Good Luck, MJ…

Mungkin saya sedikit terlambat membicarakan tentang manusia ini. Manusia yang baru beberapa minggu lalu dinyatakan telah selesai menjalankan tugas perutusannya di dunia, oleh yang empunya hidup. Manusia yang (jika saya tidak salah) seharusnya besok mempunyai jadual konser di Ingris. Manusia yang mempunyai nama lengkap Michael Joseph Jackson.

Manusia itu tidak saya kenal secara langsung (“Yaiyaaalllaaahh! Gak mungkin”). Saya hanya mengenalnya dari lagu-lagunya yang sudah tidak asing di telinga saya, sejak dua puluh dua tahun lalu. Sebut saja, seperti Billie Jean, Thriller, Bad, She’s Out of My Life, Rock With You  yang ngetop di era 80-an, sudah sering saya dengar bersamaan dengan abang saya yang pertama memutar lagu-lagu itu dengan tape-nya (“Yah, that’s the beauty of having a sibling yang jarak umurnya jauh di atas kita”). Belum lagi lagu-lagunya saat ia masih tergabung dengan Jackson 5. Siapa sih yang tak tahu Ben, ABC, dan I Want You Back?

Kecintaan saya terhadap lagu-lagunya ternyata tidak berhenti saat saya kecil. Beranjak remaja, lagu Heal The World, Black or White, Gone Too Soon, Will You Be There, Have You Seen My Childhood, yang tenar di dekade berikutnya, benar-benar menjadi konsumsi saya sendiri, tak lagi karena si abang. Musiknya, liriknya, tak diragukan lagi, hebat dan penuh arti menyayat hati. Ditambah jika ia menyanyikannya saat konser di atas panggung. Benar-benar pembawaan yang total dan membuat banyak orang terkesima, terutama dengan Moonwalk ciri khasnya.

Berita yang tersiar 26 Juni 2009 pagi, saya yakin sangat mengagetkan banyak orang, walaupun mereka mungkin sama seperti saya, tidak mengenal MJ secara langsung . Namun rasa kehilangan pasti ada di hati. Kehilangan Sang Maestro dan mungkin rencana besar karyanya yang masih tersimpan di kepala dan hatinya, dan tetap akan begitu selamanya, tetap tak terbagi ke banyak penggemarnya.

Mungkin penggemar MJ yang tinggal di Indonesia, termasuk saya, sedikit berterima kasih pada pihak keluarga MJ, karena penyelenggaraan pemakamannya dilakukan tepat di malam libur nasional. Rasa kantuk mata dapat dilawan dengan usaha penuh, dan tanpa beban akan pekerjaan kantor esok harinya, hanya untuk menonton acara tersebut secara langsung. Mengingat perbedaan waktu antara Amerika dan Indonesia, yang menyebabkan acara tersebut baru diputar pada tengah malam, dan selesai menjelang pukul 03.00 dini hari.

Good luck Michael for your new journey, looking for a real Heaven. Your songs, your masterpiece will stay in my heart. Terutama She’s Out Of My life…

—-

“Hyaaaahhh…lagu sayat hati sekali itu She’s Out Of My Life…(ya even “she”-nya harus diganti “he”, untuk saya).”

Tags: ,

Leave a Reply