Lagu Ini (Tak) Kuakhiri…

Beberapa hari lalu, seorang temanku meninggalkan komentar di aplikasi note yang ada di situs jejaring Facebook. Semua tulisanku yang ada di dalam aplikasi itu, adalah hasil pindahan dari Introverto milikku ini. Komentar yang ia tinggalkan hanya 1 kata, hanya namaku, tapi aku tahu dari gaya penulisannya, sepertinya ia sedang berteriak. Kurang lebih komentarnya seperti ini “Ochaaaaaaaaa..!”

Sedikit bingung dengan komentar itu. Mungkin ia bermaksud sedikit “balas dendam”, karena seringnya aku meninggalkan persepsi-persepsi tak karuan bebasnya di benak pembaca blogku. Komentarnya itu aku balas, dengan sebuah pertanyaan yang kurang lebih seperti ini: “Kena ama tulisan gue? Jangan GR dech loe.”

Lalu kami pun jadi beberapa kali berbalas-balasan komentar di aplikasi itu. Temanku ini akhirnya mengakui bahwa apa yang aku tulis, adalah tepat dengan apa yang ia rasakan saat itu, bahkan ia katakan kalau-kalau aku dapat membaca mimpinya. Dan pada akhirnya aku pun mengakuinya bahwa itu juga merupakan curahan hatiku saat itu, bahkan sampai saat ini.

Kami berdua sama-sama menanti sesuatu. Menanti sebuah kedatangan. Sebuah kedatangan akan kepastian. Tak tahu dalam rentang waktu masih berapa lama lagi.

Aku jadi teringat lagu Andaikan Kau Datang Kembali, yang awalnya dinyanyikan oleh Koes Plus, dan dinyanyikan ulang oleh Ruth Sahanaya, yang sekarang mengiringiku menulis tulisan ini. Tidak semua lirik di lagu itu tepat menggambarkan kondisiku saat ini. Hanya bait terakhir yang memberikan makna tersendiri padaku.

“Lagu ini kuakhiri.”

Wahai temanku, aku ingin mengatakan padamu, bahwa aku tidak akan mengakhiri “lagu” ini, aku tak peduli apakah akan membuatku terlihat bodoh atau apapun itu, karena “lagu” ini terlalu indah untuk kuakhiri, dan sakit ini sedang aku nikmati.

Dan untuk dirinya yang aku rindu, cinta dan “benci”…ilu, imu, yaitu singkatan yang kami gunakan saat kami saling berkirim pesan singkat atau Black Berry Messenger

I do really miss you…Badly…

Dan tak terasa air mata ini pun menetes…dan mengalir begitu saja…

*Sigh….*

Tags:

Leave a Reply