I Just Want My Own World…

Bukan BB kalian yang lemot; jangan salahkan provider kalian yang tidak memberikan laporan umpan balik D atau R saat kalian mengirimkan pesan BBM ke saya. I turned it off all, bahkan si Bébé saya copot baterainya.

“Beberapa puluh tahun lalu, bisa kok hidup tanpa handphone, masakh sekarang ga bisa?”

Terus terang saya termasuk orang yang tidak terlalu rempong jika handphone tertinggal di rumah. Apalagi jika saya baru tersadar tidak membawanya saat saya sudah di tengah perjalanan berangkat ke suatu tempat (terutama ke kantor). Kemungkinan besar saya tidak akan repot-repot berbalik arah dan mengambilnya ke rumah.

“Mayannn…seharian ga ada yang repot nyariin gue. Gak akan ada yang berisik.”

Dan hal itu sudah kejadian berkali-kali.

Termasuk akhir pekan kemarin. Saya membiarkan hidup saya tanpa bunyi-bunyian dari dua perangkat telepon genggam yang saya miliki. Walaupun saya tahu ada beberapa acara yang seharusnya saya hadiri.

Semua berawal saat Jumat malam. Saat semua rasa kembali membuncah tak karuan; urusan pekerjaan, memori masa lalu, yang semuanya tiba-tiba membuat kepala ini rasanya ingin pecah, ditambah dengan rasa yang tak jelas apa, dan tak bisa saya definisikan.

Mencoba untuk menjadi seseorang yang berbeda. Mencari seseorang yang sepertinya bisa saya andalkan untuk berbagi cerita. Mencarinya di deretan nama yang ada di sekian ratus nama yang termasuk di BBM kontak yang saya miliki. But the result…no reply…nor R report at my BBM.

“Yah, who the hell i am for that person!”

I just remember a message was dropped in my Facebook few days ago…

“hey you!

you know, i always wonder why i don’t have many friends.. it’s not that i don’t like meeting new people, it’s not that i don’t actively try to talk and approach people, it’s not that i don’t open myself to new people. there’s one thing though, it’s hard for me to keep in touch with people. mungkin karena suasana jakarta, mungkin karena gw ga mau mengganggu orang” yang tampaknya sibuk, mungkin because i’m shy in nature :p

but there’s also another thing, it’s because it’s hard to find someone like me. someone who cherishes the same things, holds the same values, and other things i cannot really explain. you are one such person i can really connect with and yet i cannot stay in touch with you.. heheh.. sucks huh..

well, hope everything’s fine with you..”

atau sederetan kalimat (yang berujung dengan kalimat di bawah ini) dari seseorang yang Jumat malam lalu saya cari tapi saya tak tahu dia dimana…

“I’m lonely, but gw juga siy yang mau lonely.”

Dan semua itu membuat saya tersadar kembali, I’m part of them…dengan satu dan seribu satu alasan lainnya, atau bahkan sepertinya akan lebih baik jika saya tetap dengan diri saya sendiri. Sendiri.

No man is an island?? Yeah right…tell me about it!!! Coz sometime we are asked to be alone…then we choose to be lonely.

*aahhh…enaknya hidup tanpa handphone…gue terusin aja po seterusnya, ga cuma weekend ini aja?

Tags: , , ,

9 Responses to “I Just Want My Own World…”

  1. warm says:

    terusin ajaa, tampaknya bagus jg ya, ‘menyepi’ dengan cara sederhana seperti itu

  2. Miftahgeek says:

    Salam introvert! :D

    Ada juga temen yang pernah ngelakuin kayak mba gini, googling ‘pege17′, satu2nya media komunikasi dia cuman blog. Dan untungnya ga semua orang tahu perihal ‘blog’ dia :)

  3. niee says:

    Aku juga gak kerepotan klo udah ketinggalan BB,,
    ya klopun ada yang penting kan bisa dibaca setelah pulang *mengurangitanggungjawab* hehehe..

    Tapi klo gak punya hp sama sekali gak bisa juga kali yak untuk jaman sekarang.. Menurut pendapat aku pribadi seh :D

  4. really…

    i ever felt the same felling..

    sometime i need to be alone…

    sometime i want live in another empty world…

    sometime i don’t need anything…

  5. Asop says:

    Well, kadang2 kita emang pengen sendiri di dunia ini… :)

    Tapi, itu hanya sebentar. Udah ngerasain kesendirian, malah pengen menuju “keramaian” lagi… :D

  6. Entahlah…
    Saya juga gak pernah punya teman yang keep in touch dalam waktu lama…
    teman es em pe berakhir setelah es em pe berakhir…
    teman es em a juga…
    Selama kuliah ini, teman kuliah paling keep in touch untuk urusan kuliah… kalao liburan, pada sibuk sendiri2…

    Dan satu yang saya sadari, kami jadi keep in touch jika sudah ada masalah… entah masalah kuliah, masalah teman dan tetek bengeknya… Bahkan saya sampai berpikir, Haruskah kita selalu memiliki masalah untuk keep in touch?

    And seems like there’s no text message between us without a problem. Mostly..

  7. fairyteeth says:

    hidup tanpa handphone ada enaknya ada tidaknya… yang jelas kalau nyetir sendiri malem2 terus batre henpon habis bawaannya jadi parno… so, for me i choose to keep my cellphone alive

    :D

  8. nggak ada yg salah dengan kesendirian.. di hiruk pikuknya kota ini, dgn berbagai masalah disana sini.. kadang manusia memang butuh yg namanya Me-Time :)
    rehat sejenak dan nikmati kesendirian :)
    *ehngomongapaaku hahah

  9. 3sna says:

    wah mba, saya juga suka kesel kalo saya kirim message di HP, YM or BB gak di reply… padahal saya selalu berusaha mereply mereka walau pulsa habis, kayak ga bisa bagi pulsa aja sama temen cuma 1 kali ngirim ini…

    tapi emang kebanyakan orang pada gak tau etika sih, dalam friendship, maunya mereka doang yang untung, kalo saya sih keseringan kecewa makanya jadi introvert juga :D capeklah membina friendship gak pernah dapet positif feedback…

    saya jg lagi matiin BB :D

Leave a Reply