Gaya, Cantik, Asli, Gak Malu-Maluin…

Perempuan mana sih yang tidak suka tampil gaya dan cantik?

Apapun caranya, setiap perempuan ingin tampil cantik, mempunyai gaya tersendiri, dan enak dilihat oleh orang lain. Ada yang mengandalkan riasan wajah dan ada pula yang mengandalkan busana. Yah, walaupun keduanya adalah hal yang mampu membuat si perempuan merelakan sebagian kecil, bahkan sebagian besar, penghasilannya sendiri, atau penghasilan pasangannya sebagai modal berpenampilan aduhai setiap harinya.

Saya, sebagai perempuan (yang kebetulan hanya urusan hardware dan casing-nya), termasuk sangat peduli untuk urusan penampilan. Tapi andalan saya bukan di urusan rias wajah, melainkan busana dan printilan fesyen yang saya gunakan tiap hari.

Riasan wajah hanya akan menempel lengkap di wajah saya, saat saya akan pergi ke pesta, terutama pesta pernikahan. Sedangkan riasan harian, saya hanya mengandalkan pelembab wajah Seaweed dari The Body Shop, dan bedak tabur, Marcks, buatan Kimia Farma, yang harganya kurang dari Rp.10.000 yang kebetulan dianjurkan dokter kulit saya. Jadi bisa dibilang, penghasilan saya tidak akan banyak “lari” ke peralatan dan perlengkapan tata rias wajah. Produk dari The Body Shop dan Revlon, yang mendominasi koleksi peralatan dan perlengkapan tata rias wajah saya, cukup awet, dan bahkan ada yang akhirnya saya relakan untuk dibuang, karena takut sudah terlalu lama, dan sudah tidak laik pakai.

Lain produk make up, lain pula urusan fesyen dan printilannya. Yang satu ini, terus terang cukup “menyiksa” penghasilan saya, walaupun saat ini, saya sudah lebih bisa menahan diri untuk belanja ina-ini-itu yang sangat-sangat tidak penting. Tapi teteup benda tidak penting (saat ini) kadang pun terbeli. Dan saat-saat paling menyiksa adalah tengah tahun dan akhir tahun, di mana pesta diskon digelar beramai-ramai. Termasuk merek-merek andalan Mango, Zara, (X) SML, Invio, dan G2000.

Dan hari terakhir di tahun 2009 lalu, saya pun merelakan sekian gaji saya terlempar ke butik yang saya sebutkan di atas.

Tema perburuan hari itu adalah outfit untuk ngantor, karena saya sudah mulai bosan dengan koleksi baju kantor saya.

Perburuan dimulai dari Plaza Semanggi, karena saya tahu di sana ada butik Invio dan gerai G2000, yang saat ini masih jadi andalan saya mencari baju-baju untuk ngantor. Satu sih yang jelas, mengapa saya memilih dua merek itu, karena ada ukuran saya, si skinny ini. Dan modelnya yang dikeluarkan oleh dua merek tersebut, masih bisa saya katakan cocok untuk digunakan ngantor di toko saat ini. Karena belum kembali diizinkan Tuhan sebagai penghuni gedung-gedung perkantoran megah di daerah Sudirman dan sekitarnya, jadi, koleksi seperti Zara Woman, Raoul, belum saatnya saya jadikan koleksi pakaian ngantor, walaupun koleksi Mango Suit sudah ada yang tergantung di gantungan pakaian di kamar saya.

Tapi dari butik-butik andalan saya mencari baju ngantor, saya hanya membeli 1 kemeja kotak-kotak merah di Invio, dari harga Rp.368.000 menjadi Rp.184.000. Dan karena saya berpikir, “Ngecek Mango ahhh.”

Selesai sudah urusan belanja-belanji akhir tahun? Gak mungkin, lah wong saat saya melirik jam tangan, masih jam 11.00 pagi.

Perburuan dilanjutkan ke Plaza Senayan. Ada Mango, ada Zara. Walaupun ada pusat perbelanjaan lain seperti Grand Indonesia dan Pondok Indah Mall, di mana dua butik Spanyol itu ada. Tapi tak tahu kenapa Plaza Senayan tetap menjadi pilihan nyaman saya untuk belanja.

Setelah beberapa putaran, mengitari dan melihat-lihat di Zara, saya bisa terselamatkan dari tentengan belanjaan di butik ini.

Tapi tidak di Mango. Padahal saya hampir putus asa saat mengitari Mango. Mungkin karena display barang diskon yang banyak dan sedikit terlihat lebih berantakan, biasanya membuat saya sedikit kehilangan mood belanja.

