Cinta Terlarang…

Satu yang ada di benakku kala aku mencoba memikirkan dua kata tersebut.

“Bikin pusing.”

Cinta itu sendiri sudah bisa membuat seseorang menjadi pusing, apalagi jika cinta itu dilarang. Bisa kamu bayangkan tidak, akan pusing seperti apalagi orang yang mengalami hal itu.

Cinta? Makhluk halus, sejenis lelembut, bagai jalangkung, yang datang tak diundang, pulang tak diantar. Ia datang dan pergi sesuka hati. Tak peduli waktu, tempat atau pun orang yang ia datangi. Apalagi berpikir tentang suku bangsa, ras, agama, usia, perjaka, gadis, duda, janda, bahkan jenis kelamin. Sama sekali ia tak peduli. Brengsek memang kalau dipikir-pikir, urusan cinta ini. Tak terlihat, tapi pasti sempat membuat kita pusing, bagai terserang vertigo tiada henti.

Sekarang, bagaimana dengan cinta terlarang? Terbukti paling ampuh membuat seseorang tambah kreatif. Mulai kreatif bohong, kreatif backstreet, kreatif mencari tempat jalan yang sepi, kreatif mencari seribu alasan untuk bisa bertemu, dan kreativitas-kreativitas lainnya yang sebelumnya kita pun tak mengira bisa melakukannya.

Namun pernah tidak kamu pikirkan sebelumnya, sebenarnya terjadinya cinta terlarang itu karena apa, siapa dan kenapa?

Apa penyebabnya, tentu faktor-faktor yang sudah aku sebutkan di atas, yang sama sekali tidak dipedulikan oleh cinta itu sendiri, tetapi SANGAT diperhatikan oleh orang-orang yang berada di sekitar orang yang sedang jatuh cinta.

Siapa yang melarang, pastinya orang-orang yang tidak setuju akan cinta yang terjadi dengan dilatarbelakangi kondisi-kondisi yang tidak dipedulikan oleh cinta. Dan tentu saja, bukan oleh orang yang menjalani cinta itu sendiri, karena jika di lubuk hati terdalam salah satu dari mereka merasakan bahwa cinta itu tak baik untuk dijalani, pastinya mereka sudah mundur seribu langkah.

Kenapa cinta itu dilarang? Menurutku, ujung dari semuanya itu adalah karena ada orang yang membiarkan cinta itu dilarang. Rela untuk dilarang. Pasrah terhadap larangan-larangan tadi. Dan orang itu adalah orang yang sedang dalam cinta tersebut.

Damn!!! Gubrag.

By the way, do you love pains? I do.

Tags:

Leave a Reply