Kan Cintanya Ke Kamu Beda Ama Cintanya Ke Dia…

Cinta tak harus memiliki?

Klise, basi, sebuah penyangkalan, atau akan menimbulkan sebuah amarah?

Kalian pernah tidak menemukan kasus seseorang merasa cinta ke seseorang tapi ia lebih memilih/menikahnya dengan orang lain yang pastinya bukan yang ia cintai? Dan kalian tahu persis, persis, persis bahwa orang tersebut tidak mencintai sepenuh hati pasangannya. Hal ini biasanya dikarenakan saat mereka pacaran terbentur alasan-alasan prinsipil yang membuat mereka mundur teratur dan menyerah pada keadaan, walaupun keadaan itu bukan berasal dari mereka sendiri.

Yang menjadi gongnya adalah saat mereka bertemu atau berinteraksi lagi, mereka masih menggunakan cara bicara yang sama, menggunakan istilah-istilah atau gaya bercanda yang seperti dulu bahkan hanya mereka berdua yang tahu, masih mengucapkan “I Love You” setiap menyudahi telepon, bahkan mereka rela berbohong pada pasangannya, untuk menghindari rasa cemburu si pasangannya. Dan mereka berdua tahu, bahwa semuanya itu malahan dilakukan, diucapkan lebih tulus daripada saat mereka masih bersama dulu.

Kalau saya ditanya, apakah saya pernah menemui kasus-kasus seperti itu, saya akan jawab, ya, bahkan tidak hanya satu atau dua pasangan. Dan dari sana, mulai muncullah pertanyaan-pertanyaan ini di otak saya…

  • Apakah itu lebih kejam daripada sebuah perselingkuhan fisik? Saya akan jawab tidak (tahu) (*Cari aman* :lol:), tapi tetap mereka mengerti batasan-batasan yang benar-benar tak boleh mereka langgar.
  • Apakah itu adil untuk pasangannya yang sekarang? Kalau saya pribadi akan jawab: Tidak adil.
  • Apakah cinta ada tingkatannya atau levelnya, atau bisa berubah-berubah skala prioritasnya dan tergantung situasi? Apalagi jika pelaku yang kepergok, ditanyai alasannya dan memberi jawaban: “Cintanya ke kamu ‘kan beda ama rasa cintanya aku ke dia,” Kalau saya pribadi membedakan antara rasa suka, rasa sayang dan rasa cinta. Cinta inilah bagi saya berada di tingkatan paling atas.

Tapi yang jelas, bagi saya sendiri, saya tidak pernah menyesali bahwa saya kehilangan sesuatu, karena pada akhirnya saya akan lebih memiliki kehilangan saya sebelumnya.

—-

“Situ pusing? Ndak papa, yang nulis juga sering pusing sendiri.”

—-

For someone from someone: I made my promise that my love to you is much bigger than my love to him, hopefully that you do the same thing…

Tags: , , ,

16 Responses to “Kan Cintanya Ke Kamu Beda Ama Cintanya Ke Dia…”

  1. Olivia says:

    jeng jeng…
    paling gampang tuh langsung putus kontak
    meskipun terdengar kejam dan childish, cara itu efektif untuk tidak memperpanjang romansa lebih lanjut
    biar ngasih kesempatan aktor lain untuk casting gituh mbak

    kayak kasusnya james bond
    banyak orang ribut2 karena si pierce brosnan gak jadi bond lagi dan daniel craig yang akan menjadi bond baru, soalnya daniel craig dinilai kurang flamboyan ala brosnan. tapi lama2, setelah dikasih kesempatan dan dilihat2 lagi, daniel craig sungguh menawan sebagai bond, dengan british accent yang kental dan maskulinitas yang bikin laki2 sirik dan pengen jadi dia; serta bikin cewek2 hr greng liat aksi dia.

