Are You Thinking What I Am Thinking?…

Nih ya..saya katakan kepada Anda semua, ke kalian semua, teman-teman saya tercinta, para kolega saya yang terhormat, dan anak-anak saya yang lucu, “aneh”, “ajaib” bin menyenangkan…JUTEK saya ini sudah DEFAULT alias sudah dari sono-nya seperti ini.

Dari zaman kuda gigit batu, a.k.a zaman baheula, tampilan saya ya seperti ini, tak bisa diubah.

Hampir semua orang yang baru melihat, dan mengenal saya, kemungkinan besar memiliki keseragaman akan penilaian terhadap diri saya…ya, itu tadi JUTEK, judes, galak, dan julukan sejenis…dan saya tak peduli akan hal itu. Apa yang mereka katakan memang benar, karena itu yang mereka lihat.

Tapi saya adalah bagian dari mereka yang menganut paham, bahwa semua itu terjadi pasti ada alasannya, termasuk alasan di balik keberhasilan atau kegagalan saya untuk memunculkan tingkah laku tertentu. Alasan, penyebab, stimulus yang terkadang tak (mau) dilihat oleh orang lain yang berinteraksi dengan saya. Tapi lagi-lagi saya tak peduli apakah orang itu mau melihatnya atau tidak, karena saya cukup percaya diri untuk mengatakan bahwa untuk memunculkan tingkah laku itu, saya sudah melakukan proses “editing” terlebih dahulu.

“Rawat jalan” saya di Almamater, ternyata cukup membuahkan hasil. Berhasil membuat saya harus menambah masa “rawat jalan” saya sendiri; berhasil membuat saya membuat orang lain akhirnya mengalami “rawat jalan” juga; dan yang terpenting adalah membuat dunia saya jauh semakin berwarna.

Memakai “sepatu” orang lain itu tidak pernah akan bisa sangat nyaman dirasakan (kecuali sepatunya pada akhirnya jadi HM, alias Hak Milik, a.k.a NYOLONG). Karena memang bukan ukurannya, karena memang tidak terbiasa, karena memang itu bukan milik kita sendiri, tapi terkadang kita harus mencoba sesekali, atau bahkan berulang kali, di “sepatu-sepatu” orang yang berbeda.

So why don’t you try to wear my “shoes”? Why don’t you take a look at yourself, before complaining?

And one question for you… Are you still at the same “place” now, or you are already moving forward? If so, why?

I am not him, I am not her. I am what I am, and I have my own way to do what I have to do.

Time will tell at the end of the day.

Terima kasih untuk mereka yang sudah membuat dunia saya jauh semakin berwarna, dengan ikut serta menjadi bagian dalam proses penambahan masa “rawat jalan” saya.

“Written 16th February and will be published on Wednesday, 17th February 2010, at 10.28 a.m”

Tags: , ,

2 Responses to “Are You Thinking What I Am Thinking?…”

  1. warm says:

    ah, gambaran yang menarik tentang pencitraan persepsi.
    ya deh,
    saya akan berusaha maklum kalo nanti suatu saat berjumpa dengan seorang introverto ini :D

  2. hihihi…
    manusia memang selalu melihat apa yg ingin mereka lihat n mendengar apa yg ingin mereka dengar. kita memang pada butuh “rawat jalan” mbak echa!
    nicee.. ^^

Leave a Reply