Jutek Loe Poooolllll!!!…

Never talk to a stranger…atau jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, berarti jangan pernah bicara pada orang yang belum kita kenal/orang asing

Sudah sering dengar ‘kan ya istilah itu? Saya sendiri sudah mendengarnya bahkan sering di wanti-wanti oleh orang tua sejak saya kecil. Dan hal ini masih saya pegang dan selalu saya ingat hingga sekarang. Ya, alasan utamanya adalah untuk melindungi diri sendiri, mengingat dunia ini semakin banyak orang yang tega melakukan tindak kejahatan terhadap orang lain.

Dulu sewaktu saya kecil, saya pikir alasan utama orang tua selalu mengingatkan saya akan hal itu, agar saya terhindar dari penculikan (yang ternyata saat ini semakin marak). Beranjak dewasa, nasihat orang tua itu pun semakin beralasan, karena tidak hanya masalah culik-menculik, tapi juga tindak kriminal lainnya, seperti hipnotis, pencopetan, pemerkosaan, bahkan yang paling kejam pun, yaitu pembunuhan (yang saat ini beritanya juga sudah tidak asing kita dengar dalam hidup sehari-hari).

Mungkin itu pula lah yang semakin menjadikan saya manusia jutek bagi orang lain. Hal ini terbukti dari beberapa komentar teman SMA saya, saat memberikan tulisan kecil di buku tahunan SMA, saat kami perpisahan…

Dari teman sebangku saya: “Gue seneng sebangku sama elo setahun, karena gue bisa adu jutek sama elo…hahahah…”

Dari teman sekelas saya: “Gue balik dari Amrik, elo ‘dah ga boleh jutek ya. Janji tuch.”

Dari sahabat saya yang juga satu SMP dengan saya: “Jutek loe pooooooooolllllllllllllll.”

…atau…

Dari mantan pacar zaman SMA: “Kamu kalo ngeliat orang jangan ngelirik pake ekor mata kamu dong. Jutek berat.”

…dan ternyata jutek masih jadi nama tengah saya hingga sekarang. Lagi-lagi karena komentar dari salah satu teman yang kebetulan juga seorang nara blog, yang ia tulis pada halaman profil saya di salah satu situs tetangga…

“Elo cewek terjutek yang pernah gue temuin, ga bisa basa-basi terlihat manis di depan orang kalo dah ga suka, and elo smart. I like your style.”

Saya pribadi ndak marah sama sekali dengan julukan itu. Sedikit bangga malah punya ciri khas :mrgreen:.

Tapi kalau dipikir-pikir lagi, prinsip never talk to stranger itu sudah sedikit saya langgar, semenjak saya berkelana di dunia maya. Awalnya memang saya hanya ngeblog untuk mengeluarkan apa yang ada di kepala dan hati saya, tanpa berharap ada komentar dari orang lain. Namun ternyata tulisan-tulisan saya dari zaman masih ngeblog di Friendster, lalu pindah ke Note Facebook, pindah lagi buka Blogspot, hingga sekarang punya domain sendiri, mendapatkan komentar-komentar dari yang membaca. Jujur, mulanya saya malas memberikan komentar balasan, hanya karena saya ini, dulu orangnya lebih tertutup daripada saat ini, tapi jauh di lubuk hati (*Saaahhh…*), saya ingin memberikan apresiasi dari apa yang sudah mereka berikan pada saya, yaitu mampir, membaca dan memberikan komentar di tulisan saya, dengan menyapa mereka kembali.

Sudah pasti pemberi komentar pada tulisan saya di blog, tidak hanya dari teman-teman yang sudah saya kenal sebelumnya, pasti termasuk orang yang tidak saya kenal, bahkan ada juga satu, dua orang “peneror” :mrgreen: , yang membuat hidup saya menjadi lebih indah (*Errr…atau “indah” ya?*). Dari aktivitas daring itulah, saya mendapatkan teman-teman baru. Dan banyak dari mereka yang belum pernah saya temui secara langsung tatap muka, tapi saat kami “mengobrol” di dunia maya ini, sudah seperti teman lama.

