Gak Sakit, Tapi Mengejutkan…

Ah…kerja di perusahaan retail ternyata ada untungnya, libur di hari biasa, sehingga saya pun tak perlu terlalu repot untuk mengatur jadwal untuk wawancara kalau sedang ada panggilan…wakakakakkakakak…

Dua kali hari Kamis belakangan ini, saya asik-asik sibuk memenuhi panggilan wawancara dari dua perusahaan yang berbeda. Minggu lalu, di salah satu Kantor Akuntan Publik yang sangat terkenal dan minggu ini di salah satu perusahaan Head Hunter. Seingat saya, memang saya pernah melamar di KAP yang satu itu, tapi entah kapan, saya lupa, karena sudah lama sekali; dan untuk si Head Hunter ini, sepertinya saya tak pernah melamar ke perusahaan ini.

Sebenarnya saya malas untuk bepergian, saat saya sedang libur. Tapi saya pikir, demi menjaga nama baik di pasaran, saya pun memenuhi panggilan-panggilan wawancara tersebut. Sekaligus, untuk terus latihan wawancara, menaikkan kemampuan bahasa Inggris saya, dan yang terpenting adalah untuk ngecheck harga pasaran… :mrgreen:

Anyway, seperti hari ini, saya pun memenuhi panggilan wawancara, walaupun dengan tingkat kemalasan yang sangat tinggi untuk beranjak dari rumah. Untunglah, jalanan Jakarta hari ini, sedikit lebih bersahabat. Dalam waktu kurang dari satu setengah jam, saya sudah tiba di bilangan Rasuna Said. Wawancara tidak berlangsung lama, satu jam, dengan tiga orang, yang salah satunya dengan si CEO perusahaan itu. Yang jelas beda deh rasanya wawancara saat saya nothing to loose dibandingkan dengan saat saya belum bekerja, dan sangat butuh untuk diterima. Nothing to loose berarti kalau diterima ya Puji Tuhan, kalau tidak diterima ya sudah, kecuali si KAP ituh, teteup ngarep :lol:

Kebetulan lokasi saya wawancara hari ini, cukup dekat dengan Kawasan Mega Kuningan. Kawasan yang penuh makna dan cerita, dari cerita tolol sampai cerita romantis yang tolol juga. Ditambah dengan pemikiran seperti ini: memutuskan untuk menjadi bagian dari “perusuh” jalanan bersama dengan budak-budak korporasi kebanyakan di jam pulang kantor, adalah hal tolol untuk dilakukan di Jakarta. Jadi, saya pun…

“Ke Starbucks Oakwood aaahh…sumpah dah lama banget nih gue ga nangkring di situ.”

Dulu, saya ke sini karena satu alasan, alasan karena satu orang. Sekarang, untuk banyak alasan, salah satunya menuntaskan rencana yang belum sempat saya lakukan, rencana dengan satu orang, yang masih sama dengan orang yang dulu itu.

Duduk manis di salah satu kursi di teras luar, setelah segelas Iced Caramel Machiatto dan Beef Quiche terhidang menggiurkan di atas meja. Lihat-lihat sekeliling, yang ramai dengan para budak korporasi yang entah sedang rapat atau ngabur dari kejenuhan mereka…

“I really miss this kind of situation.”

Tak lama kemudian saya mengeluarkan satu buku tebal, yang juga sudah berbulan-bulan tidak saya teruskan membacanya…”Rara Mendut”; Mengatur dan mencari posisi wueeennnakk, untuk saya duduk, meraih makanan dan minuman, meraih si Bébé, membaca buku.

Bertwitter-ria, SMS-an, nyruput kopi, memotong serta menyuap Quiche ke dalam mulut, dan membaca, terus-menerus saya lakukan bergantian, sambil sesekali melihat ke sekitar…

Tweet: Eh, ada mas bule ganteng duduk ndirian sambil baca koran di deket gue…”Mas, saya juga sendirian loh.”

SMS: Ke sini ya…gak kangen ama aku? *Ngakak sambil ngunyah menyan* (*Istilah ngunyah menyan gue dapet dari tweet seseorang, yang pas gue baca langsung bikin gue ngakak*)

Kembali membaca, nyruput kopi, clingak-clinguk, kiri kanan. Walaupun saya sudah tahu persis, bahwa seseorang yang saya SMS tadi, tidak akan datang for some reasons.

Kembali mengirimkan SMS: I’m sure u know seberapa besar gengsi gw ama org lain…kali ini gw sendiri yg nginjek2 gengsi sendiri…pls b here even only 4 half an hour…turunin egoisnya kamu kali ini dounks…

…sambil sok tak peduli ke perasaan sendiri, karena rasa gengsi kali ini saya hilangkan.

Tanpa mengharapkan sesuatu hal secara berlebihan, bahkan harapan akan mendapatkan balasan dari SMS yang tadi saya kirimkan, saya pun kembali asik dengan diri sendiri, sampai si Bébé berbunyi…

Dan terteralah di layar berupa pesan singkat dari seseorang. Balasan dari SMS yang saya kirim tadi…

“Sorry baru baca. am otw ke………., sama……….., bla-bla-bla, next time will do for sure Ocha.”

