Happy Birthday, Karin…

Hai, hai…maaf ya, saya sudah lama tidak menulis tentang perkembangannya Karin. Sampai saya harus diingatkan (baca: ditagih, hehehehe) oleh beberapa teman untuk memberitahukan perkembangan terakhirnya.

Dan hari ini adalah edisi spesial, cerita perkembangan kondisi kesehatan si Mama Cyrill. Namun sebelum saya mulai bercerita tentang manusia hebat yang satu ini, saya ingin mengucapkan sesuatu…

“Happppyyyy Birthdayyyy laaagiiiii, Sayang…kamu terhebat, dan tahun ini adalah tahun terhebat untuk kamu.”

Kemarin, saya sempat kepikiran untuk ke rumah Karin di Rawamangun sepulang kantor, untuk memberikan selamat ulang tahun secara langsung untuk Karin, tapi apa daya, saya sudah terlalu lelah untuk bisa sanggup pergi ke sana.

Jadi begitu sampai rumah, saya langsung menelepon Yudha untuk berbincang-bincang dengan Karin.

Dan inilah hasil perbincangan saya dengan Karin yang sudah luar biasa perkembangannya.

Saya: “Haaapppy Birthday ya, Non.”

Karin: “Halo, halo.”

Saya: “Rin, happy birthday ya.”

Karin: “Halo.”

Saya: “Woiiii, Cut, denger ga lu?”

Karin: “Iya.”

Memang saat itu, saya dengar di seberang sana ada suara kresek-kresek seperti sedang ada gangguan signal.

By the way, masih ingat ‘kan kalau ‘Cut’ itu adalah panggilan sayang yang diberikan saya dan Rully untuk Karin (“Jadi ingat kisah kami bertiga jaman dulu di sarang kami di lt.8, dan masih ingat betul bagaimana suara Karin sambil berteriak memanggil saya dengan Codoth, atau memanggil Rully dengan Ti’em. Ahhh, Good old days.”)

Saya: “Siapa gue? Masih kenal gue ga?”

Karin: “Ocha ‘kan?”

“Ma kasih ya ‘Cut, manggil nama gue lagi bener. Biasanya elo manggil gue anak monyet.”

Sumpah, sumpah, sumpah saya senangnya setengah mati. Karin sama sekali tidak lupa dengan suara saya.

Saya: “Hebat, hebat, elo masih inget suara gue. Kok rame, lagi pesta ya? Ada sapa aja?”

Karin: “Banyak.”

Saya: “Siapa aja Cut?”

Dan Karin mulai menyebutkan tamu-tamu yang datang ke rumahnya tadi malam, yang rata-rata adalah saudara-saudara Karin.

Saya: “Seneng kau ya, banyak yang datang?”

Karin: “Iya lah.”

Saya: “Terus sapa yang tadi udah telepon.”

Karin: ………………. (terdiam)

Saya: “Woi, kok bengong ditanyain.”

Karin: “Gak bengong, gue lagi mikir taukh!”

Saya: “Sapa aja tadi yang udah telepon?”

Karin: “Nyokab telpon dari Medan. Oom gue dari Belanda juga.”

Saya: “Wah dapat telepon dari jauh ya?”

Karin: “Iya.”

Saya: “Shanty telepon kamu?”

Karin: “Belom.”

“Untuk Shanty: maap ya bouw elo ga dianggep, padahal dah tilpun 2 kali lu ye, hauahahahahahah.”

Saya: “Sekarang umur berapa, Rin?”

Karin: “32.”

Saya: “Hyyyaaahhh, jangan mempermuda umur kau lah. Masakh elo ama gue beda dikit?”

Karin: “Jadi berapa dounk umur gue?”

Saya: “Berapa? 2009-1973 berapa Cut?”

Karin: ……………………(terdiam)

Saya: “9 kurang 3 berapa, Cut?”

Karin: “36 berarti ya gue.”

Saya: “Terus elo katanya dah hebat sekarang ya? Dah bisa apa aja?”

Karin: “Dah bisa jalan sendiri.”

Saya: “Ga perlu dipegangin lagi kayak dulu?”

Karin: “Masih, kadang-kadang.”

Saya: “Terus, katanya dah bisa maen-maen pindah-pindah tempat sama Abang ya ‘Rin?”