Berpikir lebih lanjut lagi tentang apa yang sedang saya bahas sekarang ini, ternyata pelanggaran yang saya lakukan, tidak terlalu banyak, mengingat saya tidak akan pernah mau diajak bertemu mereka secara langsung, jika tidak melalui sebuah acara resmi, yang dilakukan di tempat umum, dan tentunya melibatkan beberapa orang (baca: kopdar). Dan bukan berarti, saat saya berbalas-balasan komentar di blog atau mengobrol di media manapun, bahkan setelah bertemu orangnya langsung, lantas saya akan percaya seratus persen pada mereka, dan mengumbar cerita hidup saya dari A-Z, since I am an introvert saya pasti akan memilah-milah hal apa yang bisa jadi konsumsi orang lain, atau hanya menjadi konsumsi saya sendiri.

Lagi-lagi saya akan katakan, bahwa itu semua saya lakukan, untuk menjaga diri saya sendiri, karena tidak semua orang itu jujur ‘kan ya, atau setidaknya cukup lihai dalam seni “kreativitas mengarang bebas” dalam bertingkah laku dan berkata-kata, apalagi di dunia maya :mrgreen:. Errr…itu bisa juga berlaku untuk diri saya looo… :lol:

“Jadi sekarang situ masih percaya ndak sama saya?” :mrgreen: (*Terserah ya*… :D)

Oh ya untuk para manusia sok akrab, menyebalkan dan annoying di luar sana, jangan pernah harap saya memberikan balasan atas sapaan-sapaan tak jelas dari kalian, yang notabene tidak saya kenal, bahkan mungkin saya anggap sebagai alien (perempuan sekalipun), saat kalian bertemu saya dan sedang ingin melontarkan aksi sok akrab kalian, misalnya dalam kondisi seperti ini…

Di patas AC, seseorang yang duduk di samping saya tiba-tiba melontarkan pertanyaan: “Kerja atau kuliah,” atau “Kerja di mana,” ini jelas tidak akan saya acuhkan sama sekali, bahkan melihat ke arah wajah orang tersebut tidak akan saya lakukan.

…atau saat sedang duduk sendiri di sebuah café yang kebetulan meja lain sudah penuh dan kursi di depan saya masih kosong, dan saat itu saya sedang asik sendiri dengan laptop saya, tiba-tiba seseorang yang saya izinkan berbagi meja, melontarkan pertanyaan: “Lagi buka situs apa,” atau “Rajin amat di tempat nongkrong masih kerja,” yang untuk awalnya pasti akan saya balas hanya dengan memberikan tatapan mata sinis nan jutek, dan kemudian mungkin akan saya jawab dengan: “Err sorry…i don’t feel like i want to talk to you…busy,” ditambah umpatan dalam hati “Keppooo amat. Bagus lu tadi gue iya-in waktu nanya tuch kursi kosong atau ngga.”

“So beware of people around you apalagi di dunia maya boookk, jangan cepet percaya, tapi bukan berarti semuanya di internet itu buruk looo…pinter-pinter milih temen biar ga ketipu…and the last but not the least, protect yourself by your jutekness…hahahahahha” :lol: :lol:

Tags: ,

12 Responses to “Jutek Loe Poooolllll!!!…”

  1. hhmmm kl ditodong nyanyi gmn? apa berarti sok kenal atau biasa aja? *siap2 nodong nyanyi* huehe :p

  2. Introverto says:

    @ Elia: kita lihat saja nanti!!! hehehehe :p

  3. Chic says:

    ooooh gitu ya cha? baiklaaah…
    :roll:
    *bales jutek*

    :lol:

  4. Olivia says:

    hidup pengacara!

  5. cK says:

    saya padahal baik hati dan suka menyapa *muntah dulu*, tapi entah kenapa kata teman saya tampang saya jutek. udah default. hiks… :cry:

  6. bandit sp™ says:

    hahahah….
    … never talk to a stranger mean: be jutex to a stranger… :D

  7. dita.gigi says:

    hai ocha… bagi makanan nya domz… :lol:

  8. dilla says:

    err…hampir mirip sih..paling jutek sama orang gak dikenal.. tp kalo udah disapa baik-baik bisa langsung ramah :D tp bukan sapaan iseng lho, kalo iseng mah gak tak ladenin sama skalii! :lol:

    eh eh, pertama ketemu diriku terkesan jutek ndak? :P *smoga tidak*
    hihihihi..

  9. Introverto says:

    @ dilla: sama sekali ndak je…malah berkesan cah cilik..hhahhah :D

  10. silly says:

    HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA…

    *aduh maap, ngakak ngakak baca kejutekan situ* :))

  11. Introverto says:

    @ silly: tapi elo cinta khan sill ama (juteknya) gueh? :lol:

  12. sheila says:

    hahahah ???????????????

Leave a Reply