“Dem, gue lagi nyari celana ini, kok ga ada yang bagus ya. 34-nya kemana semua ya? Jangan bilang dah abis, ini kok yang ada yang gede-gede sih, 38, 40, yang kecil maneee,” kira-kira itu perbincangan saya dengan diri sendiri, sampai saya berbincang dengan penjaga butik…

“Mbak, ukurannya tinggal yang di sini?”

“Iya.”

Kembali berbincang dengan diri sendiri…

“Denial, kayak baru sekali belanja ke Mango, ya kalo diskon ukurannya cuma yang dipajang, Cung!”

Dan kembali saya menggeser-geser deretan celana panjang yang tergantung di sana…

“Eh, nih dia nih yang waktu itu gue incer, masih ada pula 34 nya. Yang waktu itu kacrut harganya, 1 jeti lebih. Sekarang berapa ya? Eh, kok jadi 399 ya, tapi kok kayaknya kegedean. Coba dulu ah.”

Sambil menuju ruang ganti, saya kembali menggeser deretan gantungan celana di sana, dan…

“Jrit, Mango Casual Sport pulakh ini. Berapa sekarang? What 179 dari 600 rebu lebih? Coba juga aaahh.”

Dan saat mencoba…

“Weiitss…pas niy, tapi nih kaki kepanjangan deh,” lalu saya pun sambil masih mengenakan celana yang saya coba, keluar dari ruang coba, untuk melihat jatuh si celana itu, karena di depan deretan ruang coba di Mango, terdapat satu cermin besar tak ada potongannya dari ujung ke ujung tembok.

Kebetulan di sana ada pramuniaga yang menjaga…

“Mbak, masih bisa alter celana ga sih?”

“Masih.”

“Tapi lama ya, 2 minggu?”

“Gak kok, paling 4 harian.”

“Mau dounks mbak yang ini bisa khan dipotongin, kalo ga potongin di sini, ntar modelnya ilang.”

Yupe…dan 400 ribu pun sudah bisa dipastikan masuk ke POS kasir si Mango.

Berikutnya si Mango Casual Sport Wear. Saya pun berharap, jatuhnya si celana yang satu ini tidak bagus. Tapi harapan saya ternyata tidak terwujud. Celana warna kakis, berbahan kordorai halus dan berpinggang tinggi, ini pun jatuh manis di kaki saya.

Kembali saya keluar dari kamar coba, dan bertanya pada si pramuniaga…

“Mbak ini khan modelnya agak lebar di bawah ya, ga lurus. Terus bawahnya tekukan celananya ga biasa kayak celana lain, kalo dipotongin modelnya masih sama ga?”

“Bentar saya coba tekuk dulu ya, sesuai dengan panjang kaki, Mbak.”

Pramuniaga itu pun kembali mengukur panjang celana yang disesuaikan dengan panjang kaki saya…

“Masih bisa nih Mbak, modelnya ga ilang kok.”

Dan, sudah tahu ya apa yang terjadi kemudian? Hahahaha…Dua celana tersebut berhasil saya bawa pulang, setelah nanti selesai divermak.

Saya pun berkata dalam hati…”Puas gue belanja hari ini.”

Cerita saya selesai sampai sini? Belum… :mrgreen:

Mungkin di antara teman-teman yang baca cerita ini, ada yang berkata dalam hati…”Sombong, sampai nunjukkin harganya segala.”

Saya akan jawab, “Terserah ya mikirnya apa.”

Tapi sebenarnya yang saya ingin tunjukkan di sini adalah, belanja di butik mahal itu bisa juga jadi murah, asal pintar memilih barang, waktu dan disesuaikan dengan keuangan + kebutuhan (klasik sih memang).

