Selain Mr. Tampan dan Wangi…

Sebenarnya cerita ini, ingin saya tulis hari Kamis dan Jumat lalu, tapi berhubung blog saya ini sedang dalam masa pindah-pindahan, jadi saya memilih untuk menundanya.

Tak tahu mengapa, seminggu kemarin ini terasa sangat cepat. Aneh, tak seperti minggu-minggu sebelumnya, di mana saya selalu menghitung hari demi hari dan sangat menanti datangnya akhir pekan. Mungkin keanehan itu terjadi karena saya sedang tertimbun banyak pekerjaan. Namun yang jelas (walaupun tak ada hubungan dengan keanehan itu) trafik penggunaan si Bébé sedang meningkat, bahkan di dalam kondisinya yang selalu saya “bungkam”.

Saya sudah cukup lama membiasakan diri untuk tidak mengangkat telepon dari nomor yang benar-benar tidak saya kenal, dan semakin parah saat saya semakin merasa senang tidak terganggu dengan bunyi-bunyian telepon, yang akhirnya membuat trafik si Bébé hanya berkisar berita tertulis, baik SMS, BBM, YM, dan E-Mail.

Dan sialnya setelah saya lihat kotak masuk saya, trafik paling banyak minggu lalu adalah perbincangan saya dengan Mr. Tampan dan Wangi yang baru saya kenal beberapa hari itu, tapi hehehehehe kiriman pesan singkat darinya tidak semenarik kiriman pesan singkat dari seseorang, dan seseorang yang lain di Yahoo Messenger.

X: Ciee…ciyee…:) lg trauma diteror orang gila ya? hahahahaha just kidding.

Y: Orang gilanya lagi ga berkoar-koar niy, udah ga gila kali. Gue mati rasa, sekalian gue ga perlu punya hati ke sapa-sapa, kemanapun daripada capek. Eh, i love you more now than what i did.

X: You know that I do too.

Y: Too yang mana nih? Love u or mati rasa atau dua-duanya?

X: Gak inget ada kata-kata mati rasa.

Dan yang satu ini…

C: Aku merindumu cintakuhhhhh!!!!

D: Saaaammmaaaa, aku merindumu juga cinta. Eh, gue pengen ke rumah loe ya.

C: Kapan?

D: Belom tahu.

Hari pun berlalu, dan kembali si Bébé dihujani oleh balas-balasan berita dari dan ke Mr. Tampan dan Wangi, tentang urusan pindahan si Introverto ini.

Dan sampailah ke hari Jumat, yang saya sebut sebagai hari masokis nasional untuk saya sendiri. Bagaimana tidak masokis, lah wong saya kembali merelakan diri untuk memutar semua lagu “sumbang”, membayangkan seluruh kejadian saya dengannya sembari berjalan-jalan sendiri di Senayan City dengan satu gelas Sour Sally di tangan. Dan di tengah itu semua…

X: Kangen de…

Y: ……(tak ada balasan)

Yang lainnya…

R: Terus terang aku kangen kamu…

S: ……(tak ada balasan)

“Hyaaaahhh, kok sama responnya!”

Satu yang menjadi pertanyaan…”Katanya mati rasa? Kok cinta, kok kangen, kok, kok, kok?”

Dan satu yang menjadi jawaban…”Emang itu tentang gue?”

—-

“Siapa aja sih ‘Cha?????”

“Menurut loe?”

Tags:

One Response to “Selain Mr. Tampan dan Wangi…”

  1. Olivia says:

    kangen itu asik2 pait hahahaha
    gile2an aja kita ke TABAC, asoy deh tempatnya.

Leave a Reply