Akupuntur Untuk Hewan Peliharaan…

Kecintaan saya terhadap binatang, apalagi anjing, memang sudah ada sejak saya kecil. Berdasarkan pengalaman, saya dapat dengan mudah memegang, mengelus-elus anjing liar atau anjing yang sedang dibawa oleh pemiliknya berjalan-jalan atau sedang menunggu antrian di dokter hewan, bahkan anjing yang menurut pemiliknya termasuk anjing galak. Oleh karena kecintaan saya terhadap binatang, terutama anjing, maka sebagian tulisan di blog saya, saya dedikasikan untuk mereka sesama pencinta binatang, pencinta anjing, dan untuk binatang itu sendiri.

Mungkin kamu masih ingat tulisan saya tahun lalu, saat salah satu anjing saya, O’Neil yang divonis oleh dokter mengalami pengapuran tulang punggung. Saat itu, ia harus meminum obat-obat yang diresepkan oleh Dokter Nyoman yaitu salah satu dokter hewan di klinik Dokter Hewan Bersama Dr. Cucu Kartini. Memang keadaannya saat itu menjadi kembali normal setelah meminum obat. Namun saya pikir meminum obat-obatan secara kontinyu bukan hal yang bagus. Akhirnya saya coba hentikan obat-obatan itu, tetapi akibatnya beberapa kali sempat kambuh, dan membuat saya harus membawa O’Neil kembali ke dokter.

Beruntunglah setelah saya konsultasi dengan Drh. Cucu, yang waktu itu kebetulan sedang praktik (karena setiap hari dokter yang praktik di klinik itu, berbeda-beda), ia menganjurkan agar O’Neil menjalani akupuntur. “Haaaayyooo…saya yakin pasti ada yang kaget yaaa…Anjing kok diakupuntur?”

Kebetulan klinik tersebut, memang mempunyai dokter hewan yang khusus menangani akupuntur. Sebelum O’Neil menjalani akupuntur, ia harus di X-Ray, seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya. Dengan X-Ray ini, posisi tulang punggung yang mengalami pengapuran dapat diketahui dengan jelas, sehingga proses akupuntur dapat lebih spesifik.

Akupuntur yang dijalani oleh O’Neil dilakukan secara bertahap. Pada awal pengobatan, sebaiknya akupuntur dilakukan dua minggu sekali, namun hal ini juga tergantung dari tingkat pengapuran yang dialami oleh si anjing/hewan lainnya. Jadi sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu oleh dokter hewan. Setelah anjing/hewan tampak semakin sehat, baru akupuntur dikurangi menjadi sebulan sekali, dan seterusnya. Pada masa-masa awal pengobatan, obat penguat tulang juga masih harus diminumkan, namun tentu seiring berjalannya waktu, obat-obatan ini harus dikurangi dosisnya, bahkan akhirnya tidak perlu diminumkan lagi, kecuali vitamin/supplemen penguat tulang. Untuk obat dan supplemen tulang yang harusnya diminumkan, harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter hewan. Selain obat/vitamin yang mendukung keberhasilan akupuntur, sebaiknya anjing/hewan dijemur atau dibawa berjalan-jalan di bawah sinar matahari pagi.

Puji Tuhan, O’neil sudah sehat sejak proses akupuntur pertama, dan ia hanya menjalankan 2 kali proses akupuntur. Namun ada baiknya akupuntur juga diulangi dalam selang waktu tertentu, apalagi untuk anjing/hewan yang sudah tua.

Oh ya, dokter hewan yang khusus ahli akupuntur ini namanya Dokter Tatang. Dokter Tatang ini bersedia dipanggil ke rumah, jika kamu sulit membawa hewan peliharaanmu ke klinik. Jadi kalau ada yang berminat hewan peliharaannya dirawat akupuntur, bisa mengirim surat elektronik ke saya, menanyakan nomor telepon beliau, atau dapat juga menanyakan nomor telepon Dokter Tatang ke klinik dokter hewan yang biasa saya kunjungi (Praktik Dokter Hewan Bersama drh. Cucu Kartini), yang alamat dan juga nomor teleponnya ada di tulisan saya sebelumnya.

Semoga informasi ini cukup membantu ya. Salam untuk binatang peliharaan kalian.

Tags:

Leave a Reply