Yes, You Made My Day…

Selasa, 7 Juli 2009…yang saya harap menjadi hari yang berbeda 180 derajat dari apa yang saya alami.

“Yes, besok libur, nanti bisa pulang teng, ampe rumah bawa anak-anak gue jalan-jalan.”

Namun itu hanya tinggal jadi harapan saya. Setibanya di kantor, pekerjaan sudah mengantri di depan mata untuk segera diselesaikan, seperti mereka berteriak-teriak “Gue dulu, kerjain gue dulu. Jangan yang itu dulu, tapi gue.”

Dan hari pun terus berlalu, hingga menjelang sore, dan tiba-tiba muncullah sebuah jendela yang berasal dari Yahoo Messenger…

“Ochaaa, miss you.”

Pernyataan itu saya biarkan tak terjawab. Hingga seseorang di seberang sana kembali mengirimkan pesan itu…

“Ochaaaaaa, i miss you.”

Akhirnya saya pun membalasnya…

“Terima kasih. Kok, tumben? Ada apa? Sorry baru jawab bis ada “pasien”.”

“Iya, Hon, tumben gimana? Ketemuan yuk.”

“Boleh, kapan?”

Akhirnya kami pun menentukan kapan waktunya, yang hingga kini masih tentatif (“By the way, kenapa dia manggil gue Hon ya!”).

Dan tak berapa lama setelah itu saya mengirimkan sebuah SMS ke seseorang, yang isinya kurang lebih seperti ini…

“Hei..just wanna drop a msg to say thank you for wonderful classes dullluuu, bekal yang ooookkkkaaaayyyyy banget sekarang. Ga percaya aja aku bisa ngadepin n ngobrol2 sama berbagai jenis orang. U and she encouraged me untuk lebih berani untuk ngobrol ama banyak orang, n ngadepin dunia sesungguhnya. Many thanks.”

Saya pun mendapatkan balasan dari orang tersebut…

“Hmmm, how nice of u, Ocha. Kalau memang terasa ada manfaatnya, that makes me very happy. Berarti ga sia-sia ngomong di kelas. Sukses untuk selanjutnya ya.”

Ternyata hari ini masih panjang untuk saya. Saya masih harus berkutat dengan pekerjaan-pekerjaan di hadapan saya, yang pastinya, ini semua akan menambah jam terbang saya akan praktik sesungguhnya di dunia nyata dari bekal-bekal yang diberikan di kuliah dulu (“Gak percuma Mas, Mbak, dulu gue tertimbun tugas-tugas laknat ituh. Baru kerasa sekarang, hahhahauahahaha”).

Hari yang panjang dan sangat melelahkan, saya akhiri pada pukul 20.45.

Esok harinya, adalah hari yang ditunggu-tunggu, terutama bukan hanya karena PEMILU, tapi karena hari itu adalah hari libur nasional. Setelah mata ini sedikit dipaksa untuk tetap terjaga, karena keinginan luar biasa untuk menonton siaran langsung pemakaman King Of Pop yang legendaris itu, mata ini kembali dipaksa untuk bangun karena keinginginan untuk menunaikan tugas sebagai warga negara yang baik mengikuti PEMILU (setelah April kemarin memilih untuk GolPut).

Sepulang dari TPS, saya kembali menikmati hari itu dengan tidur pulas selama siang, hingga rasa lapar menghampiri.

Tak lama setelah saya bangun, saya terima SMS dari seseorang…

“Ocha, apa kabar? Saya dapat berita dari si Mas. Sukses buat kamu ya.”

“Eh iya, aku mau sms kemaren keburu dah ga sempet…”

Yang kami lanjutkan dengan beberapa kali saling berbalas SMS, yang salah satunya…

“…jangan lupa impianmu jadi psikolog untuk direalisasikan secepatnya, sayang aja kamu punya kapasitas dan kapabilitas untuk itu (ngomporin terus niy.)”

Dan esok harinya, 9 Juli 2009, saat menjelang sore hari, dan masih di tengah tumpukan pekerjaan, tak tahu tangan ini tak tahan untuk menekan tombol-tombol yang merangkai angka-angka menjadi sebuah nomor telepon…

Seseorang di seberang sana: ………………(belum menjawab, tapi terdengar ia sedang berbicara dengan seseorang “Sepertinya harus di push tuch yang itu”)

Saya: Push-push apa ci?

Seseorang di seberang sana: Push-push becak.

Saya: Kemanya?

Seseorang di seberang sana: Anak kecil ini pasti lagi bt yah, tilpun-tilpun.

Obrolan itu pun berlanjut untuk beberapa menit, yang ditutup dengan kiriman SMS dari salah satunya…

“To be honest, lagi ga bete sih, tapi lagi angggeeeennn, hihihihi love u.”

“Hihi. Love u too.”

Yang ingin saya sampaikan di sini adalah,…

Some people made my day, so did I…Have u?

Tags: ,

Leave a Reply