  2. Nanda says:

    Mbak, dari kemaren2 ceritanya kok hampir2 sama kaya storyku yaaah hehehee …
    Kadang jadi timbul pertanyaan mo milih pasangan secara fisik atau pasangan psikologis .. hihihi Pasangan fisik dimana kita bisa hanging around sepuasnya tapi hati kita ga sama dia sementara pasangan psikologis adalah dimana kita menempatkan perasaan terdalam kita sama dia tapi ga termasuk fisiknya … nah lho …

    But anyway .. you already made such a good topic today as always … :)
    And i am looking forward for the next … hehehee
    GBU ..

  3. Introverto says:

    @ Olivia: Weitttsss putus kontak itu tak ada di kamus gue nek…pertama walaupun gue bukan Islam, tapi gue megang banget tuch ajaran mereka bahwa ga boleh memutus tali silaturahmi dan tali silaturahmi akan memperpanjang umur, walau gue juga ga mau ampe bangkotan juga idup di dunia…kedua hukum semua ajaran Semesta bahwa harus saling menebar cinta kasih *halllaaagghh rancu* :mrgreen: … ketiga hukum ekonomi yang adalah networking itu perlu dijaga bouw…simbiosis mutualisme…walau buntut itu semua bisa banget jadi CLBK lagi dan kalo dah gitu gue tinggal mesam-mesem ndiri ajah daaahh no comment…

    @ Nanda: wah cerita2ku berarti pasaran yaaa? atau hampir tiap orang ngalamin? ma kasih yaa dah sering mampir ke sini… :D

  4. nengĀ®atna says:

    cinta itu tidak harus saling memiliki. saya mencintai Tuhan tanpa sedikit pun mampu memiliki-Nya tapi Dia memiliki saya sepenuhnya. Oh …

    Eh, kakak rame juga blognya.. :D

  5. mbakDos says:

    jadi ini lagi periode penyangkalan atau amarah? :D

  6. Introverto says:

    @ Neng Ratna: Eh rame apanya hihihihi…ma kasih dah mampir2 ya neng…

    @ mbakDos: errr…masa2 itu dah lewat…tinggal menikmati…apa yang bisa dinikmati… :D

  7. goy says:

    gila, ribet amat kayanya hidupnya obyek di artikel yang dimaksud ya cha? :D

    “For someone from someone: I made my promise that my love to you is much bigger than my love to him, hopefully that you do the same thing”

    quotenya bikin bunuh diri tuh.. :)) :)) :))

  8. Introverto says:

    @ goy: mungkin ribet mungkin ngga sih…quote itu buat elo bunuh diri? gih :lol:…gue sih ogah…jangan kayak orang susah…

  9. nicha says:

    wah kali ini saya setuju nih … saya baru ngalamin kehilangan “seseorang” , awalnya menyesal , tapi lama” malah jadi mensyukuri *walaupun berharap memiliki kembali* karena setelah “kehilangan” itu , saya malah jadi makin deket sama dia , lebih dari pada pas masih pacaran .. tapi untungnya saya dan dia sama” masih sendiri, jadi ga nyakitin siapa” …

  10. dwita says:

    chaaaaa,,
    after reading this,i assume that u still love him,rite??hehe…
    move on ain’t that easy,but u gotta do it,dear…. :)

  11. Introverto says:

    @ Dwita: hahahahaha…suka, sayang ama cinta di kamus gue beda taaa…kalo pake kata LOVE jadi rancuuuuu…hahahahaha… btw…assumption is a mother of all fucked up lohh.. :lol:

    @ Nicha: Jadi mendingan ga usah miliki tho? lah hubungannya lebih enak daripada pas saling memiliki? :mrgreen:

  12. nicha says:

    setuju !

  13. ree says:

    always two thumbs up buat mbak yg satu ini!!! :)

  14. Introverto says:

    @ree: Thank u yaaahh… :D

  15. dita.gigi says:

    bukan kah cinta itu ndak bisa hilang sepenuhnya, biar berapapun lelaki hilang berganti… masing2 tetap dapat tempat dihati…

    special place for every special person… :)

    am I right? :lol:

Leave a Reply