Bawa Pulang Lelah Langkahmu, Sayang…

Tak ada hal lain yang dulu mempertemukan kita, Sayang…

Tak ada liuk tubuh nan indah, tak ada wajah elok rupawan, tak ada harta yang kita tawarkan…

Aku tak membawa apapun, selain wajah hampa karena perih,…

Kala kau ajakku berhenti bermimpi…

Dan seketika kita berdua terbius sebuah kenyataan pahit yang tak mungkin kita hindari…

Kenyataan pahit bahwa kita harus takluk pada rasa cinta yang membuat kita sama-sama jatuh dalam pelukan,…

Peluk yang sempat tertunda selama bertahun-tahun…

Kau akan biarkan pintu rumahmu terbuka untukku kapan saja,…

Seperti saat kau buka pintu hatimu untukku, sejak saat itu…

Kau akan gandeng tanganku untuk melintasi ribuan mil savana yang terbentang di hadapan kita,…

Dan biarkan mereka takjub akan kekuatan cinta kita berdua…

Kau membuatku tinggalkan sayap-sayap yang sudah setengah patah,…

Yang selama ini aku paksa untuk menemaniku terbang…

Kau peluk aku dalam sunyi, di sebuah sudut di negeri impianku,…

Yang kini adalah negeri impian kita, saat janji hati itu terucap…

Terucap dengan bahasa universal, yaitu bahasa cinta…

Kini kau kembali ke tempat itu, tanpa tinggalkanku sepatah kata pun…

Tempat kau biasa duduk menemanimu sendiri, tak ada seorang pun di sana, tak ada aku…

Sama seperti saat kau belum temukanku…

Tapi aku tahu, kau akan kembali tinggalkan sana…

Untuk kembali ke rumahmu, Sayang…

Kembali ke hatiku, saat kau lelah menikmati kesendiranmu…

Dan biarkan hatimu kembali bercinta dengan jiwanya yang kedua…

Bercinta dengan hatiku…

Dan hamburkan seluruh cinta mereka…

Yang dulu, sekarang dan nanti membawa langkah kaki ini kembali bersatu…

Tags:

3 Responses to “Bawa Pulang Lelah Langkahmu, Sayang…”

  1. swingssss…..

    seindah itu…!!!

  2. OchaOcha says:

    Maca cih? Ma kasih loo di bilang indah tulisannya…

  3. siapa bilang tulisannya indah…

    isinya yg indah..

    hheheheheh

Leave a Reply