Botol Kecap di Awal Tahun…

Januari? Awal tahun! Bulan pertama yang harus ditempuh untuk akhirnya kita sampai kembali di Desember. Itu pun kalau masih diberi kehidupan oleh Bos Besar pemilik hidup setiap makhluk.

Saya bukan manusia yang menutup tahun dengan menilik kembali resolusi apa yang sudah dan tidak tercapai, karena saya adalah manusia yang tidak pernah membuat resolusi apapun di awal tahun. Just let it flow!!

Seperti akhir tahun lalu yang saya tutup dan awal tahun ini yang saya buka dengan hal-hal yang tak biasanya saya lakukan. Percaya dengan orang baru!! Dan semua gara-gara satu teman kuliah saya dulu.

Semua begitu mendadak dan yaa..seperti yang tadi saya katakan let it flow!

Teman kuliah: “Cha, nanti tahun baruan bareng yuk!! Ga ada acara khan lo?!”

Saya yang sebenarnya melihat tahun baru seperti hari-hari biasanya dan bukan suatu hal wajib untuk merayakannya setiap tahun, kali ini memutuskan untuk menyingkirkan pikiran itu…

Saya: “Yuk, taon baruan bareng! Tapi ntar gue ke gereja dulu ya, misa tutup taon. Gereja gue di Barito situ cuy.”

Teman kuliah: “Ya udah ntar elo dijemput di situ.”

Saya: “Jemput n anter pulang yang nyet.”

Teman kuliah: “Iya, bawel lu, terjamin elo ke sini and pulangnya.”

Saya: “Sip. Gue selese misa jam stg 8 ya.”

Ina-ini-itu di kantor *yak betul 31 Desember 2010 lalu, saya masih bertengger di kantor, pulang sekitar pukul 15.00, menghabiskan waktu di seputar kawasan Blok-M sambil menunggu jam misa, akhirnya saya selesai misa pukul 19.00. Dan jam segitu belum ada tanda-tanda jemputan datang di Barito.

Saya: “Eh, gue dah selese misa niy, elo jemput gue jam berapa?”

Teman kuliah: “Ahhh mulai labil deh lu, katanya jam setengah 8 selesainya. Gue baru ngumpulin niat untuk mandi.”

Saya: “Set lama banget daaah. Kalo kelamaan gue pulang aja neh.”

Teman kuliah: “Udah deh, mendingan elo ke Citos aja, ntar dijemput di sana.”

Saya: “Okay, gue setengah jam lah dari sini ke sana, dah termasuk nunggu taksi. Awas lu pake acara lama-lama jemput gue di sana.”

Teman kuliah: “Sip.”

Dan di tengah perjalanan saya menuju Citos, saya mendapatkan permintaan persetujuan dari seseorang menjadi kontak di BBM saya.

“Sepertinya ini lakinya si monyet satu itu.”

Saya pun mengklik, accept atas permintaan itu. Tak berapa lama saya mendapatkan BBM lanjutan dari si teman kuliah saya itu…

Teman kuliah: “Nyet, ntar yang jemput elo di Citos laki gue yah, gue masih beres-beres rumah, capek.”

Saya: “Yahhh, yang begini nih. Mana gue tau tampang laki lu, ketemu aja belom pernah.”

Teman kuliah: “Laki gue dah nge-add pin bb lu tuh.”

Saya: “Iye gue dah tau.”

Dan saya pun lanjut saling mengirimkan pesan singkat di BBM dengan pacarnya *eh “pacar”nya si teman kuliah.

Karena saya sudah dibekali omongan oleh si teman kuliah saya itu, bahwa pacarnya or “pacar”nya ini sedikit kaku, jadi saya berusaha menetralisir keadaan dengan menjadikan diri saya yang bukan saya, yaitu ngoceh, mencari pembicaraan yang sekiranya bisa mencairkan suasana kaku, dari pertama saya masuk ke mobil.

Keanehan pertama dari rangkaian keanehan-keanehan yang akan terjadi *gue bisa ga kaku banget dengan orang baru, dan lebih parah lagi, bisa percaya pergi ama orang yang belum pernah gue liat sebelumnya.

Perbincangan pun terus berlanjut, bahkan setelah kami menjemput dua peserta lagi. Perbincangan seru masih berlanjut, dan kali ini melibatkan 4 orang yang sekarang berada di dalam satu mobil yang sama.

Ini-ina-itu, sampailah kami di pergantian tahun, kakak-kekek-ngikik-ngekek sana-sini, saya pun (setengah) sadar bahwa semua yang berada di sana, hanya si teman kuliah saya itu yang sebelumnya sudah pernah kenal dan bertemu dengan saya. Selebihnya adalah orang baru.

This is just not me, secara biasanya! *dasar botol kecap ga jelas!

Waktu sudah menunjukkan pukul 04.30 pagi, dan sepertinya sudah waktunya pulang, dan saya belum tidur sama sekali hampir sekitar 24 jam, ditambah dengan pengaruh hasil racikan dahsyat isi dari beberapa botol yang dibawa oleh teman saya.

“Cha elo pulang sama ….*tuuutttt, sorry disensor dikit ya*”

Manusia yang akan mengantarkan saya pulang, termasuk manusia yang baru saya kenal. Dan mungkin karena sedikit pasrah tidak ada manusia lain yang bisa saya todong untuk mengantarkan pulang, jadi saya meng-iya-kan statement teman kuliah saya yang itu. Another thing yang bukan saya, apalagi di sepanjang jalan mengharuskan saya untuk tetap sadar penuh, padahal saya sedang dalam keadaan setengah sadar.

Di tengah perjalanan saya pulang ke rumah, tiba-tiba saya mengirimkan sebuah pesan ke BBM teman saya “Bilangin ke dia yah, Merry Christmas and Happy New Year,” dan tak berapa lama saya mendapatkan permintaan dari seseorang yang lagi-lagi baru saya dengar namanya dari teman saya, untuk menjadi kontak di BBM, dan kembali saya setujui, dan kami pun melakukan perbincangan cukup panjang saat itu.

Dari kejadian-kejadian di atas, saya ingat kalimat yang terlontar dari mulut seseorang: “Kamu tuh outgoing person, bukan orang yang betah berlama ngurusin kerjaan yang kayak gitu.”

Dan saya pun langsung berpikir, “Berubah gue?”

Sejak itulah grup botol kecap tercipta *ckckckck…sapa siy tuh yang buat? :mrgreen:

Anyway, glad to have new friends at the beginning of this year, walaupun ada satu nama yang akhirnya saya hapus dari kontak BBM saya.

Tags:

One Response to “Botol Kecap di Awal Tahun…”

  1. devieriana says:

    Eh, Cuy, Cuy, kontak BBM-ku belum diapus kan, Cuy? hihihi..
    :mrgreen:

Leave a Reply