Penggalangan Dana Untuk Rumah Penampungan Hewan Pejaten…

Artikel diambil dengan izin penulis aseli (Shirly Tiolina), dari AdopsiAnjingDotCom

Teman- teman, kali ini kita ada misi baru lagi

Setelah membantu Pak Tri, kali ini kami berencana membangun Pejaten Shelter (Jakarta Selatan). Karena kita semua tahu dan dapat melihat sendiri, masih sangat amat banyak hewan-hewan terlantar di sekitar kita.
- Anjing dan kucing liar yang terlindas kendaraan di jalanan.

– Anjing dan kucing yang disuntik tidur oleh pet shop karena sudah tidak mampu breeding atau karena cacat sehingga tidak bisa dijual lagi.

– Kuda-kuda tua yang ditelantarkan begitu saja oleh pemiliknya karena tidak mampu lagi menarik delman.

– Monyet-monyet kecil yang kurus yang menari menggunakan topeng – meminta belas kasihan pengemudi mobil di tepi jalan raya yang macet.

Ini contohnya :

Pincang

Kami memanggilnya “Si Pincang”, karena anjing terlantar ini tidak diketahui namanya sampai ditemukan oleh salah satu rekan kita dengan kaki terpelintir dan terluka karena dibacok orang tidak bertanggung jawab. Pincang selalu meringis kesakitan dan sangat trauma dengan manusia.

Byron

Byron, ditemukan oleh rekan iCARE di sebuah Gereja di Kelapa Gading. Setelah dibuang ke gereja itu, ternyata Byron bernasib buruk akibat penyakit kulit yang mengancam hidupnya jika tidak diobati. Saudara-saudara Byron di gereja tersebut juga terancam keberadaannya, karena diketahui satu per satu anak/saudara Byron “menghilang”.

Blacky
Blacky, rotweiller jantan ini ditemukan sedang ditambatkan di sebuah tiang listrik di tepi jalan raya. Dia dengan tega ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya. Sendirian, kelaparan, tanpa makan, tanpa minum. Tanpa belas kasih sayang.

Bagaimana perasaan Anda jika melihat hewan seperti Blacky, Byron, atau si Pincang? Apakah Anda merasa kasihan atau tidak peduli?

Apakah Anda ingin membantu memelihara atau menampungnya?

Atau mungkin Anda tidak bisa menampung tapi ingin membantu lewat sumbangan?

Peduli, adalah titik awal dari perbaikan nasib hewan dan satwa yang masih sangat banyak menderita di sekitar kita, seperti si Blacky, Pincang, dan Byron. Kepedulian kita, tidak cukup melalui kata-kata atau perasaan kasihan semata.

Kita bisa melakukan lebih dari itu!

Menampung dan merawat hewan-hewan terlantar (seperti Pak Tri dan sebagian besar dari kita semua), donasi dan kegiatan sosial melalui komunitas penyayang hewan yang banyak melakukan program sterilisasi massal, merupakan contoh-contoh tindakan nyata dari usaha manusia untuk melindungi hewan-hewan yang tidak berdaya.

Apakah nasib hewan-hewan terlantar semakin membaik melalui kegiatan-kegiatan ini? Jawabannya, “Ya, tetapi hanya sedikit. Karena ada keterbatasan dari kita semua.”

– Bagaimana dengan hewan-hewan yang tidak teradopsi karena sudah tua sehingga tidak ada yang ingin merawat mereka?

– Bagaimana dengan anjing dan kucing liar yang dikembalikan ke jalanan setelah disteril ternyata menemui kematian akibat infeksi karena tidak ada perawatan pasca operasi?

– Bagaimana nasib mereka yang ter lantar di jalanan tanpa kasih sayang, perlindungan, dan makan-minum yang layak, yang sebetulnya justru itu yang paling dibutuhkan?

Untuk itu, sebagian dari rekan-rekan yang bergabung di komunitas adopsianjing.com – yang dipertemukan melalui penggalangan dana untuk Pak Tri – menggagas pembangunan Rumah penampungan hewan terlantar, yang terletak di Pejaten, Jakarta Selatan.

Apa tujuan pembangunan rumah penampungan ini?

Walaupun untuk saat ini masih dipusatkan di Jakarta, akan sangat banyak manfaat dari rumah yang akan dibangun ini:

– Menjadi tempat penampungan, perlindungan, dan perawatan hewan-hewan (anjing, kucing, kuda maupun monyet) yang ditelantarkan, baik yang sifatnya sementara maupun permanen.

– Menjadi “penghubung” dengan komunitas / organisasi penyayang hewan lainnya untuk membantu proses seleksi adopsi.

– Membantu program sterilisasi dengan bekerja sama dengan dokter hewan terpercaya.

– Memberikan kesempatan dan tempat bagi rekan-rekan yang secara sukarela ingin membantu kegiatan sosial pe nyelamatan hewan-hewan terlantar melalui program rescue maupun perawatan secara berkala.

Kami sangat menyadari bahwa kami tidak mampu melakukan semuanya sendiri, dan seperti halnya keterbatasan yang kita semua miliki, kami mengajak teman-teman semua untuk berpartisipasi dalam pembangunan rumah penampungan ini.

Bagaimana kondisi rumah penampungan saat ini?

1. Lahan merupakan milik Dr. Susana Somali (Dr. Susan), seluas 1,5 ha. Dr Susan adalah seorang penyayang hewan hingga saat ini merawat sekitar 40 ekor anjing dan kucing di kediamannya sendiri, dan juga terlibat saat penggalangan dana untuk Pak Tri.

2. Saat ini sudah dibangun 6 kamar untuk menampung 11 ekor anjing dewasa dan puppies, yang sanitasinya baik dan bersih, serta beberapa ekor kucing yang berkeliaran bebas di sebagian lahan.

3. Sedang dibangun sebuah Warung tempat makan di lahan tersebut, yang konsepnya “Go Green”, yang direncanakan sebagai salah satu sumber dana untuk perawatan hewan-hewan yang ditampung (semacam subsidi silang supaya kehidupan mereka terjamin), dan sekaligus “merangkul” penduduk sekitar untuk turut berpartisipasi dan diedukasi tentang perlindungan hewan terlantar.

Apa rencana berikutnya?

1. Pembangunan 20-25 kamar kecil di rumah penampungan tersebut untuk menampung lebih banyak lagi hewan-hewan terlantar yang saat ini kami hentikan dulu karena keterbatasan tempat penampungan.

2. Merakit kendaraan khusus untuk melakukan rescue (saat ini kami bergantian menggunakan kendaraan pribadi sehingga kurang maksimal karena keterbatasan waktu).

3. Melengkapi peralatan rescue yang dibuat sendiri (seperti alat tulup / bius tembak yang harus digunakan untuk hewan-hewan yang sangat liar dan takut terhadap manusia).

Bagaimana Saya Dapat Membantu?

Untuk membantu lebih banyak lagi hewan-hewan terlantar, rumah penampungan ini membutuhkan dana sekitar 30 juta rupiah, dengan rincian:

– Besi CNP 10cm x 3,5cm x 2,1mm = 24 batang
– Besi CNP 7,5 cm x 2,5 cm 2,1 mm = 40 batang
– Besi siku 50 x 50 = 60 batang
– Besi beton no 10 = 100 batang
– Besi beton no 8 = 90 batang
– Pasir = 4 truk
– Pasir Dam (Sir dam) = 4 truk
– Semen = 70 sack
– Asbes = 60 lembar
– Paku asbes = 1 kotak
– Kabel listrik = 6 roll
– Fitting lampu = 12 buah
– Kawat kandang yang seperti lapangan tennis = 6 gulung

Teman-teman dipersilakan juga untuk membantu dalam bentuk bahan bangunan di atas.

Selain itu, kami juga membuka kesempatan bagi teman-teman untuk membantu perawatan hewan-hewan terlantar yang sudah ada saat ini melalui sumbangan:

1. Dog food kering, beras, koran bekas, kandang bekas layak pakai, makanan segar seperti kepala/kaki ayam dan daging mentah, susu lactose untuk bayi

2. Rice cooker bekas dan layak pakai untuk menanak nasi dan merebus bahan makanan agar lembek / lunak untuk dimakan

3. Perawatan anjing dan kucing: shampo, handuk, bedak kutu, kandang bekas tetapi masih bisa digunakan (untuk tempat perawatan sementara), rantai / kalung anjing/kucing

4. Informasi mengenai pengasuh/orang yang telaten merawat hewan-hewan terlantar untuk diwawancara oleh Dr Susan, yang saat ini sangat dibutuhkan di rumah penampungan ini

5. Adopsi dan menyebarkan informasi pencarian adopter (informasi tentang hewan yang akan diadopsi akan disusulkan)

Bagaimana Cara Donasinya?

– Untuk sumbangan berupa dana, bisa disalurkan melalui Shirly Tiolina Pasaribu

rek BCA KCP Tebet Barat Raya, no rek 436 1585 636

rek Permata Cabang Graha Surya Internusa, Kuningan, no rek 41009 1234 7

– Untuk sumbangan berupa barang, dapat disalurkan langsung ke lokasi rumah penampungan:
“Warung Kampung”

Jl. Pejaten Barat
Depan SMIP Pariwisata / kantor PDK (dekat Sekolah Gonzaga)
No telp 021 70776576 atau 0818872761 (Dr. Susan)

Terima kasih banyak untuk perhatian kalian. Tolong kabari temen-temen kalian juga yah untuk ikut membantu. Kiranya Tuhan dapat membantu meringankan nasib binatang-binatang terlantar lewat bantuan kalian.

Tags:

3 Responses to “Penggalangan Dana Untuk Rumah Penampungan Hewan Pejaten…”

  1. Kalau kuskus ada ngak yah ?.. siap merawatnya kalau ada :D

  2. febri says:

    semoga tuhan membantu kita semua. musim hujan seperti ini tentu lebih menyulitkan, tapi besar harapan saya, kalian semua tetep semangat menyelamatkan hewan2 tsb.

  3. Ayu Susilasari says:

    Teman Saya ada masalah mungkin teman2 dapat membantu saya. saya mempunyai 6 kucing yg lucu2 tapi setelah saya menikah saya harus tinggal dengan mertua saya sedihnya dia tidak suka atau malah benci banget sama kucing sampai sekarang saya blm menemukan solusi unt anak2 kucingku yg lucu2 ada yg bisa tolong saya ga, saya mau kal harus membayar sejumlah uang setiap blnnya unt mengurus kucing saya krn hampir setiap hari saya bertengkar sama mertua saya gara2 kucing.

Leave a Reply