Aku terpana akan syair cintamu…
Ubah kesendirianku semakin berada di titik nadir…
Terinjak…
Hingga harap mati ditelan bumi…
Aku terpaku di antara sejuta cinta, kerinduan dan kebencian…
Berhias peluh, perih, rintih sayatan manis…
Untuk berjalan tanpa alas kaki di atas aspal terpanggang mentari…
Ditandatangani sendiri oleh pemiliknya…
Tak tahu mengapa aku biarkanmu menyentuhku…
Mulai berikan luka di hati…
Yang kini telah tertambal dengan benci berlapis cinta…
Dan membuatku berkata, kamu bintang terakhirku, Sayang…
Tags: Puisi


Wow, pinter bikin puisi ya ?
Salam kenal ya
Terima kasih…salam kenal juga…tetep mampir ya hehehehehe
SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG