Bintang Jatuh…

Sekian detik yang membuat saya tertegun.

Semua karena si hitam yang sedang di teras. Entah mengapa si gendut hitam itu memandangi langit bertabur bintang, sambil bergumam, seakan berbicara dengan saya…

“Houuoohhoommhohhoomm.”

“Ngomong apa ayank? Liat apa ci di atas. Ada kucing ya?”

Saya yang berjongkok di depan si hitam pun mendadak mengikuti arah pandangan anak saya yang gendut itu.

Dan begitu saya mendangakkan kepala dan menatap langit…

“What’s that? Is that a plane? Oh, no it’s not a plane. Anjrit…that’s a falling star.”

Yak…betul saya baru saja melihat bintang jatuh atau mungkin pecahan meteor yang jatuh.

Benda merah itu bersinar terang, berpijar, terjatuh, mengecil dan kemudian menghilang.

Satu yang saya sesali…kenapa wish yang saya langsung ucapkan dalam hati adalah tentang dirinya. Dirinya yang dulu sempat bagai bintang jatuh untuk saya.

Bersinar saat saya perlu cahaya.

Berjalan, menemani saya.

Sebentar.

Mengecil.

Tak sempat pun saya genggam.

Karena ia menghilang…

*Arrrrggghhh…Tuhan tahu wish gue yang lebih esensial, 11 Oktober 2010*

Tags: ,

Leave a Reply