What Did You Get From Blog?…

“Introverto apa sih ‘Cha? Ampe masuk majalah.”

“Ohh, blog gue, masuk blog review satu majalah.”

“Ohhhhh, gue kira apaan. Blog ‘kan cuma kayak diary.”

Begitulah kira-kira awal penggalan perbincangan saya dengan seorang teman melalui YM.

Mungkin kalian yang terbiasa berjalan-berjalan memasuki rumah-rumah tetangga di ranah internet, baik blog atau situs atau apapun itu, kalimat terakhir yang terucap dari mulut teman saya itu, sudah menimbulkan pikiran tersendiri.

Haaayyyooo? Pikiran apakah itu?

Yang ada di pikiran saya saat itu adalah sedikit protes dengan kata “cuma” yang ia lontarkan.

Sedikit kesal tentu dalam hati, “Heiii, blog ngga cuma gituuuu!!!”

Do you remember, dulu saat masih belum ada blog, dan kita masih lebih sering menuliskan jurnal harian kita di buku harian, kita hampir selalu berusaha untuk menyimpan buku harian itu baik-baik, agar tak dibaca oleh orang lain?

Dan sekarang saat kita sudah lebih mengumbar cerita harian kita, ya kenapa tidak dibaca? Itu yang ada di dalam benak saya saat itu. Namun yang lebih penting apa yang bisa kita dapat dari yang kita baca itu.

Kalau saya ditanya, apa yang bisa saya dapatkan dari sebuah blog? Saya akan menjawab, a lot, My Dear Friend.

Mungkin yang sering membaca tulisan saya dari dulu akan ingat bahwa saya sempat katakan, mereka pecandu internet, yang rela di depan komputer selama berjam-jam ini, adalah orang dengan jiwa sosial yang sangat tinggi. Mereka rela membagikan apapun ke siapapun, dari yang gratis sampai yang bayar, dari hal baik hingga hal buruk.

Dan pengalaman seperti itu pulalah pernah saya alami di dunia maya ini. Termasuk dari blog.

Tak sedikit memang blog yang ditulis para penulisnya dengan hati, dan menghasilkan tulisan yang bermutu, menyenangkan, dan enak dibaca, sehingga sepanjang apapun tulisan mereka, dengan senang hati saya baca.

Namun juga tak sedikit blog yang asal dibuat, asal ditulis, sehingga sempat beberapa kali, saat saya menemukannya, saya tak perlu berpikir panjang untuk menghabiskan kalimat pertama dalam artikel paling baru yang ada di blog seperti itu.

Mungkin teman saya itu benar, memang kebanyakan (atau malah hampir semua) isi blog itu adalah sebuah jurnal hidup si pemilik blog.

Saya ambil contoh ya, misalnya sebuah blog foto. Namanya juga blog foto, pasti blognya menampilkan foto-foto yang dihasilkan oleh pemilik blog saat ia sedang ke suatu daerah mungkin, yang berarti memang itu adalah jurnal hidupnya, pernah datang ke tempat itu. Dan mungkin pikiran seperti inilah yang akan hadir saat pengunjung melihat foto-foto itu: “Yes, that place will be my next vacation!” atau “Gila ya di Indonesia ada tempat sebagus itu?”.

Contoh lainnya, misalnya seorang ibu muda yang sedang bingung mencari menu makan siang untuk anaknya, agar si anak tidak terlalu bosan dengan masakannya. Si ibu ini bisa mencari resep masakan di blog-blog yang memang mengkhususkan diri mengelola resep-resep masakan praktis, enak, dan sehat, yang ditulis karena si pemilik, karena memang ia juru masak atau mempunyai hobi masak.

Ada satu contoh blog yang nyata dan eksis; blog yang selalu membuat saya menjura, karena blog ini didedikasikan untuk mereka yang kebingungan/kesulitan mencari donor darah. Tengok saja blog Blood For Life, yang dikelola oleh Silly, yang memang melihat sendiri dengan mata kepalanya bagaimana sulitnya mencari persediaan darah untuk transfusi. Sebagai manusia yang mempunyai hati, pasti tak akan pernah tega melihat siapapun itu, walau tak dikenal, kebingungan mencari persediaan darah, karena ada keluarganya yang sakit.

Dan terakhir, hal yang saya dapatkan dari blog saya sendiri, yaitu komentar-komentar dari pengunjung, yang sering kali membuat saya terperangah, kaget dan tak percaya, “Wow, sebegituberartikah tulisan gue?”

Intinya, apa sih yang bisa kita ambil dari tulisan-tulisan para nara blog, di blog-nya masing-masing?

Cerita pengalaman mereka, itu sudah pasti. Masih ingat ‘kan bahwa pengalaman adalah guru paling berharga? Dan saya adalah manusia yang percaya bahwa tak ada satu orang pun di dunia ini mempunyai pengalaman yang sama, jika dilihat dari pemaknaan atas kejadian yang mereka hadapi, sekalipun ada beberapa orang yang bersamaan mengalami hal tersebut, di tempat dan waktu yang sama.

So, saat pengalaman itu terbagi? Sangat berharga ‘kan? Gratis pulakh.

—-

Untuk teman saya yang saya maksudkan di atas…

“Come on, get a life. Work hard play hard. Socialize, surf in this wonderful world called INTERNET!!!! Jangan sampe gue ditanya lagi ya sama elo liat jadual film di internet gimana caranya and masuk lewat apa? Plus dengan pertanyaan apa tuch 21cineplex and blitz megaplex?”

(*Eh, ga papa dounks gue sebut dua merek direct competitor itu? Hehehehe*)

—-

I’m proudly say to you, My Friends, yes I am a blogger. And in this blog, I share my thoughts, my feeling, what I saw, what I heard, also my experiences to all of you. So you can learn from it, so you will not make the same mistake just like I did, just like they did. Or simply you can find a new way to solve your problem. Yes, from my journal, from my blog.

—-

*For your info (plus invitation to visit the blog and join the group): Blood For Life mempunyai milis untuk mereka yang bersedia dipanggil sebagai pendonor darah, setiap ada permintaan darah yang mendadak. Hal ini sering terjadi, karena bisa jadi stok darah di PMI kurang, atau memang tidak cocok dengan yang memerlukan darah. See you there, Babbbyyyhhh!!*

Tags: ,

One Response to “What Did You Get From Blog?…”

  1. Saya suka membaca apapun yg ditulis orang… jujur semua blog yg saya follow pasti saya baca, entah itu membosankan, bagus dsb, tetap dapat kok kita mengambil sesuatu…

    Mengikuti blog, membacanya, sama halnya dengan mengamati orang, menyapanya, memberikan saran, memujinya, mengkrtiknya, dan lain-lain (lewat komen dll), dan sekaligus melihat apa yg bisa di pelajari dari hal itu….

    dan….
    disamping mendapatlan sesuatu dari blog, perlu juga memikirkan apa yg kita bisa beri lewat blog…
    kadang, sesuatu yg tidak bisa kita beri di dunia nyata, bisa kita beri di dunia maya, jadi blogginglah…
    I’m not a blogger, meski saya sering mengoceh di blog…

    (gila, komen saya kok samapai satu psotingan gini…)

Leave a Reply