Karin: “Udah.”

Saya: “Hebat deee. Berarti kamu bentar lagi sembuh total. Tinggal jalanin satu operasi terakhir, and recovery deee. Kemaren hasil PEP scan and MRInya semuanya dah bagus Rin. Penyakitnya dah ilang semua dari badan kamu. Kamu tinggal terapi-terapi dikit lagi, sama istirahat. Btw, bisa makan apa aja?”

Karin: “Makan apa aja bisa. Enak.”

Saya: “Makin gendut dounk lo?”

Karin: “Iya kali ya.”

Saya: “Ga papa lah. Kamu harus sehat, tinggal dikit lagi.”

Karin: “Capekh banget lah gue.”

Saya: “Capekh ngapain?”

Karin: “Capekh terapi.”

Saya: “Bukannya enak. Khan tinggal dikit lagi. Katanya mau maen ama Abang? Inget Abang sama Yudha lah Rin, ama elo sendiri juga. Elo bertiga tuch dah berjuang banyak loh. Tinggal dikit lagi ya, Sayang. Capekhnya disimpen dulu.”

Karin: “Iya sih.”

Saya: “Ya udah, tuh di belakangmu sepupu-sepupumu pasti dah nungguin kamu khan? Sekali lagi happy birthday, cepet sembuh, nanti aku sempetin ke tempatmu, geret si cerewet satu lagi, si Shanty.”

Karin: “Ma kasih ya, ‘Cha!”

Saya: “Sama-sama, cepet sehat ya. Mana Yudha, aku ngomong lagi sama dia.”

Dan perbincangan saya lanjutkan dengan Yudha…

Saya: “Hebat dia sekarang, 3 bulan gue ga ketemu, kemajuannya pesat. Jadi kangen.”

Yudha: “Hebat dounks, rambutnya aja dah mulai tumbuh.”

Saya: “Ya udin, ntar gue usahain sama si Shanty ke sana.”

Yudha: “Eh, btw elo kerja di mana sih?”

Saya: “Ntar-ntar de ntar gue ceritanya kalo ketemu elo ajah. Males gue cerita di sini.”

Yudha: “Jangan-jangan elo kerja di tempat si Mas.”

Saya: “Ya enggak lah, kalo di sana gue dah tiap hari liat mukenye.”

Yudha: “Ooooo, gue kira di sana.”

Saya: “Btw, dah telpon Karin dia?”

Yudha: “Belom! Taukh ngilang dia.”

Saya: “Masih idup kok orangnya. Ntar paling nongol lagi kalo dia mau, biar ajah. Ya udah lah, ntar gue tilpun kalo gue mau ke rumah lo. Daaaggg.”

Dan saya semakin senang setelah melihat di Facebook saya, kiriman foto acara ulang tahun Karin kemarin. Saya melihat Tante Titung dan satu sepupu Karin yang namanya sudah tidak asing di telinga saya, walaupun saya belum pernah sama sekali bertemu dengannya, dan juga Karin sendiri di foto itu yang sudah terlihat jauh lebih segar dibandingkan tiga bulan yang lalu, saat terakhir saya bertemu dengannya sepulang kami dari Singapura.

Oh ya satu lagi, saat saya berbincang dengan Karin di telepon, Karin benar-benar tak dibantu oleh orang lain. Maksudnya, tanpa ada perantara yang harus memperjelas maksud omongan saya dan menyampaikannya ke Karin. Saya tahu persis, karena saat itu saya mendengar suara Yudha sedang berbincang-bincang dengan orang lain, di belakang suara Karin. Jadi, memang kemajuan Karin memang luar biasa. Itu berkat doa kalian juga loooo.

Again, on the behalf of Karin, Yudha, Cyrill, Tante Titung and their big family, I would like to say thank you for your supports and prayers. It means a lot to them. And Karin still needs your prayer, don’t stop it, pleaasseee…

—-

“Wahhh, Rin, salah looo…nyokab loe ga cuma tilpun, dateng pulakh. Anyway, miss you so much, My Sista!”

Tags: ,

One Response to “Happy Birthday, Karin…”

  1. Zulhaq says:

    Selamat ulang tahun bu karin……
    wish u all d best

Leave a Reply