Di Antara 1 dan 4 Cinta (Epilog)…

Disclaimer: Cerita Ini Hanya Cocok Dibaca Oleh Mereka Yang Berusia 18 Tahun Ke Atas

Baca cerita sebelumnya, Di Antara 1 dan 4 Cinta (6)

___

Kamar itu masih menyita perhatian banyak orang. Termasuk polisi yang  heboh hilir mudik memeriksa apapun yang ada di sana. Mengumpulkan barang bukti, mencari sidik jari, dan benda apapun yang bisa mengarahkan kepada pelaku dan motif usaha pembunuhan terhadap Ramelan, tunangan Laras.

Tamu-tamu hotel, ramai membicarakan usaha pembunuhan yang terjadi di kamar 1203 itu.

“Polisi menemukan 3 lembar kertas kecil sobekan memo hotel, di dekat pintu kamar, dan dengan tulisan tangan yang berbeda-beda.”

“Oh, ya?”

“Isi tulisannya apa?”

“Yang pertama isinya ungkapan cinta bahwa orang yang menulisnya itu masih mencintai si korban. Satu lagi cuma bilang neither do I or She get you, kalo ga salah denger tadi. Terus yang terakhir ancaman menggagalkan perkawinan korban dengan tunangannya.”

“Ampuunn deh, serem bener dengernya.”

“Duuhhh…walau ga sampe meninggal, tapi tetep ngeri ya.”

***

Dan perempuan itu kembali duduk di sana. Di tempat yang sama, seperti beberapa hari lalu.

Aku kembali menatap ke arah lift yang berada di ujung lobi hotel tempat aku menginap. Aku melihatnya keluar dari lift itu lagi. Ia tak lagi berjalan gagah, melainkan terbaring di atas tempat tidur dorong yang berasal dari ambulans yang sudah menunggunya di depan pintu lobi. Ia juga tak ditemani perempuan muda, bertubuh langsing, dan cantik, yang sama seperti waktu itu.

Aku duduk di sana, dengan selembar kertas di tangan. Selembar kertas yang berisikan diagnosa hasil konsultasi seseorang dengan Psikiater yang mengatakan bahwa pasien yang namanya tertera di kertas itu, dinyatakan mempunyai tiga alter ego, dan mengalami gangguan kejiwaan halusinasi.

Dan nama pasien yang tertera di situ adalah Lintang Kirana Larasati.

—-

end

Tags: ,

Leave a Reply