Dan hal yang lebih penting lagi, bagi saya pribadi, orisinalitas produk adalah suatu hal yang penting. Pertama, penghargaan terhadap karya seseorang; Kedua, jika produk asli tidak sanggup dibeli, ya tidak perlu mencari produk serupa tapi tidak asli, atau KW 1, KW 2 atau KW berapa pun. Lebih baik cari barang asli, dengan harga yang terjangkau, atau menunggu datangnya program diskon untuk barang-barang yang memang sangat mahal. Dari perburuan program diskon, saya pernah loh mendapatkan rok jeans Oakley dari harga Rp.1.200.000 menjadi Rp.200.000, sack dress berbahan wool Mango Suit dari Rp.1.100.000 menjadi Rp.800.000, sackdress Mango Sport Casual Wear dari Rp.800.000 menjadi Rp.600.000 (*Eh, yang dua terakhir ini ga pake duit gue ndiri ding, ada yang sukarela belanjain*:lol:), sackdress hitam Zara dari Rp.700.000an menjadi Rp.300.000an, sackdress hitam Mango dari Rp.700.000an menjadi Rp.200.000an, overall skirt Mango Jeans dari Rp.700.000an menjadi Rp.300.000an, high heels Zara dari harga Rp.800.000an menjadi Rp.300.000an, Guess hand bag dari Rp.800.000an menjadi Rp.300.000an, dan belanjaan yang terakhir, celana panjang Mango Suit dari harga kisaran 1 juta, menjadi Rp.399.000 dan celana Mango Sport Casual Wear dari kisaran harga Rp.600.000 menjadi Rp.179.000. Dan jangan salah, saya pernah iseng masuk ke butik Raoul saat diskon, banyak loh koleksi mereka yang dijual dengan harga Rp.300.000an, walaupun saat itu saya tidak membelinya, karena saya masih kuliah;  Ketiga, barang asli memang biasanya mahal, tapi kualitasnya juga pasti berbeda, setidaknya dari ketahanan barang tersebut, jadi urusan awet (yang harus didukung dengan kondisi penyimpanan dan pemeliharaan), biasanya tidak perlu diragukan lagi, kecuali kalau ukuran tubuh kita yang mengalami perubahan; Keempat, jangan pernah takut keluar-masuk butik, tentunya butik yang kisaran harga barang yang dijual di sana, memang sesuai dengan keuangan kita.

Saya belum mampu membeli produk-produk sekelas Prada, Louis Vuitton, Burberry, Jimmy Choo, Christian Louboutin, Chanel, dan saya tidak akan mencari barang tiruannya, apalagi memakainya.

Jadi, perempuan tetep bisa berpenampilan gaya, cantik, dengan barang-barang bermerek terkenal dengan harga terjangkau ‘kan? Jangan malas berburu diskon, salah satu kuncinya.

By the way, tante saya punya cerita tentang seseorang dan barang KW ini.

Tante saya ini adalah penggemar dan kolektor fanatik Louis Vuitton, dan Puji Tuhan, saat ini ia masih diberi rejeki yang memampukannya belanja merek tersebut di negara asalnya, bahkan namanya sudah terdaftar menjadi pelanggan butik LV, yang berada di Paris, Perancis.

Saat ia sedang belanja di sana, tiba-tiba ada orang Indonesia, yang dengan nekatnya masuk ke dalam butik, sambil menenteng satu tas merek tersebut, tapi bukan tas LV asli, melainkan yang KW kesekian. Dan seketika salah satu penjaga butik, memanggilnya dan menjelaskan untuk tidak memasuki butiknya dengan membawa barang yang bukan asli. Ternyata mereka sudah sangat ahli membedakan, mana produk asli dan mana yang tiruan. Tidak hanya memanggil si ibu tadi, tapi kemudian ibu tadi diberi tas plastik kresek warna hitam, tanpa nama apapun di depannya, ia diminta untuk memasukkan tas LV-LVannya itu tadi ke dalam tas plastik tersebut, dan kemudian ia diminta untuk meninggalkan butik segera.

Berarti satu lagi lah ya…perempuan harus bisa tampil gaya, cantik, dan tak malu-maluin karena ketauan memakai barang KW atau barang tiruan.

Jadi buat mereka yang mendapat rezeki ke Perancis, dan nekat bawa tas LV yang tiruannya, jangan nekat juga ya masuk ke butik LV di sana. Jangan bikin malu…hihihihi… :mrgreen:

Tags: , , ,

11 Responses to “Gaya, Cantik, Asli, Gak Malu-Maluin…”

  1. Chic says:

    cieeeeeeh yang abis belanjan euy! :lol:
    untung kemaren dah dapet voucher gratisan dari Centro, jadi ga perlu belanja lagi hihihihihihi

    eh kalo saya sih merek ga penting-penting banget lah, kalo jatuhnya ga bagus di badan ya ngga maksa beli. Kalo pake merek ITC tapi jatuhnya di badan keliatan bagus dan mahal pasti saya beli juga :lol:

  2. Ronney says:

    blog yg bgs ^^ dan cantik

  3. iin says:

    serius loh G2000 ama INvio ada yg ukuran lo cung?
    gue malah yakinnya The Executive ama Accent yg muat di gue, itupun yg ukuran paling kecil hwahaha ntr deh coba cek invio..
    kalo lo pas, brarti di gue pas jg dong ye harusnya? :D