Dan saya pun…Flat…sambil membalasnya:

“Good luck then take care yah…thanks 4 replying.”

Dan saya kembali ke Rara Mendut, sambil mengira tidak akan ada lagi balasan dari yang mengirimi saya SMS tadi.

“thx Ocha. i need that luck badly. U too take good care.”

Dan…sedikit terperangah karena SMS saya masih dibalasnya.

“U can make it, I know u. Btw nice to hear something from u again *lanjutin baca rara mendut n minum caramel machiatto*”

Ketidakhadiran dirinya, tidak membuat saya beranjak dari Starbucks dan langsung pulang…saya kembali membaca dan duduk anteng di sana, sampai sekumpulan nyamuk memangsa kaki saya, kurang lebih setengah jam kemudian.

Tak betah karena si nyamuk, saya pun memutuskan untuk beranjak ke Ranch Market. Mencari titipan si Mama dan bahan olahan yang ingin saya olah sendiri.

Di sana, saya bertemu dengan salah satu teman kantor yang dulu…

“Pa kabar? Kok elo tambah kurus.”

“Seperti biasa, respon semua orang yang dah lama ga ketemu gue pasti bilang kayak gitu.”

“Elo dah selese kuliah?”

“Dah lama kaleee. Dah pindah kerja pulakh.”

“Elo ga mau balik ke almamater?”

“Ada gak? Gue sih mau-mau aja. Jam kantornya seenak jidat jek soalnya, wakakakakkakak.”

“Embbeerr itu pun yang membuat gue males pindah. Btw si itu-tuh, waktu itu dah sempet ditawarin pindah ke bank itu tuh. Bahkan emailnya dah sempet di blok, sempet mental, tapi dia ga jadi pindah, gara-gara di counter offer.”

“Bagus lah, gajinya makin naik dounks.”

“Elo kalo ke sini BBM gue lah. Masih ada khan nama gue di situ?”

“Masih tersimpan dengan rapi.”

Melihat jam di tangan, sudah menunjukkan pukul 19.15, saya pun memutuskan untuk memulai perjalanan ke rumah.

Dan saat di perjalanan pulang, saya melihat ada pesan di BBM saya dari seseorang…

“Kalo elo diminta nulis short blog untuk kerjaan gue sekarang mau ngga?”

terbalas dengan….

“Maaaauuuu.”

Hmm…panjang ya tulisan saya…???

Tapi inti yang ingin saya ceritakan adalah: Jangan mengharapkan sesuatu itu secara berlebihan, karena tak akan menyakitkan kalau hasilnya tak sesuai harapan, tapi kamu akan mendapatkan kejutan jika itu melebihi harapanmu.

Panggilan-panggilan wawancara tersebut, benar-benar melebih ekspektasi saya, apalagi yang di KAP itu :mrgreen:. Mendapatkan respon SMS balasan, dari seseorang yang luar biasa ajaibnya itu juga di luar ekspektasi. Mendapatkan berita tentang salah satu kekasih jaman dulu, tanpa harus meminta, juga termasuk kejadian di luar ekspektasi. Mendapatkan tawaran menulis, saat sekarang saya tak sesering dulu menulis blog, dan tidak ngotot, juga di luar ekspektasi.

Errrr…tapi kenapa tiga hal itu berhubungan dengan lelaki jaman dahulu kala ya?

Eh…tunggu…satu di antaranya beneran CLBK…Cinta Lama Belom Kelar… :mrgreen: wakakakkaka…

Tags: , ,

6 Responses to “Gak Sakit, Tapi Mengejutkan…”

  1. hmmm…jd mau dilekarin kapan? hahahaha… :D

  2. Chic says:

    jadi? kapan mulai bekerja di KAP gede itu? :mrgreen:

  3. Ina says:

    jadi kapan makan2nya? :D

  4. Introverto says:

    @ Ina: sah makan2 apa? belom juga diterima jeeekkk…

    @ Chic: doakeun saja…sapa tau saya beruntung…need that luck badly…

    @ Clingakclinguk: enakan dikelarin atau biarin ga kelar ya? :mrgreen:

  5. astrid says:

    Tapi inti yang ingin saya ceritakan adalah: Jangan mengharapkan sesuatu itu secara berlebihan, karena tak akan menyakitkan kalau hasilnya tak sesuai harapan, tapi kamu akan mendapatkan kejutan jika itu melebihi harapanmu.

    Cha..
    g suka kalimat lu!!!sukaaaa banget!!g copy dengan mencantumkan nama lu di daftar pustaka yaa..ahaha

  6. devieriana says:

    eh.. lama bener gue nggak main kesini yak..
    Gue udah di tempat kerja baru gue jeng.. :mrgreen: . Kamu mo pindah lagi nih ceritanya? goodluck ya dear.. :)

Leave a Reply