Di Antara 1 dan 4 Cinta (4)…

Disclaimer: Cerita Ini Hanya Cocok Dibaca Oleh Mereka Yang Berusia 18 Tahun Ke Atas

Baca cerita sebelumnya, Di Antara 1 dan 4 Cinta (3)

____

Pasangan bahagia itu berjalan sambil mengobrol dan tertawa kecil. Nampak jelas bahwa mereka memang sedang kasmaran, jatuh cinta, sejatuh-jatuhnya. Mungkin orang di sekitar mereka saat itu, sudah mereka anggap tak ada, yang menjadikan dunia hanya milik mereka berdua.

“Kamu kok ga jalan satu meter di depanku lagi kayak awal-awal kita jalan bareng?”

“Ahhh, sial kamu, ngece aja terus.”

“Takut plus malu ya dulu jalan sama gue? Dulu mana berani gelendotan kayak gini.”

“Speechless gue. Eh tapi kamu dulu juga mana mau kayak gini. Cuma sekali, pas kita belanja di butik Spanyol kesayangan kita, kamu nempelin idung kamu ke idungku.”

“Hebat, kamu masih inget. Pas aku beli sepatu waktu itu ya? Pas lagi antri di kasir?”

“Inget lah, gue gitu. Sepatumu yang coklat itu ‘kan?”

“Ho oh.”

Setengah tergesa-gesa mereka menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai 12 untuk menuju kamar nomor 03 yang menjanjikan kenikmatan tiada tara yang selalu mereka rindukan, saat tubuh mereka terpisah.

Dalam hitungan detik, lift yang baru saja terbuka di lobi, sudah membawa mereka ke lantai yang dituju.

Sekeluarnya mereka dari lift, dan baru saja berbelok ke lorong menuju kamar, beberapa meter di hadapan mereka, ada seorang perempuan bersama seorang anak kecil, yang sedang berjalan menuju arah mereka.

Laras menyadari bahwa perempuan itu menatap tajam ke arahnya dan kekasihnya. Ia pun berbicara dengan nada sangat pelan ke kekasihnya…

“Mas, liat deh, siapa ya tuch cewek? Kok ngeliat kita parah gitu? Kenal ga sih kita?”

“Ya, kalo kenal tinggal disapa aja kan?”

“Iya juga sih.”

Jarak mereka dengan si perempuan yang membawa anak tadi, semakin dekat. Dan rasa curiga Laras tak lama lagi akan terjawab…

“Mas Ram? Laras?”

Laras hanya bisa mengernyitkan dahi, berusaha mengingat siapa perempuan yang menyapanya saat itu, sembari menatap bingung ke arah kekasihnya.

Namun kebingungan itu tak terpecahkan dalam hitungan detik, yang menyebabkan Laras memberanikan diri untuk mengucapkan sesuatu.

“Sorry, do I know you? ┬áMbak ini siapa ya?”

“Saya…”

“Yes, she is Andra, Ras. Diandra, yang waktu itu telepon dan ngasih komentar di blog kamu.”

“Owwwhh, hai, akhirnya saya ketemu juga. Dah ga pernah kirim komentar lagi di blog?”

“Udah males, ga pernah di-publish juga.”

“Maaf ya, ga bisa di-publish, isinya ga memungkinkan untuk dipublikasikan.”

“Mas Ram, apa kabar?”

“Baik. Lagi di Jakarta?”

“Iya, lagi main. By the way now you are both officially going out? Kamu bener-bener tega ninggalin aku sama Dara?”

“Gak cuma pacaran Ndra, saya dan Laras are getting married.”

“What? Ras, I’m still his wife.”

“Errr…what should I call you? Okay, Mbak, Ndra, whatever, maaf banget saya cuma percaya sama apa yang Mas Ram bilang ke saya, dan sebelum kami pacaran, yang saya tahu dan yang saya denger dari mulut Mas Ram sendiri, dia baru aja putus ama Mia. Kalo kamu bilang, kamu nikah ama Mas Ram 4 tahun lalu, itu ga mungkin. Mas Ram masih dan udah lama pacaran sama Mia saat itu. Mereka ‘dah rencana mau nikah, walau batal. Dan yang lebih penting, saya lebih percaya sama pacar saya sendiri, bukan orang lain.”

“Sorry Ndra, urusan kita berdua udah selese lama. Saya udah ga ada urusan lagi sama kamu. Please leave me alone. Saya ga ada waktu buat ngurusin kamu dan tingkah laku aneh kamu yang terus-terusan kayak gini.”

“Mas, Dara ini anak kamu. Dan kamu Ras, kamu ga ada bedanya sama Mia, sama-sama sampah.”

“Sorry, Ndra, kita bener-bener selese. We gotta go.”

“Yuk, Ran, kita pergi.”

“Bye, ‘Ndra.”

Mereka berdua pergi meninggalkan Andra dan anak perempuannya, yang kira-kira baru berusia 3 tahun. Meninggalkan tanpa menoleh kembali ke belakang. Tanpa memerhatikan bahwa Andra telah menandai kamar tempat mereka menginap, walau pada akhirnya Andra menuju ke lift dan memasukinya.

—-

to be continued…

Tags: ,

2 Responses to “Di Antara 1 dan 4 Cinta (4)…”

  1. Chic says:

    *masih menyimak*
    :mrgreen:

  2. […] Baca cerita sebelumnya Di Antara 1 dan 4 Cinta (4)… […]

Leave a Reply