  4. Introverto says:

    @ Chic: Met taon baru juga chichi…errr…gw juga setuju ama dirimyu…ga bermerek gpp, asal bagus jatohnya…+ gue lebih seneng gitu juga..kalo merk ya yang asli-sli, kalo ngga merk ya sekalian juga, daripada yang tiruan n KW-KWan ituh…

    @ Iin: G2000 cari nomor 5 untuk atasan ama bawahan itu paling kecil. Invio untuk bawahan tergantung modelnya ama bahan, gue biasa pake nomor 6. Executive sedikit bingungin, kadang S-nya ga nyaman di gue, sesek, tapi M-nya kegedean…tapi gue kemaren nemu yang pas bgt juga di Executive. Btw..Mastina juga keren…(tp nyari diskonan juga ya)…Eh satu In…kalo bisa dapet barang yang merk cihuy dengan harga yang sama dengan merk semi cihuy…ya mendingan beli yang merk cihuy lah ya..hehehehhehe

    @ Rooney: Thank you…

    @ El: hahhahaha…gue mang doyan belanja…jarang nulis soal belanjaan tapi sekalinya nulis mang panjang, belanja LV taon ini? Duuuhh…belom ketarik juga gue ama benda2 di LV bouw, belom waktunya…errr..untuk puisi2an..masih kok el…tinggal tergantung mood nulisnyah…lagi ga banyak bercinta soalnya…hahhahaha

    @ Nina: Thank you dah ngikutin tulisan gue..

    @ Wahyu: Vermak software? errr…dah dilatih 7 taon ama mentor2 gue yang gilaaaa…hahahhaa…

    @ Ingrid: Gue setuju juga ama elo Grid…sebenernya inti gw nulis ini…ya cuma mau bilang kalo mau punya barang yang brand ya brand sekalian asli….jangan yang tiruan atau KW2an itu…dah ga mampu beli pake yang palsu…ga suka aja…mending beli barang bazar tapi ga ada merknya sekalian…

  5. nina says:

    nice post….

    hihihihih…. sdikit tergilitik nih…
    itu lhoo…. dipuji sm rooney koq gak say thanks or sdikit nyapa gitu….
    gw jd tatuutt komen nih, nnti dicuekin T.T
    but… teruusss smngaatt bikin yg baru, gw msh setia baca nih ;)

  6. wahyu says:

    setelah dipermak hardware dan bungkusannya dr luar..
    jangan lupa mempermak sistem operasi dan software2nya dr dalam..
    biar inner beautynya juga ciamik ;)

  7. elia|bintang says:

    kayaknya baru pertama kali gue liat postingan belanja sepanjang ini haha :lol:

    udah ga gemar berpuisi lagi ya? padahal gue suka bacain puisi2 pendeknya loh.. happy new year! semoga taun ini bisa belanja louis vuitton, prada, dan chanel :mrgreen:

  8. Olivia says:

    hidup retail therapy!!!!

  9. Ingrid says:

    pake branded / engga, yg penting orangnya, kalau orgnya keren pake baju Mangdu/bazar jg ok :D sm spt tattoo, kalau orgnya keren tattoo nya jg pasti keren vice versa. mid class branded for me is over, Guess, Rottely, Benetton, Esprit, Braun Buffel, XOXO (merk2nya 80’s banget ya..) lebih baik uangnya ditabung buat traveling ke Europe / beli boil/diamond :D though beli branded things is inevitable, contohnya, jeans kudu Levis, sunglasses kudu Rayban, sport shoes kudu Nike/Reebok/NB.

  10. poppy says:

    Hi hi…

    BUat kamu yang lagi bersedih, buat kamu yang lagi merasa hampa dan bete… or butuh pertolongan pertama bagi shopholic stadium lanju :)
    Mampir duooonk ke http://www.ipopscollections.com

    Mau Nyari tas branded yang lagi ngetrend saat ini ada… Mau merek Louis Vuitton, Prada, Gucci, Chanel, Tods, Hermes, dior Or else…
    bisa kamu dapetin dengan hanya memaksimalkan fungsi jempol hehehe

    Oya, ada Jam tangan branded juga…Bvlgari, Tag Heuer, Chanel J12, Guess…

    Ga sabara? Hayoooo ah mampir…

    Happy shopping di Ipopscollections where shopping can be fu

  11. miss uril says:

    paliiiing suka baca blog yang beginian…gapapa mba, aku malah seneeng kalo dikasi tau harganya, jadinya aku pun juga bisa memperkirakan kalo2 mau berburu diskon di mango…

Leave a Reply