Intro…

Introvert,…

Saat “pintu-pintu” menujunya tertutup rapat, bahkan terkunci,
Saat seribu lembaran topeng ia kenakan,
Saat segala pertanyaan hanya ada di benaknya sendiri,
Saat ia selalu mengandalkan dirinya sendiri,
Saat tak ada masalah yang tak ia coba selesaikan sendiri,
Saat teka-teki hanya menjadi miliknya sendiri,
Saat tangis ia nikmati sendiri,
Saat sakit membuatnya bangkit,
Saat tawa mungkin hanya ada di mulut,
Saat cerita dan imajinasi tak terucap, hanya tertulis,
Saat sepi menjadi teman baiknya,
Saat dunia adalah miliknya sendiri…

Dan di sanalah ia merasa nyaman,
Menjadikannya produktif, dengan apapun yang ia kerjakan,
Berbagai prestasi ia hasilkan,
Dan seluruh decak kagum tertuju padanya, yang tetap ia sangsikan,
Ia-lah orang terbaik di belakang layar,
Dan ia hanya puas dengan senyum bangga yang ada di hatinya,
Tak perlu piala penghargaan di tangannya…

Dan itu sudah cukup baginya…

Setidaknya cukup bagiku…

Tags:

Leave a Reply