak lama kemudian…
Ternyata aku tertipu, porsi pasta itu, cukup besar untuk aku sendiri…
Menyuap dan mengunyah makanan secara perlahan, disisipi saat-saat bengong dan mengkhayal…
Are Singaporean?”
Tanya salah seorang penjual jasa padaku…
Restoran itu hanya dikelilingi dengan pagar kayu di sekelilingnya, dan tanpa penutup…
Mengakibatkan orang-orang yang nongkrong ataupun berjalan di trotoar bisa langsung berkomunikasi dengan para pengunjung restoran…
Para penjual jasa itu, adalah orang lokal…
Selama aku di sana, aku mendengar mereka berbincang-bincang dengan bahasa Bali, yang tak aku mengerti sama sekali…
Sapaan salah satu dari mereka itu, sama sekali tak aku gubris, karena terus terang aku takut…
Tapi pertanyaan tadi membuatku berpikir “He…emang muka gue kayak orang Singapur ya? Sesipit itukah gue?”
Menyendok dan mengunyah makanan secara perlahan ternyata tak ada pengaruhnya untukku… Sepiring pasta itu tak dapat aku habiskan…

Melanjutkan perjalananku setelah makanan selesai aku bayar…
Arah yang aku tuju pun tak jelas…

Aku hanya mencoba mengikuti arah ke mana mayoritas para tamu pergi…
Dan ternyata tebakanku tak mengecewakan aku…

Berjalan sepanjang jalan Legian menuju ke kawasan Seminyak aku menemukan deretan toko, yang merupakan surga belanja…
Menyusuri trotoar yang masih berfungsi dengan baik, kurang lebih 5 kilo meter pulang pergi…
Satu kantong belanjaan berisi baju akhirnya aku dapatkan…
“Lumayan, harusnya 2 potong rok terusan itu seharga Rp.740.000, tapi karena butik merk terkenal itu sedang ada potongan harga, aku cuma harus membayar Rp.230.000.”

Pegalnya kaki, membuatku menemukan satu dilematik lagi…
“Pulang naik taksi atau tetap jalan kaki ya?”…
Akhirnya aku memutuskan untuk tetap jalan kaki…
“Toh, nanti aku khan ada janji spa.”…

Sampailah di potongan jalan Padma Utama dengan Legian…
Tapi aku tak memutuskan belok kanan dulu…
Namun aku memutuskan untuk terus berjalan menyusuri sisi lain jalan Legian itu…
Tak berapa lama, kaki ini sudah tak tahan…
Akhirnya aku berbalik arah menuju hotel tempat aku menginap…

Di sepanjang jalan Padma juga terdapat beberapa toko, yang menjual suvenir khas Bali…
“Hmmm, nanti malem pake rok yang item ahh. Eh tapi, sepatu yang aku bawa warna putih lagi. Nyari sendal item dulu kalo gitu, lagi pula sendalku di rumah sudah mulai rusak.”
Akhirnya aku membeli sepasang sandal Bali bewarna hitam, dan sandal warna biru untuk keponakanku…

“Hmmm…bukan seharusnya dah deket ya, kok ngga nyampe-nyampe ya All Seasons.”
Akhirnya aku sampai…
Begitu sampai di lobi, aku telah melihat makhluk yang aku kenal…
“Hah, senangnya udah ngga jadi anak ilang.”