Liburan Ke Bintang…

Sesaat setelah saya membuka pintu rumah, sepulang saya bekerja…

“Ora ono panganan. Mamamu neng omah Jelita.”

“Ya wis, tak tuku sate neng ngarepan.”

Hmmm…begitulah perbincangan saya dengan papa (*Eh, ada yang ga ngerti bahasa Jawa ya?*), yang jika diterjemahkan…

“Lagi ga ada makanan. Mamamu lagi di rumah Jelita.”

“Ya udah, aku beli sate di depan.”

Ya, si mama sedang menikmati masa-masa indah mengurus cucu semata wayangnya yang sekarang sudah nyaris jadi ABG (*Padahal baru naik kelas 2 SD. Saking cantiknya tuch anak*).

Setelah meletakkan tas, berganti sepatu dan berganti celana pendek, saya langsung melangkahkan kaki keluar rumah.

Berhubung tempat mangkal tukang jualan sate hanya berada di depan kompleks rumah, jadi saya ke sana hanya berjalan kaki.

Dan begitu saya membuka pintu pagar, dan kaki ini baru melangkah 2 kali, saya kembali menengadahkan kepala…

“Waaaahhhh, my God…keren…keren abis…bintangnya banyak banget. Lebih banyak dari kemaren. Bulannya pindah tempat.”

Saya pun berjalan perlahan, sambil tak henti memandang langit kelam penuh bintang. Tak lagi peduli pikiran orang lain jika mereka melihat saya aneh seperti itu.

“Mau dianter ojek, Neng?”

“Gak, cuma mau ke depan.”

Sapaan seorang tukang ojek, di pangkalan ojek yang letaknya tak jauh dari ujung gang rumah saya, saya jawab seperti itu. Dan dengan kepala masih mendangak tak ingin berhenti melihat taburan bintang malam ini.

Masih tak peduli lingkungan sekitar di daratan. Hanya pedulikan langit yang membuat saya takjub tak terperikan. Yang harus disudahi, saat saya tiba di jalan utama kompleks rumah, yang masih sangat ramai dengan lalu lalang kendaraan bermotor.

Andaikan di dekat rumah ada satu hamparan rumput hijau, disertai adanya jaminan tidak ada kotoran kucing atau kotoran kungkung a.k.a dogie, dan binatang melata yang mengerikan di sana, pasti tadi saya sudah ke tempat itu, menggelar selembar tikar, merebahkan diri di atasnya, dan tak akan henti memandang langit.

—-

Ah, jadi inget Malang…kalo di sana bisa nih bertengger di teras atas, liat-liat langit penuh bintang, sambil diterpa semilir angin dingin. Wuiidddiihh…pa kabar sana ya?

Peeenggennn liburan…

*Banyak maunya lo ‘Cha. Mau ke Bali, pulang kampung ke Jogja juga mau, belanje ke SG juga iya, nyemplung ke Bunaken juga kangen, sekarang mau ke Malang lagi pulakh.*

—-

Pada sebuah perbincangan…

“Kalo kamu mau aku nyusul, tinggal bilang…”

Dan jika perbincangan itu terjadi hari ini, pasti akan dijawab dengan…

“Aku mau nyusul bintang. Kamu.”

Tags: ,

2 Responses to “Liburan Ke Bintang…”

  1. warm says:

    sgala yg terkait bintang, memang slalu indah
    salam !

  2. OchaOcha says:

    Mas Warm heheheh…emang…bintang itu selalu indah…biarpun kecil tapi tetep bersinar khan..

Leave a Reply