Menambah Koleksi Baju Renang…

Dulu…baju jenis ini, baju yang paling bikin aku sebel, bikin sirik, dan jelas terhapus dari daftar belanjaanku. Sebel karena bagiku tak ada gunanya. Sirik dibuatnya karena motif dan modelnya yang lucu, yang menggodaku untuk membeli, tapi sekali lagi, tak ada gunanya untuk aku.

Kenapa? Jawabannya adalah, dulu aku tak bisa berenang. Sebenarnya bisa, tapi karena satu kejadian traumatik, aku jadi tak berani lagi nyemplung di air.

Sampai akhir tahun 2003, belum pernah aku beli sendiri baju renang. Dari kecil hingga tahun 2003 ini, baju renang yang aku miliki, adalah hasil pemberian dari orang lain, mungkin maksud mereka adalah ingin memotivasiku untuk bisa berenang lagi. Satu lagi, baju renang-baju renang itu pun lupa aku simpan di mana.

Karena keadaan memaksa, September tahun tersebut aku mau liburan ke Manado, dan agenda utamanya adalah bermain air, jadilah aku membeli baju renang. Model yang sangat sederhana, dengan warna kombinasi biru tua, merah dan putih membentuk motif banyak lingkaran.

Di Manado, baju itu pun nyaris tak berguna, karena aku nyaris mengurungkan diri nyemplung ke laut untuk snorkling. Untung ketakutan itu berhasil aku atasi berkat seseorang.

Tiga tahun baju renang itu tersimpan dengan baik di lemari pakaianku. Sampai pertengahan 2006. Aku mulai belajar renang, berkat seseorang yang sangat aku percaya. Tidak sulit ternyata, tidak memerlukan waktu yang lama. Hanya 2 kali nyemplung di kolam renang, selama 2 kali hari Minggu, aku pun sudah bisa mengambang, meluncur dan bermain-main di air, tidak tenggelam. Jadilah, dari pertengahan hingga akhir 2006, hampir tiap minggu aku berenang. Hobi baru sepertinya.

Seringnya aku melakukan aktivitas yang satu ini, rasanya mempunyai satu baju renang saja tidak cukup. Oleh sebab itu, aku kemudian mencari satu baju renang lagi, untuk dipakai bergantian “Bosen khan baju renangnya itu-itu mulukh”. Sekarang sudah masuk ke dalam daftar belanjaanku.

Kalau baju renangku yang pertama, mewakili perjalanan liburanku ke Manado, baju renang yang kedua yang bewarna biru muda dan putih, mewakili perjalananku ke Bali, Februari 2007. Walaupun alasan aku membelinya bukan karena aku ingin ke Bali saat itu.

November 2007, berencana ke Bali lagi. Tak tahu kenapa, ingin sekali menambah koleksi baju renangku lagi. Tadinya kali ini aku ingin mencari baju renang yang lebih ke model beach wear seperti yang dikeluarkan oleh merk-merk baju surfing yang banyak di Bali, dan bukan model konvensional yang biasa dipakai oleh atlet-atlet renang pada umumnya. Namun mencari baju renang seperti itu di Jakarta, sangat sulit. Sulit bukan berarti tidak ada. Giliran aku temukan satu butik khusus baju-baju renang yang ada di pusat perbelanjaan besar di bilangan Pondok Indah, begitu liat harganya aku memutuskan untuk tidak jadi membeli. Baju renang dengan harga lebih dari Rp.300.000 aku rasa terbilang mahal, karena baju jenis ini, akan sangat jarang dipakai, saat aku berada di Jakarta. Dengan catatan kalau baju ini dipakai sesuai dengan fungsinya.

Apa boleh buat, akhirnya aku membeli satu baju renang, merk dari salah satu produsen baju-baju renang dan peralatan yang berhubungan dengan renang, yang berinisial S. Ya, lagi-lagi model konvensional dan sangat sporty, bewarna biru tua, dengan dua garis biru muda pada sisi samping kiri dan kanan.

Februari 2008, ke Bali lagi. Niatku, kali ini di Bali ingin mencari baju renang yang modelnya beda dari yang sudah aku miliki. Namun, model yang aku suka, dan pas di badan, harganya nyaris setengah juta. Memang sih, kalau dikurs cuma 40 Euro, apalagi ini buatan Italia. Tau khan merk dengan inisial N, kata ini diulang, dan diakhiri dengan kata “intimo”. Huh, tak jadi lagi menambah koleksi baju renangku.

Dasar manusia seperti aku ini, kalau sudah ada maunya akan dikejar sampai aku dapat. Berjalan-jalan di pusat perbelanjaan di daerah Puri Indah, tanpa tujuan, dan iseng melihat ke daerah baju-baju renang di jual, tetapi kembali kekecewaan yang aku temui. Modelnya tak ada yang bagus, motifnya juga tak ada yang aku suka. Kembali berjalan, kali ini melewati tempat di mana baju dalam wanita di jual, dan akhirnya mataku menemukan satu baju renang, dengan motif dan model yang aku suka, beda dengan yang sudah aku miliki di rumah. Pastinya dengan harga yang tidak semahal si merk Italia itu. Kali ini motif kotak-kotak, merah muda, putih dan oranye. Model halter neck dan three pieces. Senangnya, dan rasanya tak sabar untuk bisa liburan lagi, bermain air. Kapan ya? Tak sabar untuk mendengar ada yang menelepon dan bilang “Cha elu mau nyusul ke Bali ngga?”

Tags:

Leave a Reply