Beda Dulu, Beda Sekarang, Teman…

Lagi-lagi saya menemui satu fenomena “keanehan” dalam hidup saya. Hmmm, kali ini bukan urusan percintaan, karena kalau masalah yang itu, tidak ada yang aneh, karena semua hal dalam kategori itu, saya anggap ‘aneh’ (*Hahahahahahah* :mrgreen:).

Kali ini urusan pertemanan.

Saya, manusia yang hanya mempunyai sedikit teman dekat, apalagi sahabat sepanjang zaman.

Bagi saya, teman dekat maknanya tidak sama dengan sahabat. Teman dekat bisa saya temui di setiap komunitas yang saya masuki, seperti sekolah, kampus, kantor, dan lain-lain. Dan makna teman dekat bagi saya, adalah teman yang biasa bepergian bersama, mengerjakan tugas/pekerjaan, dan teman untuk berbagi cerita-cerita-kecil-seru-seruan tentang kehidupan saya. Namun sahabat seumur hidup adalah seseorang yang tahu luar-dalem, dari urusan aib sampai cerita detil sepanjang hidup saya, dan adalah tempat saya ‘lari’ jika saya menemui masalah, dan saya pun juga dijadikan ‘tong sampah’ untuk dirinya. Dan berapa jumlah sahabat dalam hidup saya? Waduh hanya segelintir, semua jari saya di satu tangan pun tak habis terangkat jika menghitung jumlahnya ini.

Jika membicarakan tentang teman dekat, dari saya berpindah-pindah tempat aktivitas, terutama sekolah, dan kampus, saya menemui satu kesamaan pola…

Saat reunian SMP…

“Woiiiiii…buset looo apa kabar…ya ampun…makin cungkring ajah. Masih belom dapet laki genah juga loh?”

“Byengsyek lu yeee…elo tuch perut dah buncit kayak oom-oom. Import balik lu ke tempat kerja lu terakhir gih.”

atau kejadian di suatu siang di jendela YM…

“Dulu ‘kan kita 3 taon ga pernah sekelas ya.”

“Dah ga sekelas, ga pernah ngomong sedikit pun selama itu pulakh. Sekarang kerjaannya ceng-cengan di YM, di milis lah. Bikin rusuh tret. Haaalllaaagghhh.”

atau kejadian di sebuah restoran Jepang…

“Kita kuliah dulu kan jarang ngomong ya bouw?”

“Hooh…masih sama-sama di alam lain kita.”

atau di sebuah kotak pesan di situs jejaring sosial…

“Jieeehh…akrab nih sekarang.”

“Ternyata enak kok ngomong sama dia. Diskusi dari hal aneh ajaib sampe yang normal.”

Do you see the similarities from three examples above?

Teman yang dulu jarang atau bahkan tidak pernah bicara dengan kita, padahal kita beraktivitas di sebuah komunitas yang sama, malahan sekarang menjadi teman yang ternyata sering kita ajak bicara dan berinteraksi.

Dan bandingkan dengan contoh di bawah ini…

“Eh, Cha, si siapa temen main lu dulu? Mana?”

“Hehehehe, ga tau, ngilang, dah kedengeran kabarnya lagi. Terakhir gue ketemu ya cuma hai-hai ajah ga ngobrol lama.”

atau…

“Si Rini mana ‘Cha?” (*Were you talking to yourself ‘Cha? Hahahahha*)

“Gak tau.”

“Kabarnya?”

“Ga tau.”

“Terus kerja di mana sekarang?”

“Yang gue tau tempat kerjanya dia yang lama, dan kayaknya dah pindah.”

“Dah punya anak?”

“Ga tau.”

Beda ‘kan? Dua contoh yang belakangan ini adalah contoh dari sebuah relasi yang sepertinya sudah tidak terbina dengan baik.

Hmmm…kenapa ya kejadian seperti itu bisa terjadi?

My own opinion, for the first three cases above…simply we could not see that person with our heart. Kita tidak memberi kesempatan untuk diri kita sendiri dekat dengan orang tersebut, walaupun saat itu, jarak antara kita dan orang itu tidak terlalu jauh, bahkan melakukan aktivitas yang bisa dikatakan kurang lebih sama.

Dan untuk dua kasus terakhir, it is simply we don’t put extra effort to maintain beautiful relationship we had in the past. Why?

Maybe you should ask yourself to find the answer!?

Tags: , ,

2 Responses to “Beda Dulu, Beda Sekarang, Teman…”

  1. Olivia says:

    kalau dari pengalaman gue, bisa kitenya kurang mempertahankan persahabatan, atau emang dari dulu udah fed up satu sama lain, jadi tempat baru dijadiin alesan buat ‘pisah’ LOL
    atau sebenernya ini… we change, our friend changes. we have different path to walk on. however, it doesn’t change the fact that he/she is your best friend just because the frequency of we hanging out together is lessen and we lose track of each other. if the friendship is true to the core, we will gladly welcome our friend back when our path crosses once again.

  2. Akhirnya blognya bisa dibuka juga… heheheh

    Hmmm emang ya, klo misalnya seseorang menanyakan saya tentang teman lama saya dulu,
    “Sendo bagimana skrg?”
    “siapa?”
    “Dia, yg sering basketan samamu..?’
    “Oh, udah lama gak kasih kabar sih… dah lama gak nanya kabar.. no hape dll juga gak punya… bla bla…”

    Dan kejadian saat saya bertemu dgn Sendo kembali..
    “Waaaa… lama gak ketemu… makin beroto aja Lo, masih sayang sama bola basketmu…?”
    “Iya donk… hahahaha… km nih makin krempeng, makanya jgn kerja mulu, olahraga juga donk…”
    “Ah kau, bilang ajah lum dapat cewek, jadi pelariannya ke basket…!”
    “Ahahahahahaah… sialan lo…”
    “Hqhahahah…”

    Seperti itulah…

    *Kok kayaknya panjang kalilha ini komen ya… hahahaha

Leave a Reply