Age Gap Is One Thing?…

Jatuh cinta pada seseorang memang tidak bisa diprediksi sebelumnya, setidaknya untuk saya pribadi. Sulit atau bahkan tidak bisa ditolak, tak peduli waktu, tak peduli dengan siapa. Lagi-lagi, itu semua juga pengalaman pribadi saya. Dan sepertinya juga pengalaman seseorang.

Pengalaman seseorang di dalam perbincangan yang kurang lebih seperti ini…

“Pasti elo bakal marah sama gue deh. Kalo elo denger cerita yang bakal gue ceritain ke elo ini.”

“Kenapa gitu?”

“Ya, kemungkinan besar sih.”

“Kenapa? Elo ketauan selengki ama bini loe?”

“Iya.”

“Huaahahahah, bodo sih lu maennya. Teteup lo ya yang berubah.”

“Iya neh, gue gampang banget jatuh cinta, kesengsem ama cewek yang kesukaannya sama kayak gue.”

“Kok tumben elo ketauan?”

“SMS lupa diapus.”

“Bini loe tipe suka liat-liat HP lo?”

“Gak, dari 8 taon gue sama dia, baru kali ini dia buka-buka HP gue.”

“Feeling kuat doi.”

“Yoi.”

“Selengki ama cewek mana lagi lu?”

“Ama pacar gue.”

“Pacar baru?”

“Iya, baru jadian beberapa bulan lalu.”

“Trus elo dah ketauan masih tetep pacaran sama dia?”

“Bini gue taunya sih dah putus, tapi gue tetep pacaran sama nih cewek.”

“Cewek mana yang jadi “korban” lu kali ini?”

“Ini niy yang bikin elo bakal marah.”

“Apaan?”

“Anak kecil. Jarak gue ama cewek gue sekarang jauh.”

“Jarak apanya?”

“Ya umurnya lah.”

“Hahahahaha, kenapa bikin gue marah ya?”

“Soalnya temen gue lainnya yang gue ceritain pasti marahin gue. Bilang gue pacaran ama anak kecil lah. Bilang bla, bla, bla lah.”

“Gue sendiri sih ga liat ada yang salah dengan elo jatuh cinta atau suka seseorang yang jarak umurnya beda jauh sama elo sih ya. So what?”

“Hahahaha, gue suka nih sama tanggapannya elo.”

“Ampun deh, namanya juga jatuh cinta, ama sapa aja sih ya ga bisa diprediksi.”

“Tapi yang ini agak beda sih. Gue kali ini bener-bener sayang, ga cuma selengki doank. Ampe gue bela-belain kemaren ke luar negeri ama nih cewek.”

“Ooookkkaaayyyy. Elo bilang apa sama bini lo?”

“Beribu alasan bisa lah gue buat.”

“Umur berapa cewek lo?”

“Tebak?”

“Ga tau gue.”

“Beda 17 taon lah sama gue.”

“Hahahahahha. Beda tipis lah!”

“Beda tipis sama sapa?”

“Ada orang lain yang gue juga kenal, beda dia sama pacarnya juga segituan.”

“Jadi ga cuman gue?”

“Ya gak lah. Jangan GR lu. Lah yang gue kenal kayak gitu ajah, dah 6 pasang, sama elo n pacar baru lu ituh. Belom lagi kalo ditambah Tom Cruise-Katie Holmes, Michael Douglas-Catherine Zeta Jones. Banyak lah!”

Dan perbincangan mereka pun masih berlangsung panjang setelahnya…

Seperti yang tadi sudah saya katakan, ya namanya juga orang jatuh cinta, susah untuk diatur mau jatuh cinta sama siapa, kapan, statusnya apa, dan lain-lain. Termasuk dengan perbedaan jarak usia, yang tak hanya 1 atau 2 tahun, tapi sampai belasan tahun. Dan hal tersebut, bagi saya bukan suatu hal yang aneh, dan bukan pula suatu masalah besar, pada akhirnya. Kalau sudah bicara urusan hati dan perasaan, urusan logika sudah bisa dipastikan akan dikalahkan total oleh yang sedang jatuh cinta.

Kalau saya ditanya seseorang, pertanyaan seperti ini: “Dah pernah atau pengen ngga punya love relationship sama cowok yang umurnya jauh lebih tua?”

Saya akan menjawab seperti ini: “Karena idup sendiri udah banyak repotnya, saya pun dididik lingkungan untuk bisa meminimalisir burden yang sering muncul dalam hidup, termasuk burden yang sering muncul saat saya membina hubungan (cinta) dengan orang lain. Saya juga merasa beruntung bisa hidup di lingkungan teman yang tidak pernah mempermasalahkan dengan siapa saya berhubungan. Dengan yang beda agama kek, dengan yang beda suku atau ras, dengan yang usianya jauh di atas saya, mereka ga pernah gubris. Saya ga tau ya, either mereka ga peduli, karena urusan mereka sendiri pun udah banyak, atau memang mereka menghargai privacy orang lain, atau mereka bener-bener memahami keunikan setiap manusia. Walau urusan yang beginian, kadang suka repot kalo dah dibawa sampe ke keluarga. Nah pikir sendiri deh gue pernah, mau atau malah sedang, dari pertanyaan tadi!!”

71472239

Gambar diambil dari sini, yang aplikasinya harus diunduh terlebih dahulu.

—-

Dan mungkin saya akan memberikan jawaban tambahan…

“Tapi loe juga mesti inget, kalo gue itu orangnya masokis!” :D

Tags: , ,

Leave a Reply