He Put Me Here…Heaven On Earth…

Hah…So this is why He put me here…in this world…in this place…

—–

“Bu, sibuk ga?”

“Kenapa?”

“Mau cerita, bukan masalah kerjaan banget sih…”

bla…bla…bla…

Dan sesi konseling pun terjadi kurang lebih satu jam…

—-

Di sela-sela saya yang sedang sibuk berkutat dengan komputer seperti biasanya, dengan pintu ruangan yang terbuka, ada seseorang yang sedang berdiri menyandar di pintu ruangan saya…

“Enak ya, Bu, kerja-kerja, sambil dengerin musik-musik ginih.”

“Ehh…btw…saya denger tentang….*sencored :)* Gimana udah selese?”

“Ibu tau dari mana?”

“Ga penting saya tau dari mana, tapi dah beres khan ya?”

“Ibu tau dari mana?”

“Btw…dah berapa lama itu kejadiannya?”

Kalimat itu, saya keluarkan sembari saya tetap memandang layar komputer dan asik-asik mengetik…

Saya tak mendapatkan jawaban atas pertanyaan itu. Yang membuat saya akhirnya menoleh ke arahnya, yang sekarang sudah berdiri, menyandar di tembok sisi sebelah kanan ruangan saya, sembari menatap ke saya, tak bisa berkata sepatah kata pun, dan jari telunjuknya menunjuk ke arah matanya…

Saya pun berdiri menuju pintu dan menutupnya…

Kembali konseling pun terjadi, kira-kira satu jam…

—-

Gubrag, gubrag…seseorang tergesa-gesa memasuki ruangan saya, sembari membawa beberapa helai tisu…

“Mom…duh…gimana ya ngomongnya…aku bingung mulai dari mana. Maaf kalo saya nyusahin.”

“Sama gue ajah ga usah bingung ngomongnya.”

Dan bla…bla…bla…

“Ma kasih ya Mom, aku dah lega. Ma kasih mau dengerin. Ma kasih Mom.”

“Ma kasih juga ya, you make my world more colorful, you make me just like me now…but still ya…keputusan terakhir di kamu, yang penting sekarang kamu dah liat sisi A, B, C, dan seterusnya. Kamu yang harus tentuin sendiri mana yang menurut kamu terbaik untuk kamu.”

—-

Akibat dari memberitahukan nomor ponsel ke semua orang di tempat kerja, membuat semua orang menjadi tahu nomor ponsel saya tentunya…

Dan ini salah satu dari pesan singkat yang saya terima dari mereka…

“Menurut saya, ibu tuh hrd paling top yg pernah saya temui! :-D

Saya pun membalas pesan singkat itu…

“Lebay mode: ON…anyway…every1 has his/her own way to approach others…and this is my way to get know all of you better and better every day…don’t care what ppl say about it behind my back, coz I can’t push them to like or dislike me, I play my own game, without forgetting rules I have to follow as my position rite now.”

—-

Dulu saat saya memutuskan untuk keluar dari comfort zone saya sebagai pegawai tetap bank swasta nasional yang top markotob ituh, untuk kuliah di Fakultas Psikologi, abang tertua saya bertanya ke saya…

“Elo ngambil Psikologi mau jadi HRD, Sa?”

“Ga! HRD tempat gue dulu nyebelin. Gue pengen ngambil psikologi konsumen.”

—-

Saat rapat “luar biasa” antar HR “seantero jagad” dengan para petinggi HR yang terhormat…

“Jadi HRD itu ga boleh begini, begini, begitu…termasuk ga boleh jatuh cinta ama satu kantor. Kalo pun logika ga bisa ngelawan hati, ya harus salah satu keluar.”

Dalam hati pun saya menjawab…

“Setuuuuuujjjuuuuhhh berat!!! Totally agreed! Tenang, Bu, logika saya bisa loading dengan canggih.”

—-

Saat saya menelepon ke HRD lain…

“Ibu yang satu ini kenapa adem-ayem, santai-santai?”

“Sebenernya sih rusuh juga, tapi kalo dipikirin rusuh ya makin rusuh. Semuanya dibuat senyum aja lah. Kalo salah tinggal ngaku, dimarahin wajar, namanya juga kerja, tinggal usaha ampe mampus dan senyum poll.”

Saat saya ditelepon oleh HRD lain…

“Cha elo dah baca?”

“Dah.”

“Itu gimana sih, bla…bla…bla…”

“Ya udah lah, toh muaranya di sana khan? Kalo diperpanjang malah tambah kasian anaknya. Daripada ribut cari-carian, kalo harus ngulang ya ngulang.”

“Jadi elo fine-fine aja?”

“Mau gimana lagi? Daripada kelamaan? Dah dibawa senyum aja yah.”

—-

Tak tahu apa karena kualat dengan omongan sendiri, atau hal lain, tapi akhirnya saya nyemplung di dunia HRD. Dunia penuh printilan detil administratif, dunia penuh detil peraturan ini-itu baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis, dunia yang penuh dengan ke-jaim-an bagi yang menjalaninya, dunia yang penuh dengan kode etik yang ternyata banyak yang tak berkode, dunia yang banyak dibenci oleh para karyawan di suatu perusahaan.

Tapi tak tahu mengapa, melihat dunia ini dari hari ke hari membuat saya semakin mencintai YANG NANGKRING DI ATAS SANA, karena sudah membuat saya berada di dunia ini…di tempat ini…

—-

Sepertinya…tulisan saya kali ini, sesuai lah ya kalau ditutup dengan lagu mantap, dari serial TV, Glee (Episode Wheels) *Again, Cha?*

Defying Gravity…that’s what I’m doing…

Something has changed within me
Something is not the same
I’m through with playing by the rules
Of someone else’s game
Too late for second-guessing
Too late to go back to sleep
It’s time to trust my instincts
Close my eyes: and leap!

It’s time to try
Defying gravity
I think I’ll try
Defying gravity
Kiss me goodbye
I am defying gravity
And you wont bring me down!

I’m through accepting limits
”Cause someone says they’re so”
Some things I cannot change
But till I try, I’ll never know!
Too long I’ve been afraid of
Losing love I guess I’ve lost
Well, if that’s love
It comes at much too high a cost!

I’d sooner buy
Defying gravity
Kiss me goodbye
I’m defying gravity
I think I’ll try
Defying gravity
And you wont bring me down!

I’d sooner buy
Defying gravity
Kiss me goodbye
I’m defying gravity
I think I’ll try
Defying gravity
And you won’t bring me down!
bring me down!
ohh ohhh ohhhh!

—-

*Errr…boleh ga ya ga pake audit? Hate it dari jaman baheula gue mulai ngantor!!!*

Tags: , ,

Leave a Reply