Finish The Final Chapter and Close The Book…

Mengutip ungkapan Karin, sahabatku kala ia belum terbaring lemah seperti saat ini, saat hari itu, Sabtu 22 November 2008, kala kami berempat duduk di ruang makan kediaman Mas Wawan, “Finish the final chapter and close the book.”

Begitu pun dengan 31 Desember 2008, hari terakhir aku tutup, bagai aku menutup novel yang bab terakhirnya baru saja selesai aku baca.

365 hari di tahun lalu, telah berhasil aku lalui. Semua “ujian”, dari yang paling ringan untuk “kelas”-ku sampai ke tingkat paling sulit.

Tahun ini, ada ribuan “ujian” baru di hadapanku, yang mau tidak mau harus aku jalani. Baik dengan persiapan yang matang, maupun persiapan seadanya.

Pun aku akui, semua ujian dan “ujian” itu tak akan berhasil tanpa bantuan dari Dia, dan kalian semua. Tanpa cinta, cita dan harapan kalian atas diriku.

Satu dari hati, terima kasih telah menjadikan 2008-ku begitu indah, begitu penuh cinta. Terlebih Dia, mereka, dan dia, yang memberikan sentuhan akhir 2008-ku penuh keajaiban.

Thank you my love…

Tags:

2 Responses to “Finish The Final Chapter and Close The Book…”

  1. Danny says:

    Dulu ada teman yang bilang: sometimes we tend to write the same chapters in new books :-)

    Anyway, selamat menulis bab baru dalam buku baru. Happy New Year.

  2. Anastasia Rosarini says:

    write the same chapters in new books? hmmm already start it (same chapter different book)…

    Damn, your friend is right…

Leave a Reply