Ngajak Bercinta?…

Jadi ingat tentang sesuatu. Suatu perbincangan antara seseorang dengan seseorang lainnya.

Orang Pertama: “May I ask you for a simple date?”

Orang Kedua: “Inget pacar masing-masing!”

Orang Pertama: “Inget kok. Selama belum ada ikatan tertulis.”

Orang Kedua: “Lah rencana maksibar itu?”

Orang Pertama: “Maksibar sama date khan beda. Doing something romantic? Di Bandung?”

Orang Kedua: “Duh, ke Bandung. Jalan-jalan doang ‘kan? Gak nginep ‘kan?”

Orang Pertama: “Emang kenapa kalo nginep?”

Orang Kedua: “Gak bisa!”

Orang Pertama: “Takut ketauan ya? Bilang aja elo ketemu temen loe di Bandung gitu.”

Orang Kedua: “Gak lah, gue ga bisa n ga mau boong.”

Orang Pertama: “Elo maennya kurang cantik berarti.”

Orang Kedua: “Tetep gak lah.”

Orang Pertama: “Btw, elo pernah selingkuh?”

Orang Kedua: “Pernah, sekali doang, and ketauan. Sisanya gue diselingkuhin or atleast mereka flirting.”

Orang Pertama: “Hahahaha, polos. Eh, terus gue tanya ya. Ever had sex before?”

Orang Kedua: “Kenapa tiba-tiba elo tanya gitu?”

Orang Pertama: “Pengen tau aja.”

Orang Kedua: “Menurut loe?”

Orang Pertama: “Gue bener-bener ga tau.”

Orang Kedua: “Boleh ga terjawab dong pertanyaan itu?”

Orang Pertama: “Pernah diajak ama temen loe untuk have sex gak?”

Orang Kedua: “Gak.”

Orang Pertama: “Terus, ever had sex once?”

Orang Kedua: “Gak lah.”

Orang Pertama: “Wah, hebat. Gak ada yang ngajak gitu?”

Orang Kedua: “Pernah. Pacar gue.”

Orang Pertama: “Terus elo bilang apa?”

Orang Kedua: “Bilang apa ya waktu itu? Lupa gue, bilang apa.”

Seperti sedang melakukan wawancara untuk sebuah artikel di majalah jadinya.

Eh, ini tentang Saya?…

Belum tentu, coba dibaca lagi cerita di atas.

—-

“Satu pertanyaan, kira-kira dari sekian banyak pertanyaan yang dilontarkan, ada pertanyaan yang salah ga ya?”

Tags:

Leave a Reply